Tim Prabowo Minta Jokowi Gunakan Diksi yang Menyatukan Masyarakat

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Senin, 26 November 2018 | 20:39 WIB
Tim Prabowo Minta Jokowi Gunakan Diksi yang Menyatukan Masyarakat
Calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyapa warga Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/11/2018). [Suara.com/Dwi Bowo Rahardjo]

Suara.com - Badan Pemenangan Nasional pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno meminta Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi untuk tidak berlebihan alias lebay terkait adanya kompor di Pilpres 2019. Juru bicara BPN Prabowo - Sandiaga, Suhud Aliyudin justru menilai Jokowi sebagai pemicu atau kompor untuk kegaduhan di Pilpres 2019.

Menurut Suhud, masyarakat di lapisan bawah tidak menunjukkan adanya kegaduhan yang dituding Jokowi karena ada pihak yang menjadi kompor. Suhud menyebut kalau Jokowi lah yang malah melahirkan diksi-diksi tidak umum dan malah memicu kegaduhan di masyarakat.

"Justru pernyataan Pak Jokowi dengan istilah 'kompor' menambah daftar diksi yang justru akan memicu kegaduhan di masyarakat. Karena masyarakat akan saling sindir menggunakan istilah yang dipopulerkan oleh Pak Jokowi itu," kata Suhud kepada wartawan, Senin (26/11/2018).

Menurut Suhud, perilaku masyarakat tergantung dengan apa yang dilakukan atau disampaikan elit atau pemimpinnya. Namun kalau elit terus menyampaikan diksi yang kontroversi tentu akan diikuti oleh masyarakat.

Oleh karena itu, Suhud meminta kepada Jokowi sebagai kepala negara untuk menggunakan diksi-diksi yang mententramkan masyarakat.

"Sebaiknya Pak Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan menggunakan diksi yang menentram dan menyatukan masyarakat karena kenyataannya masyarakat di lapis bawah damai-damai saja," ujarnya.

Suhud kemudian menyebut Jokowi sengaja dan sering memunculkan diksi-diksi aneh untuk menutupi janjinya yang dinilai Suhud belum bisa ditepati.

"Kami justru curiga Pak Jokowi sengaja memunculkan istilah-istilah baru untuk menghindari tuntutan publik terhadap janji-janji kampanye yang tak mampu ditepati, dan juga menghindari kampanye yang bersifat substantif," pungkasnya.

Sebelumnya Capres petahana Jokowi mengatakan banyak pihak yang memanas-manasi selama sebelum dan saat masa kampanye Pilpres 2019. Jokowi menyebut pihak tersebut sebagai kompor.

baca juga

"Kita ini saudara, sebangsa, dan se-Tanah Air. Jangan lupakan itu. Ini karena banyak kompor, karena dipanas-panasi, dikompor-kompori jadi panas semuanya," kata Jokowi setelah mendapatkan gelar adat Rajo Balaq Mangku Nagara, di Griya Agung, Palembang, Minggu (25/11/2018).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Warga Cekcok Soal Pilpres Hingga Tewas, Kubu Jokowi Prihatin

Warga Cekcok Soal Pilpres Hingga Tewas, Kubu Jokowi Prihatin

News | Senin, 26 November 2018 | 20:02 WIB

Ahmad Dhani : Dewa 19 Takut Kritik Rezim Jokowi

Ahmad Dhani : Dewa 19 Takut Kritik Rezim Jokowi

Entertainment | Senin, 26 November 2018 | 19:54 WIB

Ditantang Yusril Sumpah Pocong, Kubu Prabowo: Jangan Maksa dong

Ditantang Yusril Sumpah Pocong, Kubu Prabowo: Jangan Maksa dong

News | Senin, 26 November 2018 | 19:35 WIB

Prabowo - Sandiaga Akan Hadiri Acara Reuni PA 212 ke-2 di Monas?

Prabowo - Sandiaga Akan Hadiri Acara Reuni PA 212 ke-2 di Monas?

News | Senin, 26 November 2018 | 19:20 WIB

Kubu Prabowo Boikot Metro TV, KPI: Kalau Bermasalah Kita Tegur

Kubu Prabowo Boikot Metro TV, KPI: Kalau Bermasalah Kita Tegur

News | Senin, 26 November 2018 | 19:07 WIB

Terkini

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:36 WIB

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:50 WIB