Sebar Isu di Obor Rakyat, TKN Jokowi: La Nyalla Kepanjangan Tangan Prabowo

Agung Sandy Lesmana, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 13 Desember 2018 | 18:46 WIB
Sebar Isu di Obor Rakyat, TKN Jokowi: La Nyalla Kepanjangan Tangan Prabowo
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Anggota Dewan Penasehat Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Romahurmuziy meminta agar pihak yang masih tak terima tindakan mantan politikus Partai Gerindra La Nyalla Mattalitti untuk membuat laporan ke polisi. Hal itu disampaikan Rommy, sapaan Rohamurmiziy terkait adanya pengakuan La Nyalla yang telah ikut menyebarkan fitnah kepada Presiden Joko Widodo melalui Tabloid Obor Rakyat.

Menurutnya, tindakan penyebaran isu kepada Jokowi yang dilakukan La Nyalla karena semata untuk membela Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang ketika itu bertarung di Pilpres 2014 lalu.

"Kalau ada yang merasa keberatan ya sampaikan saja (membuat laporan ke polisi). Kalau tidak ada yang merasa keberatan, toh yang dia (La Nyalla) lakukan hanya merupakan penerusan kampanye Prabowo 2014 pada saat itu sebagai timnya," kata Rommy di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Kamis (12/12/2018).

Namun, Rommy menganggap kasus Obor Rakyat yang konten pemberitaannya menyebarkan fitnah kepada Jokowi sudah diproses secara hukum. Petinggi Obor Rakyat yaitu Setyardi dan Darmawan Sepriyosa telah dihukum 8 bulan penjara setelah dinyatakan bersalah telah menyebarkan fitnah kepada Jokowi.

Terkait pengakuan La Nyalla yang ikut menyebarkan isu Jokowi adalah keturunan Tionghoa dan antek asing melalui majalah itu, Rommy menyerahkan agar masyarakat yang menilai.

"Tabloid Obor Rakyat itu kan sudah divonis pelakunya. Kalau kemudian La Nyalla menyatakan diri sebagai yang ikut menyebarkan, dia (La Nyalla) kan kepanjangan tangan tim kampanye Prabowo waktu itu," kata dia.

Untuk diketahui, Tabloid Obor Rakyat terbit pertama kali pada Mei 2014. Edisi pertama yang dikeluarkan itu berjudul 'Capres Boneka'. Dalam setiap kontennya, Obor Rakyat menyebut Jokowi sebagai keturunan Tionghoa serta kaki tangan asing. Obor Rakyat sendiri telah disebarkan ke sejumlah wilayah di Indonesia pada masa kampanye Jokowi-Jusuf Kalla hingga masuk ke pesantren-pesantren.

Kala itu, tim Jokowi - Jusuf Kalla sempat melaporkannya kepada pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan langsung dilimpahkan ka Bareskrim Mabes Polri.

Akhirnya dua petinggi Obor Rakyat yaitu Setyardi Budiono dan Darmawan Sepriyosa dihukum 8 bulan penjara karena divonis bersalah telah melakukan fitnah pada Jokowi. Keduanya sempat tercatat dalam daftar buronan Kejaksaan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Serangan Isu ke Jokowi, PDIP: La Nyalla Mudah-mudahan yang Terakhir

Serangan Isu ke Jokowi, PDIP: La Nyalla Mudah-mudahan yang Terakhir

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 17:16 WIB

Kondisi Kesehatan Ma'ruf Amin Bukan Kendala Kampanye

Kondisi Kesehatan Ma'ruf Amin Bukan Kendala Kampanye

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 16:32 WIB

Kubu Jokowi: Perpindahan Markas Prabowo - Sandiaga ke Jateng Hanya Gimmick

Kubu Jokowi: Perpindahan Markas Prabowo - Sandiaga ke Jateng Hanya Gimmick

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 14:18 WIB

Dapat Dukungan DPW PAN Sumsel, Begini Reaksi TKN Jokowi-Ma'ruf Amin

Dapat Dukungan DPW PAN Sumsel, Begini Reaksi TKN Jokowi-Ma'ruf Amin

News | Kamis, 13 Desember 2018 | 12:56 WIB

Insiden Pengusiran Sandiaga, Kubu Jokowi: Terlalu Kentara Sandiwara

Insiden Pengusiran Sandiaga, Kubu Jokowi: Terlalu Kentara Sandiwara

News | Rabu, 12 Desember 2018 | 21:41 WIB

Terkini

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Ketimpangan Relasi: Rakyat Berjuang Tanpa Bantuan, Negara Menarik Pungutan

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:15 WIB

Zaskia Sungkar Doakan Raffi Ahmad: Semoga Allah Kembalikan Sahabat Kami dari Dunianya Sekarang

Zaskia Sungkar Doakan Raffi Ahmad: Semoga Allah Kembalikan Sahabat Kami dari Dunianya Sekarang

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 16:14 WIB

Tegaskan Wantimpres Tak Bahas Putusan MA Soal Gibran, Margarito: Itu Bukan Isu Presiden

Tegaskan Wantimpres Tak Bahas Putusan MA Soal Gibran, Margarito: Itu Bukan Isu Presiden

News | Senin, 02 November 2026 | 16:11 WIB

Sikap Golkar Tanggapi Desakan Gibran Mundur Usai Putusan MA: Kami Pelajari Kata per Kata!

Sikap Golkar Tanggapi Desakan Gibran Mundur Usai Putusan MA: Kami Pelajari Kata per Kata!

News | Senin, 02 November 2026 | 16:10 WIB

Pebalap Muda Astra Honda Raih Podium di Sepang Malaysia

Pebalap Muda Astra Honda Raih Podium di Sepang Malaysia

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 16:08 WIB

Banner 'Oligarki' di Rawa Buntu Tangsel Diturunkan Satpol PP, Netizen: Giliran Begini Cepet

Banner 'Oligarki' di Rawa Buntu Tangsel Diturunkan Satpol PP, Netizen: Giliran Begini Cepet

News | Senin, 02 November 2026 | 16:06 WIB

BPOM dan Polri Perketat Pengawasan Narkotika, Vape hingga Kosmetik Ilegal

BPOM dan Polri Perketat Pengawasan Narkotika, Vape hingga Kosmetik Ilegal

News | Senin, 02 November 2026 | 16:03 WIB

Golkar Minta Para Pimpinan Parpol Segera Bertemu Sikapi Putusan MA Soal Suket Gibran

Golkar Minta Para Pimpinan Parpol Segera Bertemu Sikapi Putusan MA Soal Suket Gibran

News | Senin, 02 November 2026 | 16:01 WIB

Sinopsis Akka, Angkat Kisah Gangster Perempuan di India Era 1980-an

Sinopsis Akka, Angkat Kisah Gangster Perempuan di India Era 1980-an

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 16:00 WIB

Bus TransJakarta Pecah Ban di Menteng Viral, Manajemen: Bukan Mutu Buruk tapi Kena Paku!

Bus TransJakarta Pecah Ban di Menteng Viral, Manajemen: Bukan Mutu Buruk tapi Kena Paku!

News | Senin, 02 November 2026 | 15:58 WIB

×