100 Eksemplar Tabloid Barokah Indonesia Siap Edar Ditahan di Kantor Pos

Dwi Bowo Raharjo
100 Eksemplar Tabloid Barokah Indonesia Siap Edar Ditahan di Kantor Pos
Prabowo - Sandiaga merasa dirugikan Tabloid Indonesia Barokah. (Suara.com/Ria Rizki)

Tabloid Indonesia Barokah ditujukan untuk beberapa masjid dan pondok pesantren yang ada di Kota dan Kabupaten Bogor.

Suara.com - Sebanyak 100 eksemplar Tabloid Indonesia Barokah ditemukan di Kantor Pos Cibadak, Kota Bogor, Jawa Barat. Tabloin tersebut rencananya akan disebarkan di sejumlah masjid dan pondok pesantren di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.

Wakil Kepala Kantor Pos Bogor Haris Mulyana mengatakan Tabloid Indonesia Barokah masuk ke Kantor Pos Cibadak dua hari yang lalu.

"Kita proses semua kiriman sesuai SOP di kami. Kemudian baru beberapa hari kebelakang ini, kami menerima informasi di dari media-media dan kami mendapat kiriman (tabloid) itu, ya beberapa hari lalu," kata Haris, kepada Suara.com, Sabtu (2/2/2019).

Menurutnya, pengiriman tabloid melalui Kantor Pos Cibadak itu sudah berjalan hampir satu pekan ini. Namun, dirinya tidak mengetahui karena belum mendapat informasi dari media maupun kantor pusat.

"Kalau diketahui mulai ada kirimian itu ada lah semingguan. Karena kita tidak memperhatikan kiriman ya, kita baru dapat informasi dan baru tahu sekitar dua hari yang lalu. Tapi kemungkinan besar ya sudah ada yang sampai di alamat tujuan," jelas Haris.

Paket tersebut, lanjut Haris, dibungkus sampul coklat tertulis Tabloid Indonesia Barokah dengan alamat pengirim redaksi di Pondok Melati, Bekasi. Kiriman itu ditujukan untuk beberapa masjid-masjid dan pondok pesantren yang ada di Kota/Kabupaten Bogor.

"Tujuan alamatnya bukan alamat pribadi, masjid dan pesantren juga ada. Kita kan ada dua pengiriman satu yang terbukukan dan tidak terbukukan. Nah yang ini tidak terbukukan, jadi tidak ada resi. Sesuai di sampul pengirimnya di Pondok Melati, Bekasi," bebernya.

Untuk sementara, paket tersebut ditahan di Kantor Pos Cibadak sesuai dengan arahan dari Bawaslu Kota Bogor sampai ada informasi berikutnya.

"Sekarang masih kita tahan dulu. Kemarin Bawaslu sudah datang ke sini dan meminta untuk ditahan dulu. Ya kalau kita intinya hanya mengirim paket ya, untuk selanjutnya masih menunggu arahan," tutupnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Bogor Yustinus Elyas Mau membenarkan adanya temuan paket Tabloid Indonesia Barokah itu di kantor pos. Kekinian, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kantor pos dan kepolisian melarang mendistribusikan paket tersebut.

"Iya betul, ada di Kantor Pos Cibadak dicegah untuk didistribusikan. Itu sudah ranah kepolisian, kita hanya koordinasi dengan kantor pos agar tidak dikirim. Sejauh ini, ada tiga atau empat masjid di Kota Bogor yang sudah mendapat tabloid itu," singkat Yulius.

Sebelumnya, anggota Direktorat Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Y Nurhayati melaporkan Tabloid Indonesia Barokah ke Dewan Pers pada Jumat 25 Januari 2019.

Hal itu dilakukan lantaran Tabloid Indonesia Barokah dinilai telah menyebarkan kebencian dengan melakukan fitnah kepada Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Dewan Pers menyebutkan Tabloid Indonesia Barokah bukan produk jurnalistik. Hal itu berdasarkan hasil investigasi Dewan Pers terhadap keberadaan redaksi dan isi konten Tabloid Indonesia Barokah.

Tabloid itu tidak memenuhi syarat sebagai Perusahaan Pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. Selain itu, juga tidak memenuhi unsur Standar Perusahaan Pers dan Kode Etik Jurnalistik seperti yang tertuang dalam peraturan-peraturan Dewan Pers.

Kontributor : Rambiga

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS