Megawati Disebut Tahu Siapa Saja Pendiri dan Penghianat Partai

Dythia Novianty, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 04 Januari 2019 | 05:13 WIB
Megawati Disebut Tahu Siapa Saja Pendiri dan Penghianat Partai
Tjahjo Kumolo dan Hasto Kristiyanto dalam jumpa pers di kantor PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis (3/1/2019) malam. [Suara,com/Ummi Hadyah Saleh]

Suara.com - Politisi senior PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo, membeberkan proses konsolidasi dan peran Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dalam membesarkan PDI Perjuangan. Hal ini menyusul PDI Perjuangan yang akan menggelar perayaan Hari Ulang Tahun ke 46 tahun pada 10 Januari 2019 mendatang.

Tjahjo menuturkan ketika itu dirinya masuk partai masuk dengan nama Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Kemudian menjalani reformasi dan Pemilu 1999. Ia pun sempat menjadi wakil sekretaris fraksi di Kongres PDI Perjuangan 2005 dan pada kongres di tahun 2010, Tjahjo menjadi Sekjen Partai.

Tjahjo menceritakan masa setelah 2004, di mana PDI Perjuangan kalah di pemilu legislatif maupun pemilu presiden adalah masa pergulatan besar.

Menurutnya, pada Pemilu 2004-2014, PDI Perjuangan berada di luar kekuasaan dan godaan untuk menjadi bagian dari kekuasaan sebenarnya sangat besar.

"Kekuatan PDI Perjuangan pada masa 10 tahun itu adalah keteguhan untuk tak tergiur kekuasaan. Prinsip yang diajarkan oleh Ibu Megawati adalah kalau mau berkuasa, ya berjuang merebut kemenangan secara demokratis," ujar Tjahjo di kantor PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Kamis (3/1/2019).

Oleh karenannya, dirinya diperintahkan Megawati untuk terus menguatkan konsolidasi partai. Tumpuannya yakni sebagai Tiga Pilar Partai yaitu kekuatan di struktur hingga pengurus anak ranting; kekuatan di legislatif dan kekuatan di eksekutif.

"Dimulailah proses modernisasi kerja partai. Setiap kader didudukkan di salah satu dari tiga kekuatan itu berdasar hasil penilaian ilmiah. Metode psikotes pun diterapkan. Jadi sebelum seseorang didudukkan, akan dicek apakah dia cocok di DPR, eksekutif, atau struktur. Itu pakai psikotes," kata Tjahjo.

"Sekjen, wasekjen, bekerja menggerakkan dan mengorganisir Tiga Pilar Partai. Termasuk menggerakkan masyarakat dan pemilih. Itulah kunci kekuatan politiknya," sambungnya.

Lebih lanjut, Menteri Dalam Negeri itu memuji sosok Megawati yang merupakan sosok demokratis yang selalu mendorong seluruh peserta rapat, menyampaikan pendapat. Pasalnya, banyak yang menuding sosok Megawati merupakan sosok pemimpin keras dan otoriter.

baca juga

"Megawati adalah sosok demokratis, yang di tiap rapatnya selalu mendorong seluruh peserta menyampaikan pendapat. Baru kemudian beliau memutuskan secara bersama dari hasil pembahasan. Ibu Megawati itu orang yang detil. Beliau tahu siapa-siapa saja pendiri partai, yang berjasa, yang membela, dan siapa pengkhianat partai," tuturnya.

Tak hanya itu, menurut Tjahjo, Megawati ketika itu memastikan setelah kemenangan Pemilu 2014, PDI Perjuangan tidak boleh berhenti. Sebab satu kemenangan itu tidak cukup.

Tjahjo juga mengatakan, Megawati memerintahkan kepada kader-kadernya agar tidak terbuai. Selama NKRI ada, maka PDI Perjuangan harus tetap bekerja keras menjaganya.

"Maka dengan ultah PDI Perjuangan di 10 Januari, mari lawan racun demokrasi, kampanye dan ujaran kebencian, fitnah. Itulah racun demokrasi yang harus kita lawan. Harus kita sampaikan ke aparat penegak hukum. inilah penjahat demokrasi yang harus kita sadarkan," ucap Tjahjo.

"Pemilu adalah ajang memilih pemimpin yang membawa gagasan kemajuan bangsa demi kemaslahatan rakyat, sehingga kualitas demokrasi makin meningkat," tandasnya.

Di kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, mengatakan hal yang sama. Megawati merupakan sosok yang memastikan PDI Perjuangan untuk tetap teguh dan kuat walau berada di luar pemerintahan pada 2004-2014.

Hasto juga mengungkapkan bahwa Tjahjo juga menjalankan perintah Megawati melaksanakan proses konsolidasi partai hingga adopsi metode modern dalam organisasi partai.

"Ketika Pak Tjahjo menjadi sekjen terjadilah sebuah dukungan dari rakyat yang positif sehingga PDIP menang pemilu yang lalu," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hoaks Surat Suara, Mendagri: Kita Jangan Sampai Tercederai Racun Demokrasi

Hoaks Surat Suara, Mendagri: Kita Jangan Sampai Tercederai Racun Demokrasi

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 00:00 WIB

Hasto Sindir Andi Arief: Era Orba Banyak Aktivis Hilang, Kini Cuitan Hilang

Hasto Sindir Andi Arief: Era Orba Banyak Aktivis Hilang, Kini Cuitan Hilang

News | Kamis, 03 Januari 2019 | 19:00 WIB

Sebentar Lagi Bebas, PDIP Belum Terima Surat Permohonan Ahok Masuk Partai

Sebentar Lagi Bebas, PDIP Belum Terima Surat Permohonan Ahok Masuk Partai

News | Kamis, 03 Januari 2019 | 18:14 WIB

Mendagri Minta Bareskrim Usut Tuntas Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Dicoblos

Mendagri Minta Bareskrim Usut Tuntas Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Dicoblos

News | Kamis, 03 Januari 2019 | 12:55 WIB

Wasekjen Demokrat Diduga Sebar Hoaks, PDIP: Andi Arief Sangat Provokatif

Wasekjen Demokrat Diduga Sebar Hoaks, PDIP: Andi Arief Sangat Provokatif

News | Kamis, 03 Januari 2019 | 11:50 WIB

Pastikan Pemerintahan Sudah Berjalan Pasca Tsunami, Mendagri Akan ke Banten

Pastikan Pemerintahan Sudah Berjalan Pasca Tsunami, Mendagri Akan ke Banten

News | Rabu, 26 Desember 2018 | 17:31 WIB

Terkini

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol

Sulsel | Rabu, 16 September 2026 | 05:42 WIB

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Pelajar Jakarta Barat Diguyur Bonus

Sport | Rabu, 16 September 2026 | 05:25 WIB

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

×