Gaji Kurang, Guru SD Zainul Abidin Jadi Tukang Ojek Online

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 25 November 2018 | 12:39 WIB
Gaji Kurang, Guru SD Zainul Abidin Jadi Tukang Ojek Online
Seorang guru SD, Zainul Abidin (35) menjadi tukang ojek online. (BeritaJatim.com)

Suara.com - Seorang guru SD, Zainul Abidin (35) menjadi tukang ojek online karena gajinya sebagai guru kurang. Ngojek dilakukan Zainul saban hari setelah mengajar.

Siang cukup terik, Zainul baru saya pulang dari sekolah tempatnya mengajar. Mesin sepeda motor milik guru olahraga ini belum juga dingin. Lelah setengah hari di sekolah belum juga hilang.

Namun warga Dusun Wersah, Kelurahan Kepanjen, Jombang Kota ini buru-buru berganti pakaian. Dia mengenakan jaket hitam kombinasi hijau. Ya, seragam seorang guru berubah menjadi seragam tukang ojek online (ojol).

Sejurus kemudian Zainul keluar dari rumah dan menghidupkan sepeda motor matik miliknya. Guru SDN Jelakombo 2, Kecamatan Jombang ini menggeber sepeda motor itu. Dia menyusuri jalanan kota, membelah padatnya jalan raya.

Zainul baru berhenti ketika kendarannya sampai di halte depan LP (Lembaga Pemasyarakatan) Jombang. Motor diparkir, Zainul kemudian duduk di halte tersebut sembari menunggu orderan. Sementara tangan pria paruh baya ini tak lepas dari smartphone miliknya.

Beberapa saat kemudian, smartphone tersebut berkedip-kedip, pertanda sebuah pesan masuk. Zainul senang bukan kepalang karena orderan yang ditunggu akhirnya datang. Guru honorer ini kembali menghidupkan sepeda motornya, menjemput penumpang yang sudah menunggu di timur alun-alun Jombang.

"Lumayan sudah dapat penumpang, meski hanya dalam kota. Tarifnya empat ribu rupiah. Ini aktifitas saya sehari-hari selain menjadi guru honorer," kata Zainul memulai kisahnya, Minggu (25/11/2018).

Zainul menceritakan, dia masuk menjadi guru honorer di SDN Jelakombo 2 sejak 2004, yakni selepas lulus dari IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Kediri. Saat itu gaji yang diterima Zainul hanya Rp 50 ribu per bulan. Di sekolah itu, Zainul mengampu sebagai guru olahraga.

Seiring laju waktu, gaji yang diterima terus bertambah. Hingga saat ini Zainul menerima gaji Rp 500 ribu setiap bulan. Namun demikian, besaran gaji tersebut jauh dari kata cukup. Betapa tidak, Zainul harus menghidupi seorang istri dan satu anak.

Untuk menambal kebutuhan ekonominya, guru olahraga ini harus memutar otak. Gayung pun bersambut, sejak setahun terakhir, ojek online masuk kota Jombang. Zainul kemudian mendaftar sebagai driver atau pengemudi.

Sejak itu, bapak satu anak ini memiliki dua kesibukan. Pagi hingga siang menjadi guru, sementara siang hingga malam menjadi tukang ojek online. "Hanya untuk kerja sambilan. Pekerjaan utama tetap sebagai guru. Untuk menambah penghasilan. Karena guru honorer gajinya sangat kecil," kata Zainul dengan suara berat.

Berapa penghasilan sebagai tukang ojek? Zainul mengungkapkan, selama menjadi tukang ojek, dirinya menargetkan pendapatan Rp 50 ribu per hari. Sehingga jika dirata-rata, guru olahraga ini mendapatkan pemasukan tambahan Rp 1,5 juta per bulan. Penghasikan alternatif tersebut sangat membantu agar dapurnya tetap ngebul.

"Kalau dirata-rata sebulan bisa mencapai Rp 1,5 juta. Tapi kadang saat sepi bisa di bawah besaran tersebut. Namun yang pasti ini sangat membantu ekonomi keluarga saya," kata Zainul merinci.

Suami dari Ani Sukarsih ini mengakui, kesejahteraan guru honorer masih terpuruk. Ibarat api yang jauh dari panggang. Tentu saja, hal itu tidak berbanding lurus dengan jasa guru yang mengajari murid hingga menjadi pandai. Bahkan lebih ironis, gaji guru honorer jauh di bawah penghasilan buruh pabrik.

Oleh sebab itu, tepat peringatan Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November ini, Zainul berharap pemerintah memberikan perhatian lebih. Yakni dengan meningkatkan kesejahteraan pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pengemudi Ojol di Jatim Ramai-ramai Kecam Ucapan Prabowo

Pengemudi Ojol di Jatim Ramai-ramai Kecam Ucapan Prabowo

News | Sabtu, 24 November 2018 | 17:45 WIB

Merasa Terhina, Sopir Ojek Online di Jatim Protes Ucapan Prabowo

Merasa Terhina, Sopir Ojek Online di Jatim Protes Ucapan Prabowo

News | Sabtu, 24 November 2018 | 14:17 WIB

Prabowo Subianto Didemo Sopir Ojek Online

Prabowo Subianto Didemo Sopir Ojek Online

News | Jum'at, 23 November 2018 | 16:58 WIB

Prabowo Diusulkan Dapat Gelar Bapak Ojek Online, Setuju?

Prabowo Diusulkan Dapat Gelar Bapak Ojek Online, Setuju?

News | Jum'at, 23 November 2018 | 07:00 WIB

Parah Banget, Oknum Ojol di Jogja Lecehkan Ibu Penumpang

Parah Banget, Oknum Ojol di Jogja Lecehkan Ibu Penumpang

Otomotif | Rabu, 21 November 2018 | 14:52 WIB

Terkini

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 21:01 WIB

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:50 WIB

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:37 WIB

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:08 WIB

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:07 WIB

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

Tutup Program Magang Kemendagri Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Penguatan Karakter

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 20:04 WIB

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:57 WIB

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:49 WIB

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:47 WIB