Kerja Tim Psikologi Polri Jadi Teman Curhat Keluarga Korban

Agung Sandy Lesmana, Walda Marison

Senin, 05 November 2018 | 17:01 WIB
Kerja Tim Psikologi Polri Jadi Teman Curhat Keluarga Korban
Keluaraga Indra Bayu Aji, korban jatuh Lion Air saat tiba di RS Polri (Suara.com/Umay)

Suara.com - Tim Psikologi Rumah Sakit Polri terus melakukan pendampingan supaya bisa mengurangi beban kepedihan yang masih dirasakan keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610.

Kepala Bagian Psikolog Polda Metro Jaya Komisaris Besar R.Jarwo menyampaikan, salah satu cara yang dilakukan psikatri ini adalah menjadi teman anggota keluarga yang ingin mencurahkan perasaan.

"Ya ketika dia ingin bercerita kita dengarkan saja. Kita tempatkan posisi sebagai pendengar. kita juga ajak bernapas secara teratur. Kita berikan kalimat kalimat menyejukan, menenangkan, dan membesarkan hati," kata Jarwo saat dikonfirmasi, Senin (5/11/2018).

Jarwo juga menyampaikan, tim psikologis Polri juga menyoroti kondisi psikologi anak-anak yang berasal dari keluarga korban pesawat Lio Air."Ada area bermain anak anak. Jadi anak-anak kita ajak bermain main," lanjutnya.

Hal lain yang harus di perhatikan yakni kondisi psikologis korban saat menerima kabar tentang sanak keluarganya. Karena ada beberapa keluarga yang masih syok dengan insiden kecelakaan tersebut.

"Yang kedua memberikan pemahaman secara psikokogis supaya mereka siap menrima informasi secara apapun terkait kondisi dari penumpang (korban)," tuturnya.

Namun, pelayanan psikologis itu tidak diberikan setiap saat. Pihaknya hanya melayani keluarga korban sampai keadaan psikologisnya mulai membaik.

Selain di RS Polri, posko trauma healing juga dibangun di Hotel Ibis, yang menjadi salah satu tempat penginapan yang khusus disedian untuk keluarga korban. Alasan Hotel Ibis menjadi tempat menginap keluarga korban, karena lokasinya berdeketan dengan RS Polri, Kramat Jati. Diketahui, biaya penginapan para keluarga korban akan ditanggung pihak Lion Air.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sulitnya Identifikasi DNA Korban Lion Air, Begini Faktanya

Sulitnya Identifikasi DNA Korban Lion Air, Begini Faktanya

News | Senin, 05 November 2018 | 17:00 WIB

Sensitif, Ini yang Tak Boleh Dibahas ke Keluarga Korban Lion Air

Sensitif, Ini yang Tak Boleh Dibahas ke Keluarga Korban Lion Air

News | Senin, 05 November 2018 | 16:59 WIB

Ayah Taat Beragama, Sudah Siap Bila Tuhan Memanggil

Ayah Taat Beragama, Sudah Siap Bila Tuhan Memanggil

News | Senin, 05 November 2018 | 16:40 WIB

Ayah Korban Pesawat Lion Air: Rusdi Kirana Saya Anggap Gagal

Ayah Korban Pesawat Lion Air: Rusdi Kirana Saya Anggap Gagal

News | Senin, 05 November 2018 | 16:37 WIB

Begini Cara Polisi Tenangkan Psikologis Keluarga Korban Lion Air

Begini Cara Polisi Tenangkan Psikologis Keluarga Korban Lion Air

News | Senin, 05 November 2018 | 16:07 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×