Tanggap Darurat Longsor Sukabumi Tak Diperpanjang

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 06 Januari 2019 | 20:44 WIB
Tanggap Darurat Longsor Sukabumi Tak Diperpanjang
Warga memindahkan barang-barang yang tersisa saat longsor di kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (2/1). [ANTARA FOTO/M Agung Rajasa]

Suara.com - Tim terpadu penanggulangan bencana tanah longsor di Kampung Garehong, Dusun Cimapag, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menutup masa tanggap darurat bencana pada Minggu (6/1/2018). Sebelumnya tanggap darurat dilakukan selama 7 hari.

Di hari terakhir tanggap darurat bencana ditemukan satu korban lagi sehingga totalnya sebayak 32 korban meninggal dunia. Namun, satu korban lagi tidak ditemukan atas nama Ruhesih, tapi pihak keluarga sudah mengiklaskan sehingga tidak dilakukan pencarian susulan.

"Sesuai prosedur masa tanggap darurat bencana selama tujuh hari. Sehingga di hari ketujuh terhitung sejak 31 Desember tidak diperpanjang," kata Danrem 061/Suryakencana Kolonel (Inf) M Hasan di lokasi bencana Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Minggu sore.

Selanjutnya, setelah masa tanggap darurat bencana ini berakhir maka seluruh potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan atau instansinya masing-masing.

Setelah itu, tim terpadu menyerahkan seluruh penanggulangan bencana kepada panitia lokal di sini adalah Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi. Lanjut dia, operasi kemanusiaan yang dilakukan ribuan relawan dari berbagai instansi sangat sukses karena hanya dalam satu pekan pencarian dan evakuasi 97 korban hilanh tertimbun longsor ditemukan. Biasanya di daerah lain tidak seperti ini.

"Kami berterima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat baik anggota TNI, Polri, Basarnas, BNPB, BPBD, Sarda dan potensi SAR lainnya," tambahnya.

Hasan mengatakan dengan ditutupnya operasi kemanisiaan ini maka aktivitas pencarian dan evakuasi sudah tidak dilakukan lagi, tetapi lebib fokus terhadap pemberian bantuan kepada korban selamat dan ahli waris. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cucunya Selamat karena Mengaji, Suhen: 10 Detik Beranjak, Kampungnya Rata

Cucunya Selamat karena Mengaji, Suhen: 10 Detik Beranjak, Kampungnya Rata

News | Minggu, 06 Januari 2019 | 13:01 WIB

Pencarian Korban Longsor Sukabumi Terkendala Cuaca

Pencarian Korban Longsor Sukabumi Terkendala Cuaca

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 15:38 WIB

Sempat Terganggu Longsor, Jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi Kembali Normal

Sempat Terganggu Longsor, Jalur Kereta Api Bogor-Sukabumi Kembali Normal

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 12:20 WIB

Fokus di Empat Sektor, Basarnas Cari 15 Korban Longsor Sukabumi

Fokus di Empat Sektor, Basarnas Cari 15 Korban Longsor Sukabumi

News | Jum'at, 04 Januari 2019 | 10:49 WIB

Awas Ada 67 Titik Rawan Longsor dan Banjir di Jalur KRL Bogor - Sukabumi

Awas Ada 67 Titik Rawan Longsor dan Banjir di Jalur KRL Bogor - Sukabumi

News | Kamis, 03 Januari 2019 | 19:11 WIB

Terkini

Warna Baju Pantangan Shio Naga dan Ular November 2026, Jangan Salah Pilih Outfit!

Warna Baju Pantangan Shio Naga dan Ular November 2026, Jangan Salah Pilih Outfit!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:41 WIB

Perbedaan Boikot dan Cancel Culture yang Perlu Diketahui

Perbedaan Boikot dan Cancel Culture yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 14:41 WIB

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

Buka Peluang Periksa Raja Juli! KPK Tunggu Fakta Baru yang Muncul di Sidang Bupati Kuansing

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:32 WIB

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Investasi Rp15 Triliun, Proyek Pabrik Kimia Dasar di Cilegon Bisa Kurangi Impor Bahan Baku Industri

Jabar | Selasa, 03 November 2026 | 14:31 WIB

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Full Count Tayang 2027, Kim Rae Won dan Park Hoon Bersaing Jadi Manajer

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:30 WIB

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Petani Sawit Berpotensi Keluar dari Sistem RSPO Jika Pendapatan Terus Menurun

Jatim | Selasa, 03 November 2026 | 14:25 WIB

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

Kontroversi Listyo Sigit Prabowo Saat Jadi Kapolri: Dari Skandal Sambo hingga Tragedi Rantis Brimob

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:21 WIB

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Hadapi PSMS Medan di League Cup, Persija Masih Ragu-ragu Turunkan Shayne Pattynama

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

DPRD DKI Dorong Anggaran Rp1,5 Triliun Sentuh Ekonomi Kampung Kumuh

News | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Review Dead-End Job: Horor Korea yang Menyindir Kejamnya Dunia Kerja

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 14:20 WIB

×