30 Orang Dinyatakan Hilang Pasca Tsunami Selat Sunda

Dwi Bowo Raharjo | Suara.com

Minggu, 23 Desember 2018 | 15:49 WIB
30 Orang Dinyatakan Hilang Pasca Tsunami Selat Sunda
Petugas Basarnas dibantu warga mengevakuasi korban meninggal akibat tsunami di pesisir Cinangka, Serang, Banten, Minggu (23/12). [ANTARA FOTO/Basarnas/pras]

Suara.com - Sebanyak 30 orang dilaporkan hilang pasca tsunami Selat Sunda atau tsunami Anyer - Lampung, Sabtu (22/12/2018) malam. 26 orang dinyatakan hilang di Serang dan 4 orang hilang di Pandegelang.

“Korban Hilang di Serang berjumlah 26 orang dan Pandegelang Berjumlah 4 orang,” ujar Kepala pusat data informasi dan humas BNPB Sutopo Purwo Nunggoro saat memberikan keterangan pers di gedung BPBD DIY, Minggu (23/12/2018).

Sutopo menerangkan, data korban hilang kemungkinan akan bisa bertambah. Sebab Badan Nasional Penanggulangan Bencana masih terus melakukan pendataan.

“Data ini sementara diperkiran data masih bertambah," kata Supoto.

Lebih jauh Sutopo mengatakan, proses evakuasi masih terus dilakukan, relawan dan tim evakuasi juga sudah berdatangan.

“Belum semua daerah terdmpak tsunami berhasil di data. Saat ini relawan masih melaukan proses evakuasi," katanya.

Sutopo mengatakan, Tsunami di Selat Sunda merupakan peristiwa yang terjadi karena longsoran Gunung Anak Krakatau serta erupsinya bersmaan dengan gelombang pasang bulan purnama.

"BMKG lakukan analisis, kemungkinan penyebabnya karena longsoran akibat aktivutas erupsi gunung Anak Krakatau bersamaan dengan gelombang pasang karenan bulan purnama," kata Sutopo.

Ia menjelaskan, tsunami yang terjadi tidak diketahui secara pasti. Bahkan tidak ada tanda-tanda gempa tidak terdeteksi lalu peringatn dini tidak berfungsi pada saat tsunami terjadi. Menurutnya peristiwa tersebut terjadi dengan tiba-tiba.

"Dua kombinasi yang dibangkitkan longsoran bawah laut karena aktivitas Anak Kratau. Tidak ada gempa saat itu baik lokal maupun Samudera hindia tidak ada gempa," terangnya.

Menurutnya teknologi atau sistem peringatan dini yang disebakan karena longsoran bawah laut dan aktivitas gunung belum ada.

"Sistem peringatan dini stunami longsoran bawah laut serta diakibatkan erupsi belum ada. BMKG belum ada peringatan dini untuk longsoran bawah laut, " kata Sutopo.

BNPB dan BMKG, kata Sutopo, sangat sulit mendeteksi sekaligus menyampaikan kepada publik dengan cepat atas kejadian stunami yang terjadi di Anyer-Lampung.

"Yang terjadi kemarin tidak ada gempa. Inilah begitu sulitanya menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat adanya stunami karena lonsoran bawah laut dan erupsi, " terangnya.

Gelombang Tsunami Anyer - Lampung menimbulkan korban jiwa dan rumah rusak. Peristiwa tersebut diakui BNPB sebagai sebuah bencana yang disebabkan oleh aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

BMKG: Sirine Peringatan Dini Tsunami Anyer - Lampung Tidak Aktif

BMKG: Sirine Peringatan Dini Tsunami Anyer - Lampung Tidak Aktif

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 14:45 WIB

Seventeen Disapu Tsunami, BNPB: Jarak Panggung ke Bibir Pantai Cuma 4 Meter

Seventeen Disapu Tsunami, BNPB: Jarak Panggung ke Bibir Pantai Cuma 4 Meter

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 14:25 WIB

Respon Cepat Tsunami Banten, Kemenkes Bangun Lima Pos Pelayanan Kesehatan

Respon Cepat Tsunami Banten, Kemenkes Bangun Lima Pos Pelayanan Kesehatan

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 14:21 WIB

Dahsyatnya Tsunami Anyer, Air Menyapu Rumah Sampai Bergeser ke Jalan

Dahsyatnya Tsunami Anyer, Air Menyapu Rumah Sampai Bergeser ke Jalan

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 13:02 WIB

Tsunami di Selat Sunda, Rombongan Kemenpora Ikut Jadi Korban

Tsunami di Selat Sunda, Rombongan Kemenpora Ikut Jadi Korban

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 12:48 WIB

Terkini

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

Niat Mulia Berujung Duka: Pria Berbaju Koko Tewas Dihantam KRL Saat Lerai Tawuran di Duren Sawit

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:28 WIB

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

Alibi Janggal Anggota BAIS Penyiram Air Keras Andrie Yunus saat Diinterogasi Atasan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:13 WIB

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

Serangan Israel ke Lebanon Selatan Tewaskan 2.702 Orang, Lukai Ribuan Warga Sipil Sejak Maret

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:09 WIB

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

Mendagri: Penghargaan Daerah Jadi Instrumen Tampilkan Kinerja Nyata Kepala Daerah

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:08 WIB

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

Jadi Tersangka, Pengemudi Pajero Sport Penabrak Pedagang Buah di Kalimalang Tak Ditahan

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:03 WIB

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

Donald Trump akan Bahas Taiwan dengan Xi Jinping di Beijing

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:01 WIB

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:47 WIB

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

UU Guru dan Dosen Digugat ke MK, 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa' Digaji di Bawah UMR

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:46 WIB

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

DPR Sebut Aspirasi Publik soal Reformasi Polri Sudah Terangkum di KUHAP Baru

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:36 WIB

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 11:30 WIB