Empat Tahun Jadi Presiden Dimaki dan Difitnah, Jokowi: Sabar, Ya Allah...

Dwi Bowo Raharjo, Ummi Hadyah Saleh

Jum'at, 01 Februari 2019 | 20:05 WIB
Empat Tahun Jadi Presiden Dimaki dan Difitnah, Jokowi: Sabar, Ya Allah...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara mengunjungi Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang - Karangmangu, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019). (Suara.com/Umay Saleh)

Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi merasa kerap dicaci maki, direndahkan, dan difitnah selama menjadi pemimpin negara. Ia menyebut kerap mendapat serangan terkait isu anggota Partai Komunis Indonesia (PKI), anti ulama, hingga kriminalisasi terhadap ulama selama empat tahun.

Hal ini disampaikan Jokowi saat mengunjungi Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang - Karangmangu, Sarang, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (1/2/2019).

"Saya sudah empat tahun, entah direndahkan entah dimaki entah dihina entah difitnah saya diam saja, sabar Ya Allah. Tetapi kadang-kadang perlu jawab. Masa empat tahun dibilang PKI diam, ya saya jawab. Dibilang anti ulama masa saya diam, ya saya jawab sekarang. Dibilang kriminalisasi ulama ya saya jawab sekarang," ujar Jokowi saat memberikan sambutan.

Di hadapan pendiri Ponpes Al Anwar Maimoen Zubair, Jokowi merasa heran difitnah anti terhadap ulama. Sebab dirinya kerap mendatangi pondok pesantren dan memiliki kedekatan dengan ulama.

Bahkan kata Jokowi dirinya menandatangani Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional.

"Mengenai anti ulama, saya setiap minggu masuk Ponpes dengan ulama yang tandatangan Hari Santri 22 Oktober itu siapa? Masa anti ulama tandatangan hari santri? logika harus kita pakai," kata dia.

Jokowi kemudian meminta masyarakat menggunakan logikanya dalam menerima isu di media sosial, khususnya menjelang Pemilu 2019.

Ia juga mengutip pernyataan komedian Cak Lontong agar masyarakat menggunakan akal sehatnya.

"Kalau Cak Lontong bilang mikir, mikir mikir, ya kan. Logika nggak? logika gampang saya jawab enteng meski saya empat tahun diem, bukan marah loh, jawab," ucap Jokowi.

Selanjutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga heran tuduhan pemerintah mengkriminalisasi ulama. Menurutnya, aparat penegak hukum tidak akan memenjarakan seseorang jika tak memiliki kasus hukum yang sudah diputuskan di pengadilan.

"Kemudian krminalisasi ulama, ulama mana yang dikriminalisasikan? Jadi kriminalisasi nggak ada kasus hukum, kemudian dimasukkan ke sel itu kriminalisasi. Kalau ada kasus hukum, ada yang melaporkan aparat melakukan penyidikan-penyidikkan kemudian dibawah ke yudikatif, pengadilan, yang memutuskan dipengadilan. Kalau nggak ada salah pasti bebas," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Jokowi - Ma'ruf, Ahokers Buat Acara untuk Gaet Pemilih Muda

Dukung Jokowi - Ma'ruf, Ahokers Buat Acara untuk Gaet Pemilih Muda

News | Jum'at, 01 Februari 2019 | 19:38 WIB

Jokowi: Saya Tak Ingin Dengar Lagi Ada Sengketa Tanah Wakaf

Jokowi: Saya Tak Ingin Dengar Lagi Ada Sengketa Tanah Wakaf

News | Jum'at, 01 Februari 2019 | 18:57 WIB

Jokowi Telepon Menteri PUPR Minta Benteng Van Den Bosch Dipercantik

Jokowi Telepon Menteri PUPR Minta Benteng Van Den Bosch Dipercantik

Bisnis | Jum'at, 01 Februari 2019 | 14:37 WIB

Pengangkatan Liliyana Natsir sebagai PNS Serentak dengan Atlet Lain

Pengangkatan Liliyana Natsir sebagai PNS Serentak dengan Atlet Lain

Sport | Jum'at, 01 Februari 2019 | 14:12 WIB

Tinjau Program Mekaar, Jokowi dan Iriana Borong Jajanan untuk Jan Ethes

Tinjau Program Mekaar, Jokowi dan Iriana Borong Jajanan untuk Jan Ethes

News | Jum'at, 01 Februari 2019 | 11:06 WIB

Terkini

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:47 WIB

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:43 WIB

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:32 WIB

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:26 WIB

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:08 WIB

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:00 WIB

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:31 WIB

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:18 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB