Disindir Jokowi soal Politik Genderuwo, Ini Kata Mardani Ali Sera

Dythia Novianty | Muhammad Yasir | Suara.com

Minggu, 11 November 2018 | 09:15 WIB
Disindir Jokowi soal Politik Genderuwo, Ini Kata Mardani Ali Sera
Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Mardani Ali Sera, menanggapi beberapa pernyataan Presiden Joko Widodo yang kerap mengundang kontroversi. Sebagai pemimpin negara, Mardani menilai Jokowi seharusnya bisa lebih memilih diksi yang lebih santun.

Mardani malalui akun Twitter milik pribadinya @MardaniAliSera yang diunggah pada Sabtu (10/11) menyindir Jokowi. Mardani menilai banyak bahasa Indonesia yang indah daripada menggunakan diksi seperti 'politikus Sontoloyo' dan 'politik Genderuwo' yang belakangan ini dikatakan Jokowi.

"@MardaniAliSera Banyak bahasa Indonesia yg indah selain "memaki" Sontoloyo, Genderuwo, Buta, Budek, dll untuk mereka yg menanyakan Janji." tulis Mardani lewat akun Twitternya @MardaniAliSera pada Sabtu (10/11/2018).

Lebih lanjut, Mardani menilai saat ini lebih baik pemerintah menunjukan prestasinya dari janji-janjinya. Menurutnya, berpolitik haruslah santun dan damai serta tidak mudah terbawa perasaan.

Terlebih, kata Mardani, sebagai tokoh nasional seharusnya bertutur kata yang santun.

"Jika memang berprestasi, tunjukkan saja Realisasi dari Janji itu.

Politik harus santai dan damai, jangan baper.

Apalagi tokoh nasional harusnya santun," imbuhnya.

Untuk diketahui, belakangan ini Presiden Jokowi kerap melontarkan diksi-diksi yang akhirnya menimbulkan kontroversi. Setelah sebelumnya Jokowi menyebut politikus yang tak beretika saat menjalani kontenstasi di pesta demokrasi sebagai 'Politikus Sontoloyo', kini Jokowi kembali menyebut adanya 'Politik Genderuwo' saat berpidato di acara pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Jumat (9/11).

Dalam pidatonya, Jokowi menyindir politikus yang kerap melakukan propaganda yang membuat ketakutan dan kekhawatiran di masyarakat.

"Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat menjadi, memang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga menjadi ragu-ragu masyarakat, benar nggak ya, benar nggak ya?" kata Jokowi.

Jokowi pun menyebut cara politisi tersebut yakni politik genderuwo.

"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masa masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? Itu sering saya sampaikan itu namanya 'politik genderuwo',nakut-nakuti," ungkapnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Akbar Tandjung: Genderuwo dalam Istilah Jawa Gambarkan Ketakutan

Akbar Tandjung: Genderuwo dalam Istilah Jawa Gambarkan Ketakutan

News | Sabtu, 10 November 2018 | 18:06 WIB

Maruf Amin: Jangan Takut-takuti seperti Genderuwo

Maruf Amin: Jangan Takut-takuti seperti Genderuwo

News | Sabtu, 10 November 2018 | 15:11 WIB

Jubir BPN: Genderuwo Mitos, Rakyat Lebih Takut Lihat Harga Naik

Jubir BPN: Genderuwo Mitos, Rakyat Lebih Takut Lihat Harga Naik

News | Jum'at, 09 November 2018 | 22:49 WIB

Politik Genderuwo, Pesan Jokowi Biar Rakyat Tak Ditakut-takuti

Politik Genderuwo, Pesan Jokowi Biar Rakyat Tak Ditakut-takuti

News | Jum'at, 09 November 2018 | 21:56 WIB

Politik Genderuwo, PSI: Mereka Sendiri akan Muncul Kepanasan

Politik Genderuwo, PSI: Mereka Sendiri akan Muncul Kepanasan

News | Jum'at, 09 November 2018 | 18:13 WIB

Kubu Prabowo: Tetapkan Gempa Palu-Donggala Jadi Bencana Nasional

Kubu Prabowo: Tetapkan Gempa Palu-Donggala Jadi Bencana Nasional

News | Selasa, 02 Oktober 2018 | 12:13 WIB

Terkini

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:30 WIB

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:16 WIB

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

Mendagri Tegaskan Realisasi Program Perumahan Rakyat Akan Dorong Kemajuan Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:37 WIB

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

Hakim Siap Jemput Bola! Andrie Yunus Absen Sidang Demi Operasi Cangkok Kulit Akibat Air Keras

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:37 WIB

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:26 WIB

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

Singapura Wacanakan Hukuman Cambuk untuk Siswa Pelaku Perundungan, Tuai Pro dan Kontra

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:23 WIB

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

KPK: ASN Cilacap Sampai Harus Ngutang demi Setor Uang Rp10 Juta ke Bupati Syamsul Auliya

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:05 WIB

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 10:00 WIB

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:39 WIB

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 09:32 WIB