Insiden Pengusiran Sandiaga, Kubu Jokowi: Terlalu Kentara Sandiwara

Agung Sandy Lesmana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 12 Desember 2018 | 21:41 WIB
Insiden Pengusiran Sandiaga, Kubu Jokowi: Terlalu Kentara Sandiwara
Poster suruh pulang Sandiaga Uno di pasar Sumatera Utara. (twitter)

Suara.com - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai Sandiaga Uno kebanyakan melakukan sandiwara saat melakukan blusukan ke daerah.

Hal itu disampaikan Ace menyusul adanya insiden pengusiran cawapres nomor urut 02 itu saat berkunjung ke Pasar Tanah Labuan Batu, Sumatera Utara pada Selasa (11/12/2018) kemarin.

"Soal kejadian di Pasar Kota Pinang Labuan Batu Medan, kami tegaskan bahwa terlalu kentara bahwa itu sandiwara," ujar Ace di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu (12/12/2018).

Ace pun meminta semua pihak untuk melihat dengan seksama di dalam video tersebut bahwa ada yang mengaku disuruh untuk memasang tulisan di sebuah kertas karton bertuliskan "Pak Sandiaga Uno Sejak Kecil Kami Sudah Bersahabat Jangan Pisahkan Kami Gara - Gara Pilpres, Pulanglah!!!"

Dari video tersebut, tampak seorang pria berkemeja hitam dan bertopi hitam diduga Koordinator Media Tim Sandiaga, melarang anggota timses Sandiaga ketika ingin mencopot poster penolakan. Poster yang sempat tercopot akhirnya ditempelkan lagi. Lalu Sandiaga mendatangi poster.

Terkait hal tersebut, Ace menyebut insiden pengusiran Sandiaga itu sudah direncanakan secara rapih.

"Coba diliat secara seksama, video bahwa ada orang yang disuruh orang yang mengaku disuruh untuk memasang tulisan itu, itu kan jelas sekali dari playing victim, by design," kata dia.

Politisi Partai Golkar itu mengatakan sah-sah saja jika kubu Sandiaga ini membuat rekayasa. Namun Ace menyarankan skenario atau rekayasa yang dibuat harus lebih canggih dan rapih.

"Jadi menurut saya lebih kreatif lah kalau kampanye jadi enggak keliatan mencari simpati dengan cara itu. Mencari simpati lebih tepat didapat melalui penyelesaian masalah, bukan menimbulkan masalah. Pasar jadi komoditas politik semata," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kampanye di Jateng, Sandiaga Boyong Bus Klinik OKE OCE

Kampanye di Jateng, Sandiaga Boyong Bus Klinik OKE OCE

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 20:58 WIB

Kasus e-KTP Tercecer, Sandiaga Mengaku Merugi Jika Tak Diusut Tuntas

Kasus e-KTP Tercecer, Sandiaga Mengaku Merugi Jika Tak Diusut Tuntas

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 19:35 WIB

Prabowo Ditantang Jadi Imam Salat, Sandiaga: Silakan Rakyat Menilai

Prabowo Ditantang Jadi Imam Salat, Sandiaga: Silakan Rakyat Menilai

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 17:51 WIB

Kurang Populer, Alasan Sandiaga Pindahkan Posko Pemenangan ke Jateng

Kurang Populer, Alasan Sandiaga Pindahkan Posko Pemenangan ke Jateng

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 16:15 WIB

Sandiaga Diusir dari Pasar: Tidak Ada Upaya Memecah Belah

Sandiaga Diusir dari Pasar: Tidak Ada Upaya Memecah Belah

News | Selasa, 11 Desember 2018 | 12:55 WIB

Terkini

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:20 WIB

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:17 WIB

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:14 WIB

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:07 WIB

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:57 WIB

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:56 WIB

Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet

Aplikasi ShopeePay Perkenalkan Kampanye Terbaru Pasti Gratis Kirim Uang ke Bank dan E-Wallet

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:50 WIB

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

Kabar Terkini Insiden Stasiun Bekasi Timur: 17 Penumpang Dirawat, KAI Siaga Layanan Trauma Healing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 15:44 WIB