Geger Bendera Tauhid, Boni: HTI Goyang NU Guna Dirikan Khilafah

Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Jum'at, 26 Oktober 2018 | 20:46 WIB
Geger Bendera Tauhid, Boni: HTI Goyang NU Guna Dirikan Khilafah
Massa DPD I Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Lampung. (ANTARA FOTO/Tommy Saputra)

Suara.com - Pengamat Politik Boni Hargens menilai, aksi pembakaran bendera berkalimat tauhid oleh Banser NU di Garut, Jawa Barat, Minggu (21/10) akhir pekan lalu, merupakan skenario organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Boni mengendus ada upaya HTI yang ingin membangun negara khilafah, dengan mengkambinghitamkan Nahdlatul Ulama (NU).

Ia menjelaskan, jejak HTI seusai dibubarkan pemerintah dapat jelas terlihat. Menurutnya, HTI bergerak melalui jalur politik. Selain itu, mereka mencoba untuk menjatuhkan NU yang memiliki kekuatan Islam besar di Indonesia.

"Jangan biarkan mereka menguasai upaya pembentukan opini, persepsi yang fatal, buruk, negatif seakan-akan Nahdlatul Ulama sedang melakukan penistaan. Itu kan yang mau mereka bangun," kata Boni dalam diskusi yang bertajuk “Hoax & HTI Masih Bergentayangan” di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018).

Selain ingin menggoyang superioritas NU, menurut Boni, strategi HTI untuk membangun khilafah di Indonesia juga ditempuh melalui pemilu. Nantinya, mereka akan mengirim perwakilan-perwakilannya hingga lolos masuk ke dalam parlemen.

"Nanti kalau kandidat mereka menang, mereka akan merongrong sampai konstitusi itu diamandemen dan khilafah itu didirikan, otomatis," ujarnya.

Oleh karenanya, Boni mengingatkan publik aksi pembakaran bendera tauhid oleh Banser NU di Garut bukanlah persoalan agama.

"Kita tidak sedang bermasalah dengan agama, tidak ada masalah dengan Islam, tidak ada satu pun cacat dengan Islam. Yang bermasalah adalah kelompok garis keras, Hizbut Tahrir. Maka kita semua harus bersatu dan memerangi secara bersama," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengamat: Ada Pengibaran Bendera HTI di Aksi Bela Tauhid

Pengamat: Ada Pengibaran Bendera HTI di Aksi Bela Tauhid

News | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 19:26 WIB

Bendera Tauhid Dibakar, Boni Hargens: Jenisnya Sama di Buku HTI

Bendera Tauhid Dibakar, Boni Hargens: Jenisnya Sama di Buku HTI

News | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 18:30 WIB

Boni: Yang Dibakar Banser Bendera HTI, Ada di Buku Ajhizatu

Boni: Yang Dibakar Banser Bendera HTI, Ada di Buku Ajhizatu

News | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 17:45 WIB

Pendemo Aksi Bela Tauhid Gagal Bertemu Wiranto

Pendemo Aksi Bela Tauhid Gagal Bertemu Wiranto

News | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 16:46 WIB

Terkini

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

Update Kericuhan Lukas Enembe: 14 Orang Diperiksa, Polisi Data Puluhan Kendaraan yang Rusak

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:34 WIB

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

Momen Akrab Presiden Prabowo Dialog di Atas Perahu: Borong Keluhan Nelayan Gorontalo

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:22 WIB

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

Nelayan Tak Boleh Dilupakan, Prabowo Janjikan Perbaikan Kesejahteraan Nasional

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:52 WIB

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

Prabowo di Gorontalo: Indonesia Kuat, Tak Panik Hadapi Gejolak Dunia karena Swasembada Pangan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:37 WIB

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

Prabowo soal MBG: Sekolah yang Butuh Segera Diberi, yang Tidak Perlu Tidak Dipaksakan

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:31 WIB

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

Anies Baswedan dan Najelaa Shihab Soroti Bahaya AI bagi Pelajar: Otak Bisa Malas Berpikir

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:25 WIB

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

Ketua DPD Golkar DKI Sebut Jakarta Darurat Sampah, Warga Diminta Mulai Bergerak dari Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:16 WIB

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

Prabowo Genjot Ekonomi Biru, Nelayan Disiapkan Jadi Kekuatan Baru Indonesia

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:07 WIB

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

Terungkap! Ratusan WNA Operator Judi Online di Hayam Wuruk Ternyata Direkrut 'Veteran Kamboja'

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 20:02 WIB

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

Menuju Target Nasional Pengurangan Sampah 2029, Ini Kebiasaan yang Harus Digencarkan di Rumah

News | Sabtu, 09 Mei 2026 | 19:57 WIB