Menhan Sebut Pelaku Penembakan di Trans Papua Kelompok OPM

Bangun Santoso, Ria Rizki Nirmala Sari

Selasa, 04 Desember 2018 | 14:37 WIB
Menhan Sebut Pelaku Penembakan di Trans Papua Kelompok OPM
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu memastikan kelompok bersenjata yang menembaki puluhan pekerja di Trans Papua bukan dari masyarakat sipil. Ryamizard pastikan mereka berasal dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Peristiwa itu terjadi kala kelompok bersenjata menembaki 31 pekerja PT. Istaka Karya di wilayah Kabupaten Nduga, Papua pada Minggu (2/12/2018). Ryamizard menegaskan kalau peristiwa tersebut merupakan tanggung jawabnya.

"Saya sebagai Menteri Pertahanan juga bertanggung jawab. Tanggung jawab saya juga bukan hanya polisi dan tentara saja. Saya bertanggung jawab," kata Ryamizard di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Selasa (4/12/2018).

Ryamizard menegaskan, kelompok bersenjata itu teridentifikasi merupakan anggota OPM. Sebelumnya Ryamizard pun meyakini kalau pelaku penembakan itu memiliki tujuan untuk memisahkan Papua dari Indonesia.

"Oh iya lah. Sudah lah, kalau begitu OPM. Masa orang biasa nembak-nembak," ujarnya.

Ryamizard juga mengomentari soal sulitnya evakuasi korban yang dilakukan oleh petugas. Dirinya menyarankan agar petugas yang melakukan evakuasi untuk segera membawa helikopter dengan ukuran besar.

"Ya segera saja bawa helikopter yang lebih besar, pesawat lebih besar, ke tempatnya," kata dia.

Diketahui, sebanyak 31 pekerja PT. Istaka Karya di proyek Trans Papua ditembak mati kelompok bersenjata. Kepolisian Papua menceritakan detik-detik penembakan itu terjadi.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan pekerja PT. Istaka Karya itu sedang mengerjakan pembangunan Jembatan Kali Yigi dan Kali Aurak di Kabupaten Nduga, Papua. Mereka ditembak mati pada 1 dan 2 Desember 2018 kemarin.

baca juga

Penembakan Trans Papua baru diketahui pada Senin, 3 Desember 2018, sekitar pukul 15.30 WIT dari informasi masyarakat bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap para pekerja proyek PT. Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menhan Sebut Penembak di Trans Papua Ingin Pisahkan Diri dari Indonesia

Menhan Sebut Penembak di Trans Papua Ingin Pisahkan Diri dari Indonesia

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 14:25 WIB

Korban Penembakan, Martinus dan Jefrianto Ditembak di Kaki dan Pelipis

Korban Penembakan, Martinus dan Jefrianto Ditembak di Kaki dan Pelipis

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 14:23 WIB

Ini Identitas 2 Korban Selamat dari Penembakan di Trans Papua

Ini Identitas 2 Korban Selamat dari Penembakan di Trans Papua

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 14:15 WIB

Satu Tentara Ditembak Mati di Pos TNI Mbua, Papua

Satu Tentara Ditembak Mati di Pos TNI Mbua, Papua

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 14:04 WIB

Rekam Penangkapan Rakyat, Dokter Muda Papua Disiksa 10 Polisi

Rekam Penangkapan Rakyat, Dokter Muda Papua Disiksa 10 Polisi

News | Selasa, 04 Desember 2018 | 14:00 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×