Bicara di Hadapan Ribuan Umat MTA, Prabowo: Saya Grogi

Bangun Santoso | Suara.com

Senin, 24 Desember 2018 | 06:27 WIB
Bicara di Hadapan Ribuan Umat MTA, Prabowo: Saya Grogi
Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto pada acara gala dinner bertajuk 'Tionghoa dan Bisnis di Mata Prabowo Subianto', Jumat (7/12/2018) malam. [Dok. Prabowo Subianto]

Suara.com - Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto mengaku grogi berbicara dihadapan ribuan orang umat Majelis Tafsir Al Quran (MTA), dalam kegiatan pengajian di gedung MTA Solo, Jateng, Minggu (23/12/2018).

"Saya terus terang duduk berbicara dihadapi majelis MTA sangat grogi, dan belum pernah seumur saya berbicara di depan majelis MTA sebanyak ini," kata Prabowo, di hadapan ribuan majelis MTA.

Menurut Prabowo, pihaknya bersama rombongan mengucapkan terima kasih yang telah diberikan kehormatan duduk dikursi mimbar yang sering untuk, Ustaz Sukino, untuk berbicara dihadapai umat MTA.

Menurut Prabowo, dirinya biasanya diundang diminta berbicara soal kebangsaan, negara, ekonomi, militer, keamanan, dan strategi. Dirinya diundang di pengajian MTA diminta berbicara, meski disebut sebagai Calon Presiden RI Nomor Urut 02, tetapi dirinya ingin bicara sebagai pribadi anak bangsa atau warga negara.

Jika dirinya sebagai Capres banyak peraturannya tidak boleh ini, dan itu, dan jangan sampai penyimpang peraturan yang berlaku.

Prabowo, dihadapan ribuan majelis MTA di Solo, menyampaikan soal kondisi Indonesia yang negara kaya, tetapi banyak rakyatnya yang miskin.

"Saya ada hal-hal yang harus disampaikan ke sesama warga negara Indonesia. Saya wajib menyampaikan suatu gejala, fakta, fenomena yang terjadi di negara kita. Dan, hal ini, sudah berlangsung berapa puluh tahun, yakni negara kita sekarang ini, berada di jalan yang keliru di bidang ekonomi khususnya," kata Prabowo seperti dilansir Antara.

Bahkan, kata Prabowo, jalan tersebut yang tidak mungkin membawa rakyat Indonesia menuju sejahtera, karena kekayaan bangsa dalam keadaan sistem ekonomi seperti sekarang, tidak tinggal di Indonesia.

"Kekayaan Bangsa Indonesia diambil keluar dari negara ini. Hal ini, akibat masalah kondisi yang dialami sekarang," ucapnya.

Hal tersebut, lanjut dia, akan membawa semuanya makin melemah. Negara yang lemah dan tidak kuat akan mengalami terus menerus penderitaan bagi rakyatnya. Kekayaan diambil terus dan tidak mempunyai kemampuan untuk menjaganya. Hal ini, yang wajib disampaikan kepada majelis MTA.

Pihaknya mempunyai data banyak, dan dirinya niat untuk memberikan data itu, melalui bukti yang ditulis dalam bukunya, berjudul Paradoks Indonesia, yakni negara kaya tetapi banyak rakyatnya miskin.

"Saya akan memberikan 1.000 buku, dan nanti bagaimana membagikan kepada majelis MTA ini," katanya yang didampingi, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

Padahal, Indonesia merupakan negara keempat terbesar di dunia, dan keenam terkaya di dunia. Produksi kelapa sawit terbesar di dunia, timah, emas, nikel, dan batu bara produksinya juga tertinggi, tetapi keuntungannya tidak di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Yusril Jadi Pengacara Jokowi, Forum Caleg PBB Dukung Prabowo - Sandiaga

Yusril Jadi Pengacara Jokowi, Forum Caleg PBB Dukung Prabowo - Sandiaga

News | Senin, 24 Desember 2018 | 04:30 WIB

Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Tsunami, Prabowo: Ada Kenalan Saya

Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Tsunami, Prabowo: Ada Kenalan Saya

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 20:01 WIB

Prabowo: Kecil Saya Diajari seperti Gatot Koco

Prabowo: Kecil Saya Diajari seperti Gatot Koco

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 05:27 WIB

Prabowo: Saya Wakafkan Hidup Untuk Negara

Prabowo: Saya Wakafkan Hidup Untuk Negara

News | Sabtu, 22 Desember 2018 | 23:29 WIB

Target Kalahkan Mutlak Prabowo, PDIP Boyolali Dirikan Ratusan Posko Jokowi

Target Kalahkan Mutlak Prabowo, PDIP Boyolali Dirikan Ratusan Posko Jokowi

News | Minggu, 23 Desember 2018 | 06:20 WIB

Terkini

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:14 WIB

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:55 WIB

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:37 WIB

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 18:34 WIB