Array

Masuk Musim Hujan, Bagaimana Agar Jakarta Tak Banjir Lagi?

Kamis, 25 Oktober 2018 | 17:04 WIB
Masuk Musim Hujan, Bagaimana Agar Jakarta Tak Banjir Lagi?
Sejumlah kendaraan tampak melintasi genangan air banjir di Cempaka Putih, Jakarta, Kamis (15/2/2018). [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI), Rissalwan Habdy Lubis menilai Pemerintah DKI Jakarta perlu memperbaiki kebijakan dengan fokus menahan air lebih banyak dalam menangani banjir yang terjadi tiap musim hujan.

Rissalwan melanjutkan cara untuk menahan air yaitu dengan mengkampanyekan sumur resapan pada warga karena dinilai masif dan individual.

"Kesiagaan itu perlu, namun kita perlu memahami karakter banjir terlebih dahulu. Jakarta memiliki 13 aliran sungai dan secara topografi Jakarta sangat landai. Seharusnya konsep kebijakan yang biasanya mengalirkan air lebih banyak itu diganti dengan menahan air lebih banyak," jelas Rissalwan di Jakarta, Kamis (25/10/2018).

"Bukan hanya dengan mengambil sampah yang mengapung di permukaan, melainkan juga melakukan penggalian sungai dan membuang endapan di sungai harus dilakukan masyarakat dan petugas agar lebih antisipasi hadapi banjir," tambahnya.

Pemerintah DKI selama ini dinilai kurang peduli dan tanggap terhadap bencana banjir yang menjadi bencana tahunan. Pemberitahuan yang dilakukan pemerintah dirasa tidak begitu berpengaruh karena info terkait ketinggian air tanpa adanya sikap antisipasi terhadap bencana tersebut.

Rissalwan berharap ke depannya sosialisasi lebih masif tentang info bencana dapat dilakukan lebih awal sebelum bencana terjadi. Salah satu cara paling ampuh yakni melalui media cetak atau radio, atau melakukan gerakan dan mengajak masyarakat secara langsung.

Sebelumnya, DKI Jakarta telah menyiapkan sistem peringatan dini bencana, antara lain alat-alat pemantau cuaca, angin, dan ketinggian air, serta wadah pengaduan atau informasi terkait bencana.

Musim penghujan biasanya mulai Desember hingga Maret, dan biasanya wilayah seperti Kampung Pulo, Jakarta Timur menjadi sasaran empuk bagi hujan karena biasanya air Sungai Ciliwung meluap sehingga terjadi banjir dan membuat masyarakat sekitar terbiasa mengungsi tiap tahunnya. (Antara)

Baca Juga: Dikira Tewas di Jurang, Rumah Rini Puspitawati Dibanjiri Pelayat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI