Dukung Prabowo-Sandiaga, Kubu Romi akan Pidanakan PPP Muktamar Jakarta

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 29 November 2018 | 11:06 WIB
Dukung Prabowo-Sandiaga, Kubu Romi akan Pidanakan PPP Muktamar Jakarta
Anggota DPR dari Fraksi PPP Arsul Sani [suara.com/Welly Hidayat]

Suara.com - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hasil muktamar Surabaya akan menggiring PPP hasil muktamar Jakarta ke jalur hukum pidana. Bukan karena dukungannya yang berlabuh kepada Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, tetapi karena diklaim sudah memalsukan sejumlah dokumen.

Sekjen PPP muktamar Surabaya, Arsul Sani menyatakan, PPP muktamar Jakarta yang dipimpin Humprey Djemat telah menyebar kebohongan karena sudah mengaku sebagai DPP PPP. Padahal, kata Arsul, PPP kubu Humprey sudah memalsukan sejumlah dokumen.

"Kami akan mengambil tindakan hukum secara pidana, bukan karena mereka dukung PAS (Prabowo - Sandiaga), tapi karena mereka memalsukan kop surat, stempel dan menyebar kebohongan dengan mengaku sebagai DPP PPP," kata Arsul saat dihubungi wartawan, Rabu (29/11/2018).

Tak hanya itu, Arsul menuding Humprey tengah melakoni sandirawa politik. Pernyataan Arsul tersebut diperkuat dengan adanya informasi bahwa istri Humprey, Triana Dewi Seroja Djemat terdaftar sebagai tim pendukung Cawapres Nomor Urut 01 Ma'ruf Amin untuk Tim Kampanye Daerah (TKD) Jakarta. Arsul pun menyebut Triana aktif mengkampanyekan Capres - Cawapres Joko Widodo atau Jokowi - Ma'ruf Amin.

Menurut Arsul, sesungguhnya kepengurusan PPP muktamar Jakarta sudah bubar karena ditinggalkan oleh sejumlah petingginya yang kini berlabuh di partai lain.

Bahwa Ketua Umum PPP muktamar Jakarta terdahulu yakni Djan Faridz sudah menyatakan mundur. Kemudian Dimyati Natakusumah yang mengklaim dirinya sebagai Sekjen pun kini maju sebagai caleg DPR RI dari PKS. Sementara petinggi lainnya juga melakukan hal yang sama.

Oleh karena itu, kata Arsul, PPP kubu Humprey hanyalah mencari sensasi. Seolah tak khawatir dengan dampak dukungan PPP kubu Humprey kepada Prabowo - Sandiaga, ia yakin suara PPP muktamar Jakarta tidak sampai ke akar rumput.

"Apa yang oleh media disebut sebagai PPP Muktamar Jakarta itu kan hanya segelintir orang yang lagi cari perhatian media dan saluran politik supaya jadi berita. Tapi kecil sekali mereka suara mereka sampai atau didengar akar rumput," pungkasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Prabowo - Sandiaga Terima Kunjungan Silaturahmi dari Keturunan Pendiri NU

Prabowo - Sandiaga Terima Kunjungan Silaturahmi dari Keturunan Pendiri NU

News | Kamis, 29 November 2018 | 06:27 WIB

Sandiaga Uno: Reuni Akbar 212 Tak Hanya Untungkan Saya dan Prabowo

Sandiaga Uno: Reuni Akbar 212 Tak Hanya Untungkan Saya dan Prabowo

News | Kamis, 29 November 2018 | 03:00 WIB

Ke Rumah Prabowo, PPP Versi Humprey Jemat Deklarasi Dukungan

Ke Rumah Prabowo, PPP Versi Humprey Jemat Deklarasi Dukungan

News | Rabu, 28 November 2018 | 22:50 WIB

Kubu Prabowo Kritik Presiden Jokowi Tak Atur Ojek Online

Kubu Prabowo Kritik Presiden Jokowi Tak Atur Ojek Online

News | Kamis, 29 November 2018 | 02:00 WIB

Hemat Dana Kampanye, Sandiaga Tak Pakai Kursi dan Panggung Diganti Kardus

Hemat Dana Kampanye, Sandiaga Tak Pakai Kursi dan Panggung Diganti Kardus

News | Kamis, 29 November 2018 | 01:00 WIB

Terkini

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

×