4 Tahun, Ini Prestasi Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian

Fabiola Febrinastri | Suara.com

Kamis, 15 November 2018 | 09:18 WIB
4 Tahun, Ini Prestasi Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian
Program dan kegiatan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) fokus pada usaha untuk mendukung pembangunan empat sub sektor komoditas, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. (Dok: Kementan)

Suara.com - Program dan kegiatan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP) fokus pada usaha untuk mendukung pembangunan empat sub sektor komoditas, yaitu tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

Dukungan tersebut berupa pengembangan dan pengelolaan air secara efektif dan efisien untuk kegiatan pertanian berkelanjutan, pengembangan sistem pembiayaan usaha pertanian yang fleksibel dan sederhana, pengembangan sistem mekanisasi pertanian melalui kebijakan pengembangan, pengawasan dan kelembagaan alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan arah pembangunan pertanian, dan pengembangan pemanfaatan lahan rawa melalui kegiatan optimasi lahan rawa dan rawa pasang surut.

Selama empat tahun terakhir, Ditjen PSP berhasil melaksanakan program yang tersebar di seluruh Tanah Air. Kegiatan yang telah dilaksanakan Ditjen PSP ini memberikan dampak pada peningkatan produktivitas dan peningkatan indeks pertanaman (IP), sehingga tujuan untuk dapat memberikan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi petani dapat terlaksana.

Membangunkan Raksasa Tidur
Menteri Pertanian, Andi Amran mendeskripsikan lahan rawa sebagai raksasa tidur. Lahan rawa di Indonesia mencapai  33,4 juta ha, yang terdiri dari lahan pasang surut seluas 20,1 juta ha dan rawa lebak seluas 13,3 juta ha, yang merupakan potensi besar yang belum bisa di maksimalkan

Oleh karena itu, Kementerian Pertanian yang dipimpinnya berusaha membangunkan raksasa tidur tersebut, dengan pilot project yang digulirkan sukses mengoptimalkan 750 ha lahan rawa di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Kunci keberhasilan proyek ini adalah sistem pengelolaan air yang dilaksanakan secara optimal.

Tidak berhenti padapenggarapan lahan, Kementerian Pertanian terus bekerja dengan para petani penggarap lahan rawa tersebut, dibantu ekskavator dan pompa gratis. Raksasa tidur berupa rawa tersebut berhasil dibangunkan, dan terbukti, produktif dengan indeks pertanaman mencapai tiga kali dalam setahun.

Pengelolaan Urat Nadi Pertanian
Sistem irigasi adalah urat nadi dalam denyut kehidupan pertanian. Distribusi air yang berkesinambungan adalah kunci bagi suksesnya pertanian.

Oleh karena itu, pentingnya pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi adalah salah satu tantangan dunia pertanian yang secara konsisten berusaha dijawab oleh Ditjen PSP. Melalui program pengembangan dan pengelolaan air secara efektif dan efisien untuk kegiatan pertanian berkelanjutan, selama empat tahun, Ditjen PSP telah berhasil mengembangkan rehabilitasi jaringan irigasi, irigasi perpompaan serta pengembangan embung/ dam parit/ long storage.

Dalam kurun waktu 2015 - 2018, telah dilaksanakan program rehabilitasi jaringan irigasi seluas 3,14 juta ha. Realisasi terbanyak terjadi pada 2015, yang mencapai 2,45 juta ha dan realisasi paling kecil pada 2017, seluas 99,95 ribu ha.

Motor Penggerak Pertanian
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencapai swasembada pangan adalah dengan meningkatkan Indeks Pertanaman. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) adalah kunci penting dalam usaha tersebut, karena dapat meningkatkan efisiensi usaha tani hingga 35-48 persen.

Selama ini, Ditjen PSP telah menyalurkan bantuan alsintan tidak kurang dari 350 ribu unit, yang terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, cooper, cultivator, exavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung dan alat tanam jagung semi manual.

Pada 2015, alsintan yang disalurkan sebanyak 54.083 unit, pada 2016 sebanyak 148.832 unit, pada 2017 sebanyak 82.560 unit, dan pada 2018 sebanyak 112.525 unit. Alsintan tersebut telah diberikan kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani, UPJA dan brigade alsintan.

Melindungi Tanaman Padi dan Hewan Ternak
Salah satu tantangan terbesar dalam dunia pertanian dan perternakan adalah kerugian yang ditimbulkan setelah gagal panen atau kematian hewan ternak. Segala usaha para petani dan peternak seolah hilang begitu saja.

Sudah menjadi tugas Ditjen PSP menjawab tantangan untuk melindungi para petani dan peternak jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh karena itu, Kementrian Pertanian dibantu oleh Jasindo sebagai penyedia jasa asuransi membuat Asuransi Usaha Tanaman Pangan (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTSK) yang telah dilaksanakan sejak 2016.

