Dituding Organisasi Sesat, PBNU Minta Dubes Arab Saudi Tak Ikut Campur

Dwi Bowo Raharjo, Walda Marison

Senin, 03 Desember 2018 | 19:27 WIB
Dituding Organisasi Sesat, PBNU Minta Dubes Arab  Saudi Tak Ikut Campur
Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj. (Suara.com/Walda Marison)

Suara.com - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam pernyataan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osamah Muhammad Al-Suaibi. Lewat cuitan Twitternya, Osamah dinilai sudah menuduh organisasi PBNU sesat karena membakar bendera bertulisan kalimat Tauhid beberapa waktu lalu.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan pihaknya merasa dirugikan dengan pernyataan Osamah.

Dalam akun twitternya @Os_alsuaibi Osamah menyebut Reuni Akbar 212 kemarin merupakan bentuk protes umat Islam atas pembakaran bendera Tauhid. Said Aqil Siradj pun sempat membacakan isi cuitan Osamah yang sudah di terjemahkan ke bahasa Indonesia.

"Dalam twitternya resminya, Al Suaibi bilang 'Masa yang berjumlah lebihdari 1 juta berkumpul demo menyatakan persatuan umat islam merupakan reaksi keras dibakarnya bendera Tauhid. Dari seorang, dari organisasi yang sesat atau menyimpang dari satu bulan lalu, dengan dihadiri oleh capres Prabowo Subianto, Fadli Zon, dan tokoh tokoh muslim yang lain' itu lah isi twitternya," ujar Said di markas PBNU, Jalan Keramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (3/12/2018).

Atas cuitan tersebut, pihaknya pun menganggap Arab Saudi sudah menghina organisasinya.

Selain mengecam pernyataan tersbut, Said menilai Osamah tidak tahu cara berdiplomasi dengan baik.Menurutnya pernyataan ini dapat menghancurkan hubungan antara Indonesia dan Arab Sauid.

"Jangan mencampuri urusan politik suatu negara di luar kewenangannya. Hal ini jelas mengganggu hubungan diplomatik RI-Saudi Arabia, atas dasar ini kami menyampaikan protes keras," tegas dia.

Menurut Said, kasus pembakaran bendera berkalimat tauhid yang dilakukan oknum Banser NU tidak layak lagi untuk dibahas. Pihaknya sudah menyesali perbuatan pembakaran bendera tersebut.

"Padahal terkait hal ini, GP Ansor sudah memberikan sanksi kepada oknum yang melakukan pembakaran dan tindakan tersebut keluar dari SOP GP. Ansor, bahkan kami keluarga Besar NU menyesalkan kejadian tersebut ," lanjutnya.

baca juga

Sebagai bentuk protes, pihaknya mengaku sudah berkirim surat oleh Meneteri Luar Negeri untuk menindak lanjuti peristiwa yang diangap sebagai penghinaan ini. Ia berharap ada tindakan tegas yang dilakukan Kemenlu.

"Perlu diketahui kami juga sudah menkontak langsung dengan bu Menlu. Kami minta ada tindakan tegas dari Kemenlu, kalau perlu ditarik kembali itu kedubesnya dan ganti yang baru," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tewas Usai Reuni Akbar 212, Erni Menyesal Tak Larang Idris Ikut

Tewas Usai Reuni Akbar 212, Erni Menyesal Tak Larang Idris Ikut

News | Senin, 03 Desember 2018 | 18:11 WIB

Penumpang KRL Melonjak 500 Persen Saat Reuni Akbar 212 di Monas

Penumpang KRL Melonjak 500 Persen Saat Reuni Akbar 212 di Monas

News | Senin, 03 Desember 2018 | 17:55 WIB

Meninggal Usai Reuni 212, Muhammad Idris Dikenal Dekat dengan Gerindra

Meninggal Usai Reuni 212, Muhammad Idris Dikenal Dekat dengan Gerindra

News | Senin, 03 Desember 2018 | 16:47 WIB

Kisah Peserta Reuni 212 yang Tewas, Berencana Umrah Sama Istri Tahun Depan

Kisah Peserta Reuni 212 yang Tewas, Berencana Umrah Sama Istri Tahun Depan

News | Senin, 03 Desember 2018 | 16:16 WIB

Tanggapi Seruan Rizieq, PKB: Urus Dirinya Saja Belum Selesai Kok

Tanggapi Seruan Rizieq, PKB: Urus Dirinya Saja Belum Selesai Kok

News | Senin, 03 Desember 2018 | 15:33 WIB

Terkini

Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid di Pusaran Kasus Korupsi, Bahlil: Ini Musibah buat Golkar

Fahd A Rafiq dan Nusron Wahid di Pusaran Kasus Korupsi, Bahlil: Ini Musibah buat Golkar

Video | Kamis, 17 September 2026 | 22:05 WIB

Hidup Lebih Lama Tak Cukup, Ini Cara Menjalani Hari agar Tetap Sehat dan Bermakna

Hidup Lebih Lama Tak Cukup, Ini Cara Menjalani Hari agar Tetap Sehat dan Bermakna

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 21:49 WIB

172 Ribu PPPK Guru Paruh Waktu Bakal Tes, Lulus Bisa Jadi Pegawai Penuh Waktu

172 Ribu PPPK Guru Paruh Waktu Bakal Tes, Lulus Bisa Jadi Pegawai Penuh Waktu

News | Kamis, 17 September 2026 | 21:48 WIB

DPRD Kota Bogor Dorong Optimalisasi PAD dalam Perubahan APBD 2026

DPRD Kota Bogor Dorong Optimalisasi PAD dalam Perubahan APBD 2026

Bogor | Kamis, 17 September 2026 | 21:35 WIB

Haji Isam Ambil Alih 30 Persen Saham Bayan Resources

Haji Isam Ambil Alih 30 Persen Saham Bayan Resources

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 21:34 WIB

9 Oleh-Oleh Bali Favorit Wisatawan, Falala Chocolate Jadi Pilihan Nomor 1

9 Oleh-Oleh Bali Favorit Wisatawan, Falala Chocolate Jadi Pilihan Nomor 1

Bali | Kamis, 17 September 2026 | 21:31 WIB

DSI Harus Jadi  Integrated Data Center dan Pengawas, Kesuksesan Diukur dari Perbaikan Tata Kelola

DSI Harus Jadi Integrated Data Center dan Pengawas, Kesuksesan Diukur dari Perbaikan Tata Kelola

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 21:28 WIB

Tak Harus Jago Teknologi, Ini 5 Cara AI Bisa Bantu UMKM Kembangkan Bisnis

Tak Harus Jago Teknologi, Ini 5 Cara AI Bisa Bantu UMKM Kembangkan Bisnis

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 21:24 WIB

Raksasa Alat Berat China Bangun Pusat Layanan Purnajual di Balikpapan

Raksasa Alat Berat China Bangun Pusat Layanan Purnajual di Balikpapan

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 21:18 WIB

Hangat di Rel LRT Jakarta, Dingin di Peta Politik 2029: Mengapa Duet Prabowo-Pramono Sulit Terwujud?

Hangat di Rel LRT Jakarta, Dingin di Peta Politik 2029: Mengapa Duet Prabowo-Pramono Sulit Terwujud?

News | Kamis, 17 September 2026 | 21:11 WIB

×