Kubu Prabowo: Maruf Punya Alasan Pakai Plesetan Arab Buat Pemaki

Agung Sandy Lesmana | Erick Tanjung | Suara.com

Senin, 05 November 2018 | 12:52 WIB
Kubu Prabowo: Maruf Punya Alasan Pakai Plesetan Arab Buat Pemaki
Mardani Ali Sera. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional pasangan nomor urut 2, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera mengaku pihaknya tidak tersinggung dengan pernyataan calon Wakil Presiden Maruf Amin yang menyebut di Indonesia pada zaman kiwari banyak aliran "al-makiyun", yang suka memaki-maki.

Namun demikian, Mardani, meminta Maruf agar lebih jelas menyebutkan siapa Al-Makiyun yang dimaksud.

"(Kami) tidak tersinggung, monggo saja disebut jika ada pihak yang dimaksud ("al-makiyun")," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera kepada Suara.com, Senin (5/11/2018).

Politikus PKS itu menduga ada alasan di balik Maruf Amin memakai plesetan bahasa arab untuk menyindir pihak tertentu. Namun, dia menyarankan semua pihak agaf tidak menggunakan cara-cara komunikasi yang menghujat dan ujaran kebencian saat berkampanye. Namun, lanjutnya lebih mengutamakan sosialisasi ide dan gagasan kepada masyarakat.

"Kyai Maruf tentu punya alasan menyatakan plesetan bahasa Arab untuk para pemaki. Dan memang sebaiknya kampanye kita tidak dipenuhi dengan saling maki, tapi saling kontestasi gagasan," ujar dia.

Sebelumnya, Maruf menyebut Indonesia pada zaman kiwari banyak aliran "al-makiyun", maksudnya bukan ahli Mekah, tapi suka memaki-maki.

"Ya sebaiknya dalam berkomunikasi jangan dengan cara maki-maki, tapi dengan cara yang santun," kata Maruf dalam sambutan peresmian Rumah Aspirasi Rakyat #01 di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta, pada Minggu kemarin.

Peluncuran Rumah Aspirasi Rakyat #01 dihadiri antara lain, Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, serta Ketua Rumah Aspirasi Deddy Sitorus.

Menurut Maruf Amin, Presiden Jokowi dan dirinya mengajak masyarakat Indonesia untuk hijrah dari kondisi yang kurang baik menuju ke kondisi yang lebih baik.

"Pak Jokowi sudah sering menyampaikan kepada masyarakat untuk dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Dari yang suka berkomunikasi dengan maki-maki agar berkomunikasi secara santun," katanya.

Maruf Amin lantas mengimbau, masyarakat Indonesia untuk dapat menjaga sikap yang santun dan berkeadaban. "Itu lebih baik dari pada berbicara dengan maki-maki," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ma'ruf Amin: Indonesia Banyak Aliran Al Makiyun, Ahli Maki-maki

Ma'ruf Amin: Indonesia Banyak Aliran Al Makiyun, Ahli Maki-maki

News | Minggu, 04 November 2018 | 20:35 WIB

Alasan Cucu Pendiri NU Mau Jadi Jubir Prabowo-Sandiaga

Alasan Cucu Pendiri NU Mau Jadi Jubir Prabowo-Sandiaga

News | Kamis, 01 November 2018 | 20:13 WIB

Maruf Amin Sebut Santri Juga Berperan dalam Bela Negara

Maruf Amin Sebut Santri Juga Berperan dalam Bela Negara

News | Kamis, 01 November 2018 | 05:00 WIB

Novel Bamukmin: Kasus Ratna Bisa Gugurkan Prabowo Jadi Presiden

Novel Bamukmin: Kasus Ratna Bisa Gugurkan Prabowo Jadi Presiden

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 15:07 WIB

Selalu Unggul di Survei, Jokowi ke Timses: Jangan Terlena

Selalu Unggul di Survei, Jokowi ke Timses: Jangan Terlena

News | Minggu, 28 Oktober 2018 | 13:33 WIB

Terkini

Rugikan Negara Rp1,77 Triliun, Eks Direktur Gas Pertamina Cuma Divonis 4,5 Tahun Penjara!

Rugikan Negara Rp1,77 Triliun, Eks Direktur Gas Pertamina Cuma Divonis 4,5 Tahun Penjara!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 15:03 WIB

Krisis Sampah Jakarta Kian Mendesak, Edukator Sebut Perubahan Harus Dimulai dari Rumah Tangga

Krisis Sampah Jakarta Kian Mendesak, Edukator Sebut Perubahan Harus Dimulai dari Rumah Tangga

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:57 WIB

Kebijakan Terbaru Donald Trump Bikin Kanselir Jerman Kesal: Kasih Pukulan ke Seluruh Eropa

Kebijakan Terbaru Donald Trump Bikin Kanselir Jerman Kesal: Kasih Pukulan ke Seluruh Eropa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:55 WIB

Dilaporkan ke Bareskrim, Abu Janda hingga Ade Armando Dituding Provokasi Potongan Video JK

Dilaporkan ke Bareskrim, Abu Janda hingga Ade Armando Dituding Provokasi Potongan Video JK

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:50 WIB

Polda Jambi Tahan Mantan Kadisdik Varial Adhi Putra Terkait Kasus Korupsi DAK SMK Rp21,8 Miliar!

Polda Jambi Tahan Mantan Kadisdik Varial Adhi Putra Terkait Kasus Korupsi DAK SMK Rp21,8 Miliar!

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:43 WIB

Kualitas Udara Jakarta Terburuk, Pramono Anung Janji Percepat Bus Listrik dan PLTSa

Kualitas Udara Jakarta Terburuk, Pramono Anung Janji Percepat Bus Listrik dan PLTSa

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:42 WIB

Revisi UU Pemilu Mendesak, Eks Penyelenggara Ingatkan Waktu Kian Sempit Jelang 2026

Revisi UU Pemilu Mendesak, Eks Penyelenggara Ingatkan Waktu Kian Sempit Jelang 2026

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:39 WIB

Rekaman Bocor! Benjamin Netanyahu Bongkar Strategi Rahasia Israel Kalahkan Iran

Rekaman Bocor! Benjamin Netanyahu Bongkar Strategi Rahasia Israel Kalahkan Iran

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:28 WIB

Mengejutkan! OPEC Naikkan Kuota Produksi Minyak Usai UEA Mundur, Pengaruh ke Dunia Apa?

Mengejutkan! OPEC Naikkan Kuota Produksi Minyak Usai UEA Mundur, Pengaruh ke Dunia Apa?

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:25 WIB

Revisi UU Pemilu Mandek, Koalisi Sipil Desak DPR Bergerak Sebelum Agustus 2026

Revisi UU Pemilu Mandek, Koalisi Sipil Desak DPR Bergerak Sebelum Agustus 2026

News | Senin, 04 Mei 2026 | 14:23 WIB