AUTSK menjamin hewan ternak dengan premi Rp 200 ribu per ekor per tahun, dimana Rp 160 ribu ditanggung pemerintah dan sisanya, Rp 40 ribu dari swadaya petani dengan ganti rugi yang dibayarkan sebesar Rp 10 juta per ekor. Adapun ganti rugi yang ditawarkan AUTP sebesar Rp 6 juta per ha, dengan masa pertanggungan sampai dengan masa panen, yaitu empat bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

7 Fakta Pilu Bocah 4 Tahun di Kediri Tewas Dianiaya Nenek: Pendarahan Ginjal Hingga Alibi Bohong!

7 Fakta Pilu Bocah 4 Tahun di Kediri Tewas Dianiaya Nenek: Pendarahan Ginjal Hingga Alibi Bohong!

News | Senin, 20 April 2026 | 13:08 WIB

Meirizka Widjaja Suap Hakim Demi Bebaskan Anak, Ibunda Ronald Tannur Dituntut  4 Tahun Bui

Meirizka Widjaja Suap Hakim Demi Bebaskan Anak, Ibunda Ronald Tannur Dituntut 4 Tahun Bui

News | Rabu, 28 Mei 2025 | 14:17 WIB

Korupsi di Kementan, PT DKI Jakarta Putuskan Anak Buah SYL Tetap Dihukum 4 Tahun Bui

Korupsi di Kementan, PT DKI Jakarta Putuskan Anak Buah SYL Tetap Dihukum 4 Tahun Bui

News | Selasa, 10 September 2024 | 15:23 WIB

Jika Manut 'Titipan' Pihak Luar di Kasus Harun Masiku, Pimpinan KPK Ultimatum Penyidik: Saya Pecat Kalian!

Jika Manut 'Titipan' Pihak Luar di Kasus Harun Masiku, Pimpinan KPK Ultimatum Penyidik: Saya Pecat Kalian!

News | Jum'at, 21 Juni 2024 | 20:32 WIB

Desak KPK Bongkar Sponsor di Balik Suap Harun Masiku, ICW: Sebagian Besar Didanai Pihak Lain

Desak KPK Bongkar Sponsor di Balik Suap Harun Masiku, ICW: Sebagian Besar Didanai Pihak Lain

News | Rabu, 19 Juni 2024 | 21:14 WIB

Periksa Staf Hasto PDIP terkait Buronan Harun Masiku, KPK Rahasiakan Materi Pertanyaan ke Kusnadi: Kita Tunggu Aja

Periksa Staf Hasto PDIP terkait Buronan Harun Masiku, KPK Rahasiakan Materi Pertanyaan ke Kusnadi: Kita Tunggu Aja

News | Rabu, 19 Juni 2024 | 18:09 WIB

Kenapa KPK Susah Tangkap Harun Masiku? Ini Alasannya

Kenapa KPK Susah Tangkap Harun Masiku? Ini Alasannya

Video | Jum'at, 14 Juni 2024 | 18:35 WIB

Ngaku Fokus Nyari tapi Belum Ada Hasil, KPK: Kalau Ada yang Lihat Harun Masiku, Kabari Kami

Ngaku Fokus Nyari tapi Belum Ada Hasil, KPK: Kalau Ada yang Lihat Harun Masiku, Kabari Kami

News | Jum'at, 14 Juni 2024 | 14:15 WIB

Eks Penyidik Sebut Kegaduhan di KPK Bikin Buronan Harun Masiku Makin Bebas Berkeliaran

Eks Penyidik Sebut Kegaduhan di KPK Bikin Buronan Harun Masiku Makin Bebas Berkeliaran

News | Jum'at, 14 Juni 2024 | 11:38 WIB

Aneh tapi Nyata! Pimpinan KPK Mendadak Tak Tahu soal Harun Masiku usai Sebut Bisa Ditangkap Pekan Ini

Aneh tapi Nyata! Pimpinan KPK Mendadak Tak Tahu soal Harun Masiku usai Sebut Bisa Ditangkap Pekan Ini

News | Kamis, 13 Juni 2024 | 10:38 WIB

Terkini

PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel

PM Spanyol Tantang Benjamin Netanyahu: Bebaskan Warga Kami yang Diculik Tentara Israel

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:38 WIB

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

Tanpa Restu Kongres, Trump Jual Paket Senjata Rp138 Triliun ke Israel dan Negara Arab

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:28 WIB

Resmi! 13 Taman Nasional akan Diubah Jadi Kawasan Konservasi Dunia, Ini Daftarnya

Resmi! 13 Taman Nasional akan Diubah Jadi Kawasan Konservasi Dunia, Ini Daftarnya

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 11:15 WIB

Misteri Rumah Berhantu Mulai Terkuak, Ilmuwan Temukan Pemicu Tak Kasat Mata

Misteri Rumah Berhantu Mulai Terkuak, Ilmuwan Temukan Pemicu Tak Kasat Mata

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:42 WIB

Sentilan DPR di Hardiknas 2026: Jangan Sampai Pendidikan Berkualitas Hanya Milik Orang Kota

Sentilan DPR di Hardiknas 2026: Jangan Sampai Pendidikan Berkualitas Hanya Milik Orang Kota

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 10:15 WIB

AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz

AS Bayar AI Rp1,6 Triliun untuk Berburu Ranjau Iran di Selat Hormuz

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:55 WIB

Banjir dan Longsor Terjang Brasil, Enam Tewas Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Banjir dan Longsor Terjang Brasil, Enam Tewas Ribuan Orang Kehilangan Tempat Tinggal

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:44 WIB

Dalam 24 Jam, Serangan Udara Zionis Israel Tewaskan 41 Orang di Lebanon

Dalam 24 Jam, Serangan Udara Zionis Israel Tewaskan 41 Orang di Lebanon

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:36 WIB

UMP Naik Tiap Tahun, Kenapa Buruh Makin Tertekan Biaya Hidup?

UMP Naik Tiap Tahun, Kenapa Buruh Makin Tertekan Biaya Hidup?

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:35 WIB

Cium Aroma Rekayasa Kasus Pembunuhan Indramayu, DPR Minta Mabes Polri-Kejagung Turun Tangan

Cium Aroma Rekayasa Kasus Pembunuhan Indramayu, DPR Minta Mabes Polri-Kejagung Turun Tangan

News | Minggu, 03 Mei 2026 | 09:27 WIB