Ribuan Kuburan di Jakarta Utara Terendam Banjir Sejak 2003

Iwan Supriyatna, Muhammad Yasir

Rabu, 05 Desember 2018 | 15:52 WIB
Ribuan Kuburan di Jakarta Utara Terendam Banjir Sejak 2003
Ribuan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir. (Suara.com/Muhammad Yasir)

Suara.com - Ribuan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir. Syaiful Bahri (36) seorang perawat makam mengungkapkan kondisi tersebut sudah terjadi berulang kali setiap musim penghujan.

Syaiful pria yang sudah mengabdikan diri sebagai perawat makam TPU Semper sejak tahun 1991 itu menceritakan bahwa kondisi banjir terparah terjadi pada tahun 2003.

Ketika itu, kata Syaiful ketinggian air hampir rata dengan jalan, yang mana kondisi jalan itu berada di atas pemakaman yang mengakibatkan sebagai besar makam turut terendam.

"Paling parah tahun 2003 sama 2007 banjirnya sampai ke jalan, pokoknya yang di tengah dan bawah parah dah," kata Syaiful saat ditemui di TPU Semper, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (6/12/2018).

Lebih lanjut, Syaiful menuturkan akibat banjir yang menggenangi pemakaman tak jarang mengakibatkan longsor. Hal itu terjadi biasanya pada makam-makam yang berumur kurang dari satu tahun.

Sementara, lanjut Syaiful untuk makam yang lama bisanya tidak sampai terjadi longsor.

Ribuan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir.
Ribuan makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Semper, Semper Timur, Cilincing, Jakarta Utara, terendam banjir.

"Tergantung dari ahli waris, kalau mau dibenerin yang udah kita benerin, kalau enggak ada permintaan yaudah kita biarin aja," imbuhnya.

Pantauan Suara.com di lokasi makam yang terendam banjir berada di Unit Islam. Adapun kondisi terparah berada di Blok A II Blad 41-49, Blok AA II Blad 50-58 dan Blok AA Blad 50-58 yang mana hampir seluruh makam terendam sekitar 50-60 centimeter.

Menanggapi hal itu, Kepala Seksi Pemakaman Suku Dinas Kehutanan Jakarta Utara, Syafdarifal mengatakan pihaknya tengah malakukan upaya penyedotan air dengan pompa. Kendati begitu menurutnya upaya tersebut tidak terlalu berarti.

"Kita lakukan penyedotan dengan pompa tapi memang enggak signifikan. Kita nyedot bisa sampai dua hari lebih, hujan sebentar, udah tinggi lagi," tuturnya.

Untuk itu, Syafdarifal menyampaikan bahwasanya pihaknya tengah merencanakan untuk meninggikan permukaan tanah makam.

Saat ini pihaknya tengah bekerjasama dengan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) yang akan menyediakan tanah tersebut.

Syafdarifal menjelaskan mekanismenya yakni dengan menguruk makam-makam yang terendam banjir tanpa melakukan pemindahan.

"Rencananya ini sudah kita tanggul, terus nanti mau kita tinggikan, tanahnya dari Suku Dinas Sumber Daya Air. Biasanya kita nguruk tanah nanti dipatok-patokin makamnya enggak sampai dipindah," tambahnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diguyur Hujan Deras, 2 Titik di Jakarta Timur Banjir Hingga 40 Sentimeter

Diguyur Hujan Deras, 2 Titik di Jakarta Timur Banjir Hingga 40 Sentimeter

News | Senin, 03 Desember 2018 | 20:27 WIB

Penting: Perhatikan Komponen Ini Sehabis Terobos Genangan Air !

Penting: Perhatikan Komponen Ini Sehabis Terobos Genangan Air !

Otomotif | Selasa, 04 Desember 2018 | 10:00 WIB

7 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan Antisipasi Banjir di Jakarta

7 Ribu Personel Gabungan Dikerahkan Antisipasi Banjir di Jakarta

News | Jum'at, 16 November 2018 | 11:00 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×