Ceramah Maulid Nabi, Ma'ruf: Berbeda Capres Jangan Bertengkar

Selasa, 20 November 2018 | 14:20 WIB
Ceramah Maulid Nabi, Ma'ruf: Berbeda Capres Jangan Bertengkar
Cawapres nomor urut 01 KH, Ma'ruf Amin. (Suara,com/Ummi)

Suara.com - Calon Wakil Presiden Maruf Amin menyebutkan berbeda pandangan politik tidak harus membuat perpecahan. Melainkan harus tetap jadi penyemangat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa selama ini sudah terbina dengan baik.

Maruf Amin mengatakan Indonesia bangsa besar yang semuanya saling berkaitan dalam berbagai perbedaan. Namun perbedaan tersebut selama ini justru sudah menjadi harmoni yang terbina dengan baik dengan menjunjung tinggi rasa toleransi.

"Berbeda capres tidak perlu bertengkar. Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan kepada kita untuk saling mencintai. Bagimu capres mu, bagi kami capres kami. Beda capres tapi kita harus tetap saling toleransi," kata Maruf Amin saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1440 Hijriah, di Medan, Selasa (20/11/2018).

Ibarat tubuh, kata dia, kalau satu anggota tubuh sakit, maka anggota tubuh yang lain juga akan merasakan sakit, demikian juga dengan bangsa ini meski berbeda suku, agama namun tetap saling menjaga, saling menyayangi dan saling melindungi satu sama lain.

"Kita kembangkan terus ukhuwah Islamiah, karena saudara sesama bangsa dan negara serta sesama umat manusia. Kita diciptakan Allah SWT yang saling berpasangan dan berkembang menjadi bersuku-suku dan berbangsa-bangsa untuk saling menyayangi. Mudah-mudahan itu tetap bisa kita jaga selamanya," katanya pula.

"Sesuatu bisa rukun kalau dibangun di atas sikap saling pengertian. Kalau saling pengertian, jangankan benar, salah pun bisa dimengerti. Jangan dibalik, jangan saling menyalahkan. Kalau kita saling menyalahkan, tentunya tidak baik untuk kita semua," katanya lagi.

Terkait peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, ia mengatakan Muhammad adalah tokoh perubahan yang tiada bandingan di dunia, karena hanya dalam waktu 23 tahun dia mampu mengubah masyarakat Arab dari zaman jahiliah ke zaman kebaikan.

"Padahal sebelumnya masyarakat di sana tidak tahu mana baik mana buruk. Mereka diubah menjadi masyarakat yang tahu mana yang baik dan mana yang buruk," katanya pula.

"Rasulullah melakukan itu dengan santun tanpa kekerasan, sehingga yang diajak merasa diperlakukan dengan hormat. Nah itu lah yang harus kita contoh. Mari saling nasihat menasihati, jangan saling memaki. Mari saling merangkul, bukan memukul," katanya lagi. (Antara)

Baca Juga: Kubu Prabowo: Kelas Maruf Amin Sejak Jadi Cawapres Sudah Berubah

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI