Kisah Anazkia, Pernah Jadi PRT di Malaysia Sekarang Jadi Jurnalis

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 11 Januari 2019 | 13:32 WIB
Kisah Anazkia, Pernah Jadi PRT di Malaysia Sekarang Jadi Jurnalis
Anazkia. (moneysmart.id)

Suara.com - Anazkia, seorang perempuan pernah menjadi pekerja rumah tangga atau PRT di Malaysia. Kini Anazkia adalah seorang jurnalis

Anazkia mempunyai nama asli Eli Yuliana. Anazkia tak pernah menyangka kegiatan nge-blog yang dilakukannya mengubah dunianya. Kebiasaan yang dipupuk Anazkia sejak kecil itu justru memberikan pengaruh besar untuk kariernya.

Berasal dari desa kecil Pemalang, Jawa Tengah, Anazkia sejak kecil tinggal jauh dari orangtua. Kehidupan masa kecilnya jauh banget dari teknologi. Namun, dia kini bisa berhasil berkat melek teknologi. Bahkan, Anazkia berhasil meraih label Perempuan Inspiratif NOVA di kategori perempuan dan teknologi, pada 2014 silam.

Dari kecil, wanita yang kerap disapa Anaz ini emang udah tinggal jauh dari orangtua. Kedua orangtuanya bersama dua adiknya tinggal di Cilegon. Sementara Anazkia tinggal bersama sang nenek dan kakaknya. Sejak kecil pula, Anazkia terbiasa mencari uang sendiri.

“Kecil sampai lulus SD tinggal di kampung halaman. Ya biasalah tinggal di desa belum ada listrik, main di kali. Terbiasa juga mencari uang sendiri. Kalau tetangga nambah cengkeh, panen cabai, segala macam, saya ikut bantuin, saya dibayar,” kata Anazkia.

Hanya saja, ada hobi unik yang wanita kelahiran tahun 1982 tersebut lakoni sejak kecil.

“Waktu kecil nggak suka nulis, tetapi suka baca. Tetangga yang tadi kadang nebas cengkih kopi dan lain-lain, suaminya guru. Dan beliau ini sering kalau awal bulan gitu bawa majalah. Habis awal bulan, mungkin habis gajian, tetangga itu bawa koran. Itu yang saya baca,” ungkap Anazkia.

Lebih lanjut, Anazkia menuturkan, hobi tersebut yang kini memengaruhi cara pandangnya. Sehingga, tak membuat Anazkia menerima nasib begitu saja, meski sempat bekerja sebagai TKW.

Setelah lulus SD, Anazkia sempat tidak melanjutkan pendidikannya. Selama dua tahun tersebut, dia bekerja di rumah orang lain. Saat itu, dia mengikuti salah satu saudaranya yang juga bekerja sebagai PRT.

baca juga

Anazkia pun pindah ke daerah Cilegon. Di sana, dia bersama sang kakak bekerja di rumah orang sebagai ART.

Anazkia termasuk sosok yang sangat beruntung. Pasalnya, sang majikan saat itu mengizinkannya melanjutkan sekolah. Bahkan, menawari Anazkia melanjutkan pendidikannya.

Meski tak selalu berjalan mulus, Anazkia juga sempat mengalami krisis kepercayaan diri saat bersekolah. Bahkan, kondisi itu membuatnya sempat tak ingin datang ke sekolah. Dia juga beberapa kali meminta pada majikannya untuk tak melanjutkan sekolah.

Hingga suatu saat kata-kata dari majikannya membuat Anazkia sadar betapa pentingnya pendidikan.

“Sekolah itu ibarat mengumpulkan pasir di atas bukit. Sekarang kamu mungkin gak butuh, tetapi nanti kamu mungkin memerlukan itu ketika kamu besar. Jadilah akhirnya termotivasi, saya sampai lulus aliyah (madrasah aliyah setara SMA),” kata Anazkia mengulangi ucapan sang majikan.

Selesai SMA, Anazkia menerima tawaran menjadi TKW sebagai ART ke Malaysia. Saat itu, dia sering dengar pemberitaan negatif soal TKW di Negeri Jiran. Namun, hal ini yang jadi sisi unik seorang Anazkia.

Anak kedua dari empat bersaudara ini bisa dibilang memiliki pemikiran jauh ke depan. Itu terlihat saat sebelum dia berangkat ke Malaysia sekitar tahun 2006, Anazkia sangat berniat kenal internet.

Pengalamannya pernah mengikuti kelas menulis di Rumah Dunia milik Gol A Gong jadi salah satu fondasi. Saat itu, dia sempat belajar komputer. Kemudian, dia juga berkenalan dengan wartawan, dan mahasiswa serta pelajar.

Pemikiran Anazkia saat itu adalah, bila dia bisa menggunakan Internet, dia bisa mengabari rekan-rekan terdekat.

“Karena saya sering dengarnya hal-hal negatif saat jadi TKW di Malaysia. Kalau saya bisa Internet kalau ada apa-apa bisa dari Internet,” paparnya.

Beruntungnya, Anazkia mendapatkan majikan yang baik hati. Di sana, dia diizinkan menggunakan komputer. Dia diajarkan anak majikannya membuat Yahoo! Messenger. Kenalannya lewat milis (mailing list) pun mengenalkannya pada kegiatan blogging.

Dari situ, Anazkia mengumpulkan gajinya yang saat itu 500 Ringgit buat beli laptop seharga 1500 Ringgit. Karena membantu adiknya sekolah, Anazkia mengaku cukup lama menjalani proses hingga memiliki laptop pertama.

