Korban Penembakan di Trans Papua Dievakuasi Menggunakan Helikopter

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 04 Desember 2018 | 15:26 WIB
Korban Penembakan di Trans Papua Dievakuasi Menggunakan Helikopter
Pembangunan Jalan Trans Papua Habema-Mbua. [Dok Kementerian PUPR]

Suara.com - Pasukan gabungan TNI dan Polri mengevakuasi korban penembakan di Trans Papua menggunakan helikopter, Selasa (4/12/2018) malam ini. Evakuasi dilakukan ke Wamena, Papua.

TNI dan Polri akan melakukan investigasi terkait pembunuhan 31 pekerja proyek Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak, Papua, oleh kelompok bersenjata. Wakapendam Cendrawasih Letkol Inf Dax Sianturi mengatakan pasukan gabungan tersebut bertolak menuju Distrik Yigi pada pukul 14.00 WIT.

Pada saat melakukan perjalanan ke daerah terjadinya insiden tersebut pada Senin pukul 18.30 WIT, kata dia, pasukan gabungan menemukan Pos Yonif 775/Yallet di Distrik Mbua diserang oleh kelompok bersenjata tersebut dan menemukan satu tentara tewas dan satu terluka.

"Rencana korban akan dievakuasi sore ini menggunakan heli menuju Wamena. Rencana dapat berubah tergantung kondisi cuaca," jelas dia.

Saat ini, kata Dax Sianturi, pasukan tersebut masih berada di Distrik Mbua untuk melakukan penyisiran.

Dia mengakui pasukan gabungan masih kesulitan untuk menuju Distrik Yigi karena medan yang cukup berat.

"Jarak dari Distrik Mbua ke Distrik Yigi masih sekitar 10 kilometer dan belum ada jalan," kata dia.

Polisi membenarkan adanya penembakan terhadap 31 pekerja proyek Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak, Papua, oleh kelompok yang menamakan dirinya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

"Ada 31 pekerja meninggal dunia. Itu berdasarkan laporan dari tokoh masyarakat yang ada di sana," ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Polisi Ahmad Musthofa Kamal ketika dihubungi Anadolu Agency, Selasa.

baca juga

Kamal menjelaskan kelompok bersenjata mulanya menembak 24 pekerja, sementara delapan lainnya sempat menyelamatkan diri ke rumah salah satu tokoh masyarakat. Namun, kata Kemal, tujuh orang di antara yang sempat melarikan diri tersebut dijemput paksa oleh kelompok bersenjata dan dibunuh, dan satu orang lainnya belum ditemukan.

"Tadinya ketujuh orang yang melarikan diri selamat, tapi kemudian dijemput oleh kelompok itu, langsung dibantai" kata Kamal. (Anadolu)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

31 Pekerja Tewas di Trans Papua, DPR Sebut TNI-Polri Kecolongan

31 Pekerja Tewas di Trans Papua, DPR Sebut TNI-Polri Kecolongan

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 15:24 WIB

Menhan Geram Kelompok Bersenjata di Papua Bunuh TNI

Menhan Geram Kelompok Bersenjata di Papua Bunuh TNI

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 14:54 WIB

Menhan Sebut Pelaku Penembakan di Trans Papua Kelompok OPM

Menhan Sebut Pelaku Penembakan di Trans Papua Kelompok OPM

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 14:37 WIB

22 Peti Mati Disiapkan untuk Korban Penembakan di Trans Papua

22 Peti Mati Disiapkan untuk Korban Penembakan di Trans Papua

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 14:37 WIB

Korban Penembakan, Martinus dan Jefrianto Ditembak di Kaki dan Pelipis

Korban Penembakan, Martinus dan Jefrianto Ditembak di Kaki dan Pelipis

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 14:23 WIB

Terkini

Soal Pemberian Amplop kepada Pejabat, Gratifikasi Sebaiknya Ditolak Sejak Awal

Soal Pemberian Amplop kepada Pejabat, Gratifikasi Sebaiknya Ditolak Sejak Awal

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:09 WIB

Daftar Warna Keberuntungan Shio 2026, Bawa Energi Positif Menurut Ahli

Daftar Warna Keberuntungan Shio 2026, Bawa Energi Positif Menurut Ahli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:03 WIB

Kafka on the Shore: Perjalanan Menemukan Diri di Antara Mimpi dan Kenyataan

Kafka on the Shore: Perjalanan Menemukan Diri di Antara Mimpi dan Kenyataan

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 16:00 WIB

KPK Tak Bisa Sendirian, Pengawasan Dana Otsus Papua Tak Boleh Dibebankan pada Satu Lembaga

KPK Tak Bisa Sendirian, Pengawasan Dana Otsus Papua Tak Boleh Dibebankan pada Satu Lembaga

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:55 WIB

Momen Teddy Suruh Push Up 1.600 Taruna Akmil, Kolom Komentar Ramai Diserbu Netizen

Momen Teddy Suruh Push Up 1.600 Taruna Akmil, Kolom Komentar Ramai Diserbu Netizen

Video | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:55 WIB

7 Smartwatch yang Bagus buat Pelacakan Kebugaran dengan Fitur Lengkap Olahraga

7 Smartwatch yang Bagus buat Pelacakan Kebugaran dengan Fitur Lengkap Olahraga

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:50 WIB

Review Viva Retinol Serum Anti-Aging Murah dengan Hasil Nampol, Harga Cuma Rp26 Ribuan

Review Viva Retinol Serum Anti-Aging Murah dengan Hasil Nampol, Harga Cuma Rp26 Ribuan

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:47 WIB

Jepang dan NVIDIA Bangun AI Fisik, Robot Cerdas Siap Revolusi Industri Global

Jepang dan NVIDIA Bangun AI Fisik, Robot Cerdas Siap Revolusi Industri Global

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:43 WIB

4 Rekomendasi Moisturizer Penghilang Flek Hitam, Lengkap Review Pembeli

4 Rekomendasi Moisturizer Penghilang Flek Hitam, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:36 WIB

Perwaris Sesalkan Aksi Persekusi Serang 'Boti', di Semarang Mereka dapat Ruang Nyaman

Perwaris Sesalkan Aksi Persekusi Serang 'Boti', di Semarang Mereka dapat Ruang Nyaman

Jawa Tengah | Sabtu, 18 Juli 2026 | 15:34 WIB

×