Hanya Ratusan Jukir Resmi Pemprov DKI yang Digaji Sesuai UMP

Dwi Bowo Raharjo | Chyntia Sami Bhayangkara
Hanya Ratusan Jukir Resmi Pemprov DKI yang Digaji Sesuai UMP
Aktivitas juru parkir di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Ada sebanyak 1.946 jukir yang terdata secara resmi di UP Perparkiran DKI Jakarta. Namun, hanya 268 jukir yang memperoleh gaji sesuai UMP DKI.

Suara.com - Humas Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ivan Valentino mengatakan sebagian gaji juru parkir (jukir) resmi yang dikelola Pemprov DKI sesuai Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta tahun 2019 sebesar Rp 3,9 juta. Dengan demikian, gaji mereka lebih tinggi dari gaji dokter umum yang hanya berkisar Rp 3 juta.

Ivan mengatakan, tercatat ada sebanyak 1.946 jukir yang terdata secara resmi di UP Perparkiran DKI Jakarta. Namun, hanya 268 jukir yang memperoleh gaji sesuai UMP DKI.

"Petugas parkir bergaji UMP total ada 268 orang. Mereka bertugas menjaga Terminal Parkir Elektronik (TPE) atau parkir meter di Jakarta," kata Ivan saat dihubungi Suara.com, Selasa (15/1/2019).

Meski demikian, Ivan menyebut masih banyak jukir yang memperoleh penghasilan di bawah UMP yang ada. Setidaknya ada sebanyak 1.564 jukir merupakan petugas parkir manual dengan sistem sobek karcis dan aplikasi dan 114 jukir penjaga sistem gate. Mereka hanya memperoleh pendapatan bagi hasil sebesar 40 persen dari penerimaan.

Ketentuan penerimaan yang didapat para jukir itu diatur dalam Peraturan Gubernur Nomor 188 Tahun 2016 tentang Tempat Parkir yang Dikelola Pemerintah Daerah. Besaran persentase bagi hasil pun dibedakan sesuai kawasan, mulai dari 25 hingga 60 persen.

Sebelumnya polemik gaji juru parkir menjadi perdebatan saat Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam pidatonya bertajuk 'Indonesia Menang' di JCC Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019) mengatakan gaji dokter tidak lebih besar dari juru parkir mobil.

"Dokter kita harus dapat penghasilan layak. Sekarang banyak dokter kita gajinya lebih kecil dari tukang jaga parkir mobil," kata Prabowo Subianto.

Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng Mohammad Faqih tak menampik kalau kesejahteraan dokter di Indonesia masih kurang. Daeng menyebutkan masih banyak dokter umum di Indonesia yang berpenghasilan di bawah Rp 3 juta.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS