Fadli Zon Tepis Curhatan SBY soal Efek Ekor Jas

Reza Gunadha | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Senin, 12 November 2018 | 22:26 WIB
Fadli Zon Tepis Curhatan SBY soal Efek Ekor Jas
Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, Senin (22/10/2018). [Suara.com/Ria Rizki Nirmala Sari]

Suara.com - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menepis tuduhan hanya PDIP dan Partai Gerindra yang mendapat imbas positif pada Pemilu 2019 dari popularitas dari Capres dan Cawapres Pilpres pada tahun depan.

Tepisan itu merupakan respons atas pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa hanya PDIP dan Partai Gerindra yang mendapat imbas coattail effect alias efek ekor jas dari peserta Pilpres 2019.

SBY menilai, kedua partai tersebut diuntungkan karena kadernya menjadi peserta Pilpres 2019. PDIP memunyai Jokowi sedangkan Gerindra memiliki Prabowo Subianto.

"Saya kira tidak juga ya. Karena dalam Pilpres 2019, hitungannya ada dua blok, bukan 2 partai saja,” kata Fadli Zon, Senin (12/11/2018).

Soal efek ekor jas, Fadli mengatakan hal tersebut tergantung kepada pemilih atau konstituen pendukung partai di daerah pemilihan masing-masing.

Sebab, kata Fadli, bisa saja satu parpol secara legal mendukung Jokowi, tapi konstituennya justru mendukung Prabowo.

"Saya yakin konstituen masing-masing partai punya preferensi sendiri. Misalnya partai-partai pendukung pemerintah,  mungkin konstituennya ada yang ingin mendukung Prabowo – Sandiaga," pungkasnya.

Untuk diketahui, SBY sempat curhat saat berpidato dalam acara pembekalan Caleg DPR RI Partai Demokrat di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (11/11/2018).

Dalam pidatonya tersebut, SBY mengungkapkan setidaknya ada tiga poin yang membuat Pemilu 2019 memberatkan langkah Partai Demokrat. Salah satunya yakni Pemilu 2019 dilaksanakan secara serentak yaitu Pilpres dan Pileg.

Karena itu, SBY menilai imbas keuntungan dari penyelenggaraan Pemilu 2019 serentak itu hanya didapat dari partai politik yang memiliki capres. Contohnya PDIP dan Gerindra.

"PDIP dengan Pak Jokowi sebagai capres kader partai itu, dan Partai Gerindra dengan Prabowo sebagai capres kader Partai Gerindra. Suara kedua partai politik itu akan meningkat tajam," kata SBY.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fadli Zon: Hasil Penerawangan Saya, Ada Genderuwo di Istana

Fadli Zon: Hasil Penerawangan Saya, Ada Genderuwo di Istana

News | Senin, 12 November 2018 | 20:43 WIB

Ahmad Dhani Blak-blakan di Balik Lagu Sontoloyo

Ahmad Dhani Blak-blakan di Balik Lagu Sontoloyo

News | Senin, 12 November 2018 | 17:17 WIB

Fadli Zon Kaget Sandiaga Janjikan Kursi Menteri ke Milenial

Fadli Zon Kaget Sandiaga Janjikan Kursi Menteri ke Milenial

News | Senin, 12 November 2018 | 16:49 WIB

Geger Poster Nyoblos Caleg PDIP Dapat Hadiah Istri

Geger Poster Nyoblos Caleg PDIP Dapat Hadiah Istri

News | Senin, 12 November 2018 | 15:46 WIB

Terkini

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:33 WIB