“2008 saya beli laptop sendiri. 1.500 ringgit saat itu. Nabung lama sih karena waktu saya kecil di Malaysia, 500 ringgit, awal saya datang malah gaji saya 400 ringgit,” akunya.

Anazkia terbilang sangat aktif nge-blog. Dia juga nge-blog di salah satu platform blog ternama milik salah satu media. Bermula dari tulisan curhat aja, Anaz makin serius mengelola konten blog-nya.

Di platform tersebut, Anazkia sering menuliskan pengalamannya sebagai tenaga kerja dan rekan-rekan yang dia lihat. Bahkan, dia melakukan riset sehingga tulisannya kredibel.

“Sebelum nulis itu cari referensi. Misalnya, hak dan kewajiban pembantu rumah tangga itu apa. Majikan itu harus menyediakan apa. Nyari pendukung sebelum mem-publish-nya,” jelas Anazkia.

Dari situ, nama Anazkia makin dikenal banyak pengguna blog. Bahkan, salah satu rekan blogger-nya mengajukan nama Anazkia ke majalah NOVA. Kebetulan saat itu majalah tersebut mengadakan penghargaan. Di tahun 2014, Anazkia terpilih jadi Perempuan Inspiratif NOVA di kategori perempuan dan teknologi.

Tawaran buat diundang ke berbagai acara diperoleh Anazkia. Networking-nya makin luas. Hingga akhirnya dia dipercayakan bekerja di media, dan beberapa NGO. Salah satunya, jadi jurnalis buat salah satu NGO dan kurator buat salah satu media ternama di Indonesia.

Kini, Anazkia bekerja di salah satu NGO bernama ICTWatch. Lembaga tersebut fokus untuk mengedukasi masyarakat agar menggunakan internet secara bijak.

“Jadi pembantu pun harus pintar. Baca buku apa aja ya karena dari bacaan-bacaan itu kan bikin kita mikir, dan pengetahuan kita terbuka. Terus perluas networking. Kalau misal saya kan pembantu nih kalau bisa jangan cuma berteman sama pembantu aja tetapi juga di luar,” tutup Anaz memberikan tips. (Moneysmart.id)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Malu Tanya Jalan Pulang, Pria Terjebak di Singapura 10 Hari

Malu Tanya Jalan Pulang, Pria Terjebak di Singapura 10 Hari

Lifestyle | Jum'at, 11 Januari 2019 | 07:05 WIB

Pemakaian Listrik di Indonesia Masih Kalah dengan Negara Tetangga

Pemakaian Listrik di Indonesia Masih Kalah dengan Negara Tetangga

Bisnis | Kamis, 10 Januari 2019 | 18:27 WIB

Jumpa Pasangan Malaysia, Alfian / Marsheilla Tak Akan Kasih Kendur

Jumpa Pasangan Malaysia, Alfian / Marsheilla Tak Akan Kasih Kendur

Sport | Rabu, 09 Januari 2019 | 09:51 WIB

Prabowo Bertemu Anwar Ibrahim di Malaysia

Prabowo Bertemu Anwar Ibrahim di Malaysia

News | Senin, 07 Januari 2019 | 00:05 WIB

Ayam Goreng Milo Lagi Tren di Malaysia Lho, Berani Coba?

Ayam Goreng Milo Lagi Tren di Malaysia Lho, Berani Coba?

Lifestyle | Jum'at, 04 Januari 2019 | 20:15 WIB

Terkini

Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati Peta Jalan Kerja Sama 20262030

Prabowo dan Presiden Belarus Sepakati Peta Jalan Kerja Sama 20262030

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:45 WIB

Penantian 50 Tahun! Lahan Bumi Tridharma Pondok Labu Akhirnya Diusulkan Masuk Skema TORA

Penantian 50 Tahun! Lahan Bumi Tridharma Pondok Labu Akhirnya Diusulkan Masuk Skema TORA

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:44 WIB

Richard Lee Klaim Lolos Sidang Etik, Dakwaan Pidana Tetap Bergulir

Richard Lee Klaim Lolos Sidang Etik, Dakwaan Pidana Tetap Bergulir

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:30 WIB

Divonis 10 Tahun, Akankah Nadiem Dapat Amnesti dari Prabowo?

Divonis 10 Tahun, Akankah Nadiem Dapat Amnesti dari Prabowo?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:27 WIB

Percepat Pembangunan Huntap, Kasatgas Tito Dukung Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB

Percepat Pembangunan Huntap, Kasatgas Tito Dukung Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:22 WIB

'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026

'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:15 WIB

Rapor Merah 80 Tahun Polri: Berkhidmat pada Kekuasaan, Bukan Rakyat

Rapor Merah 80 Tahun Polri: Berkhidmat pada Kekuasaan, Bukan Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:11 WIB

Bukan Negara Vigilante: Mengapa Penyekapan Karyawan di Senen Berlangsung 21 Hari Tanpa Terdeteksi?

Bukan Negara Vigilante: Mengapa Penyekapan Karyawan di Senen Berlangsung 21 Hari Tanpa Terdeteksi?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:59 WIB

Lagu Bupati Purwakarta Dinilai Bias Gender, Partai Diminta Beri Teguran

Lagu Bupati Purwakarta Dinilai Bias Gender, Partai Diminta Beri Teguran

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:50 WIB

Jakbar Darurat Judol, 89 Ribu Warga Setor Rp600 Miliar ke Bandar

Jakbar Darurat Judol, 89 Ribu Warga Setor Rp600 Miliar ke Bandar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:41 WIB

×