Pendemo Aksi Bela Tauhid Gagal Bertemu Wiranto

Agung Sandy Lesmana | Walda Marison | Suara.com

Jum'at, 26 Oktober 2018 | 16:46 WIB
Pendemo Aksi Bela Tauhid Gagal Bertemu Wiranto
Pengunjuk rasa mengikuti Aksi Bela Tauhid di depan Gedung Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (26/10). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Perwakilan dari massa Aksi Bela Islam gagal bertemu langsung dengan Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Wiranto di kantornya. Alasan Wiranto tak bisa bertemu para pendemo karena ada kunjungan kerja ke Palu, Sulawesi Tengah.

Massa yang tergabung dalam Barisan Nasional Pembela Tauhid hanya bisa bertemu dengan Sekretaris Menkopolhukam Mayjen Agus SB untuk bisa menyampaikan aspirasinya menyusul tindakan pembakaran bendera berkalimat tauhid.

Para perwakilan itu di antaranya Yusuf Muhammad Martak, Habib Idrus, Muksin Bin Zaimin, Ustad Ja'far Shodiq, Habib Mucsin Bin Zaik dan Kyai Abdul Rasyid Abdulah.

Agus mengaku akan menyampaikan poin-poin yang dibahas terkait pertemuan dari perwakilan pendemo kepada Wiranto.

"Semua poin telah kami catat dengan baik dan kami akan sampaikan ke pak Menteri," katanya di depan gedung Menkopolhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (26/10/2018).

Meski aspirasinya telah ditampung, para pendemo terlihat masih kecewa karena gagal bertemu langsung dengan Menkopolhukam. Massa pun akhirnya membubarkan diri dari Gedung Kemenkopolhukam sekitar pukul 15.50 WIB.

Diketahui, Aksi Bela Taudid digelar sebagai bentuk protes atas pembakaran bendera bertulisan Tauhid di Garut, Jawa Barat, pada Minggu (21/10/2018). Aksi pembakaran pun direkam dan sempat viral di media sosial sehingga mengundang banyak kecaman dari berbagai pihak. Aksi pembakaran dilakukan oleh Banser NU karena menuding bendera tersebut merupakan lambang HTI.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketua MUI Banten: Yang Dibakar Banser NU itu Bendera HTI

Ketua MUI Banten: Yang Dibakar Banser NU itu Bendera HTI

News | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 16:35 WIB

Timses Jokowi Curiga Aksi Bela Tauhid Ditunggangi Politik

Timses Jokowi Curiga Aksi Bela Tauhid Ditunggangi Politik

News | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 16:35 WIB

Kesal Tak Bertemu Wiranto, Massa Aksi Bela Tauhid Soraki Pejabat

Kesal Tak Bertemu Wiranto, Massa Aksi Bela Tauhid Soraki Pejabat

News | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 16:28 WIB

Pembakaran Bendera, Boni: Isu Agama Mainan Politikus Sontoloyo

Pembakaran Bendera, Boni: Isu Agama Mainan Politikus Sontoloyo

News | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 16:23 WIB

Orator Demo Bela Tauhid: Massa di Jembatan Turun, Nanti Ambruk

Orator Demo Bela Tauhid: Massa di Jembatan Turun, Nanti Ambruk

News | Jum'at, 26 Oktober 2018 | 15:52 WIB

Terkini

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

Dugaan Skandal Aset Sitaan Rp40 Miliar, Jaksa Watch Laporkan Kejati Jambi ke KPK

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:30 WIB

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

Hasto PDIP: Kritik ke Jokowi Dulu Ternyata Benar, Prabowo Jangan Antikritik

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:25 WIB

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

BNI Pastikan Proses Pengembalian Dana Aek Nabara Sesuai Perkembangan Penyidikan

News | Minggu, 19 April 2026 | 11:07 WIB

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

Bantah Ramal Indonesia Bakal Chaos, JK: Itu Said Didu, Bukan Saya

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:35 WIB

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

Catat! Ini 7 Rumah Sakit di Jawa Tengah yang Layani Visum Gratis bagi Korban Kekerasan

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:31 WIB

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

Selat Hormuz Ditutup Lagi, Trump Sentil Iran, Mojtaba Khamenei Balas Menohok

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:27 WIB

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

Megawati Ungkap Bahaya Pangkalan Militer Asing, Serukan Dasa Sila Bandung

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:19 WIB

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

PBB Dinilai Tak Relevan, Megawati Desak Reformasi Total: Hapus Veto, Pakai Pancasila

News | Minggu, 19 April 2026 | 10:07 WIB

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

Sebut Tuntutan Kasus LNG Tidak Utuh, Nandang Sutisna: Kerugian Parsial Jangan Dipaksakan Jadi Pidana

News | Minggu, 19 April 2026 | 08:04 WIB

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit

News | Sabtu, 18 April 2026 | 22:00 WIB