Semburan Awan Panas Merapi Dianggap Masih Tergolong Kecil

Agung Sandy Lesmana

Kamis, 07 Februari 2019 | 23:58 WIB
Semburan Awan Panas Merapi Dianggap Masih Tergolong Kecil
Aliran lava pijar meluncur dari kawah Gunung Merapi di Yogyakarta pada 30 Januari. [Antara/Aloysius Jarot Nugroho]

Suara.com - Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Hanik Humaida menyatakan awan panas guguran yang keluar dari Gunung Merapi pada Kamis (7/2) petang masih tergolong kecil.

"Iya (masih tergolong kecil). Kurang lebih masih sama dengan sebelumnya (awan panas guguran pada 29 Januari 2019) ," kata Hanik saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Kamis (7/2/2019) malam.

Melalui akun twitter resminya pada Kamis (7/2), BPPTKG menyebutkan awan panas guguran teramati di Gunung Merapi pada pukul 18.28 WIB dengan jarak luncur 2 kilometer ke arah hulu Kali Gendol. Awan panas guguran itu meluncur dengan amplitudo 70 dan memiliki durasi 215 detik.

Hanik juga menegaskan bahwa hingga saat ini status Gunung Merapi masih pada level II atau waspada.

"Status masih waspada dan jarak aman 3 kilometer dari puncak. Masih belum berubah," kata Hanik Humaida.

Berdasarkan catatan BPPTKG dengan mengacu data seismik pada Kamis (7/2) mulai pukul 12.00 hingga 18.00 WIB disebutkan bahwa guguran Gunung Merapi sebanyak 32 kali dengan durasi 12-157 detik.

Sebelumnya, pada 29 Januari 2019 BPPTKG mencatat tiga kali guguran awan panas Merapi dengan jarak luncuran yang berbeda-beda namun semuanya mengarah ke Sungai Gendol. Guguran awan panas itu dinyatakan masih tergolong kecil.

Pada saat itu, guguran awan panas pertama terjadi pukul 20.17 WIB dengan jarak luncur 1.400 meter dan durasi 141 detik.

Guguran kedua terjadi pukul 20.53 WIB dengan jarak luncur 1.350 meter selama 135 detik dan guguran awan panas ketiga terjadi pukul 21.14 WIB dengan jarak luncur 1.100 meter selama 111 detik. Rata-rata kecepatan guguran awan panas 10 meter per detik.

baca juga

Menurut analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi yang terakhir dirilis BPPTKG, volume kubah lava gunung itu telah mencapai 461.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 1.300 meter kubik per hari atau lebih kecil dari pekan sebelumnya.

Kubah lava masih stabil dengan laju pertumbuhan yang masih rendah, rata-rata kurang dari 20.000 meter kubik per hari. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran, Warga Diminta Antisipasi Hujan Abu

Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran, Warga Diminta Antisipasi Hujan Abu

News | Kamis, 07 Februari 2019 | 23:53 WIB

Gunung Merapi Lima Kali Alirkan Lava Pijar pada Selasa

Gunung Merapi Lima Kali Alirkan Lava Pijar pada Selasa

Tekno | Selasa, 05 Februari 2019 | 12:31 WIB

Merapi Sudah Keluarkan Guguran Awan Panas, Tapi Masih Tergolong Kecil

Merapi Sudah Keluarkan Guguran Awan Panas, Tapi Masih Tergolong Kecil

Tekno | Rabu, 30 Januari 2019 | 23:46 WIB

Peneliti: Merapi 19 Kali Alirkan Lava Pijar Sejak Selasa Malam

Peneliti: Merapi 19 Kali Alirkan Lava Pijar Sejak Selasa Malam

Tekno | Rabu, 30 Januari 2019 | 20:30 WIB

Hujan Abu Tipis dari Gunung Merapi Guyur Boyolali

Hujan Abu Tipis dari Gunung Merapi Guyur Boyolali

News | Rabu, 30 Januari 2019 | 01:05 WIB

Terkini

Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter

Kasus Yusrizal Pasien BPJS: Ketika Empati Tak Bisa Ditawar dalam Profesi Dokter

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:56 WIB

Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup

Bromo Membara di Blok Bantengan: Jalur Jemplang-Senduro Ditutup

Jatim | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:55 WIB

Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel

Greenpeace Bantah Bahlil, Sebut Raja Ampat Masih Terancam Ekspansi Tambang Nikel

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:51 WIB

10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan

10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Yang Mana Duluan, Bedak Tabur atau Bedak Padat? Ini Urutan Pemakaian yang Benar

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen

Suhardiman Amby Disebut Potong Penghasilan ASN Kuansing hingga 50 Persen

Riau | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:47 WIB

3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium

3 Parfum Heaven Scent Paling Wangi dan Laris, Wewangian Lokal Rasa Premium

Lifestyle | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:42 WIB

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Rupiah Bangkit, Dolar AS Mulai Turun ke Level Rp17.974

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:37 WIB

Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing

Drama Tengah Malam di Perairan Krakatau: 4 Nelayan Selamat Usai 7 Jam Terombang-ambing

Lampung | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi

Di Hadapan Presiden, Menteri PKP Apresiasi Dirut BTN Jadi Penyalur KPR Subsidi Tertinggi

Bisnis | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:32 WIB

×