Akhir Desember 2018, Ujicoba MRT Akan Libatkan Masyarakat

Reza Gunadha, Chyntia Sami Bhayangkara

Selasa, 11 Desember 2018 | 00:05 WIB
Akhir Desember 2018, Ujicoba MRT Akan Libatkan Masyarakat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan jajaran PT MRT-Jakarta saat peresmian pemberian nama kereta MRT rute Bundaran Hotel Indonesia (HI)-Lebak Bulus di Depo Lebak Bulus, Jakarta, Senin (10/12). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta William Sabandar mengatakan, MRT Ratangga akan diuji coba untuk umum pada akhir Desember 2018.

Dalam tahap uji coba itu, pihaknya akan melibatkan masyarakat agar bisa merasakan secara langsung MRT Ratangga.

Kekinian, PT MRT Jakarta masih terus melakukan penyempurnaan pembangunan MRT dan 13 stasiun pemberhentian di sepanjang Bundaran Hotel Indonesia hingga Lebak Bulus.

Nantinya, masyarakat dilibatkan secara langsung dalam ujicoba itu, namun tidak seluruh masyarakat bisa merasakannya.

"Sekarang kita sedang siapkan. Pada saat uji coba operasi, kita akan melibatkan masyarakat secara terbatas untuk terlibat dalam latihan-latihan uji coba," kata William saat ditemui di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (10/12/2018).

Saat ini, proses uji coba internal dengan berbagai skenario masih terus dilakukan. Melalui uji coba ini akan didapatkan hasil evaluasi untuk perbaikan MRT secara keseluruhan.

"Kita uji coba dengan berbagai skenario, kalau terjadi situasi gawat darurat misalnya. Kalau ada hal-hal yang tidak diingin terjadi seperti apa, bagaimana skenarionya," ungkap William.

Proses ujicoba akan terus dilakukan hingga MRT dioperasikan. Sementara pada Februari 2019, akan dilakukan uji coba penuh. Hal itu dilakukan guna memastikan MRT Ratangga dapat melayani penumpang dengan aman dan nyaman.

Untuk informasi, lintasan MRT fase 1 Bundaran HI hingga Lebak Bulus sepanjang 16 kilometer rencananya akan beroperasi pada Maret 2019. Perjalanan yang ditempuh mencapai 30 menit dengan melintasi 13 stasiun pemberhentian.

Satu rangkaian terdiri atas 6 gerbong kereta dengan kapasitas tiap gerbong sebanyak 200-300 orang dan kapasitas maksimum sebanyak 1.800 penumpang.

Kecepatan kereta dalam tanah bisa mencapai 80 kilometer perjam dan bisa meningkat menjadi 100 kilometer perjam saat berada di atas permukaan tanah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

MRT Ratangga Belum Tentu Punya Gerbong Khusus Perempuan

MRT Ratangga Belum Tentu Punya Gerbong Khusus Perempuan

News | Senin, 10 Desember 2018 | 22:34 WIB

Ditarget Maret 2019, MRT Ratangga Tinggal Selesaikan Interior Stasiun

Ditarget Maret 2019, MRT Ratangga Tinggal Selesaikan Interior Stasiun

News | Senin, 10 Desember 2018 | 21:34 WIB

Timses Jokowi Tak Gentar Prabowo Mau Pindah Markas di Jateng

Timses Jokowi Tak Gentar Prabowo Mau Pindah Markas di Jateng

News | Senin, 10 Desember 2018 | 20:50 WIB

Terkini

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:02 WIB

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:55 WIB

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:44 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat di Bali Dikebut, Gus Ipul Tekankan Akselerasi

Pembangunan Sekolah Rakyat di Bali Dikebut, Gus Ipul Tekankan Akselerasi

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:39 WIB

Biar Keadilan Tak Macet, Komnas Perempuan Minta Polri Rekrut Polwan Disabilitas

Biar Keadilan Tak Macet, Komnas Perempuan Minta Polri Rekrut Polwan Disabilitas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:39 WIB

Kasatgas Tito: Pemulihan Pasca Bencana di Provinsi Aceh Terus Menunjukkan Kemajuan

Kasatgas Tito: Pemulihan Pasca Bencana di Provinsi Aceh Terus Menunjukkan Kemajuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:32 WIB

1.200 Aparat Amankan GBK, Kawal Ketat Duel Timnas Indonesia vs Mozambik

1.200 Aparat Amankan GBK, Kawal Ketat Duel Timnas Indonesia vs Mozambik

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:19 WIB

Isi Tas Ransel Sekdin Muara Enim Bikin Kaget: Ada Uang Rp323 Juta Hasil Korupsi Proyek

Isi Tas Ransel Sekdin Muara Enim Bikin Kaget: Ada Uang Rp323 Juta Hasil Korupsi Proyek

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:03 WIB

Kasus Dadan-Silmy Dikaitkan Konflik Elite: 'Stop Maklumi Korupsi Atas Nama Politik'

Kasus Dadan-Silmy Dikaitkan Konflik Elite: 'Stop Maklumi Korupsi Atas Nama Politik'

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:01 WIB

Drama Lahan Roa Malaka: Pihak S Bantah Tudingan Mafia, Singgung Status Tersangka Lawan

Drama Lahan Roa Malaka: Pihak S Bantah Tudingan Mafia, Singgung Status Tersangka Lawan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 19:55 WIB