Merapi Sudah Keluarkan Guguran Awan Panas, Tapi Masih Tergolong Kecil

Liberty Jemadu

Rabu, 30 Januari 2019 | 23:46 WIB
Merapi Sudah Keluarkan Guguran Awan Panas, Tapi Masih Tergolong Kecil
Foto kolase aliran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Kemalang, Klaten, Jawa Tengah, Selasa malam (29/1/2019). [Antara/Aloysius Jarot Nugroho]

Suara.com - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPTKG) Kementerian ESDM mengungkapkan bahwa Gunung Merapi di Yogyakarta telah melepaskan guguran awan panas pertama di 2019 pada Selasa malam (29/1/2019). Meski demikian guguran awan panas itu

"Kejadian semalam adalah kejadian guguran awan panas pertama. Namun, guguran yang terjadi masih tergolong kecil," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida di Yogyakarta, Rabu (30/1/2019).

Hanik menyebut, kesimpulan bahwa guguran yang terjadi pada Selasa malam adalah awan panas dan bukan semata-mata lava pijar yang hampir selalu terjadi selama beberapa hari terakhir, didasarkan pada analisa visual dan jejak deposit material guguran.

"Ada perbedaan pada seismik dan ekstrusi magma dengan kejadian lava pijar yang terjadi sebelum-sebelumnya. Oleh karena itu, kami menyimpulkan bahwa guguran yang terjadi semalam adalah guguran awan panas," katanya.

BPPTKG mencatat, terjadi tiga kali guguran awan panas dengan jarak luncuran yang berbeda-beda namun semuanya mengarah ke Sungai Gendol. Guguran awan panas pertama terjadi pada pukul 20.17 WIB dengan jarak luncur 1.400 meter dengan durasi 141 detik.

Guguran kedua terjadi pukul 20.53 WIB dengan jarak luncur 1.350 meter yang berlangsung selama 135 detik dan guguran awan panas ketiga terjadi pukul 21.14 WIB dengan jarak luncur 1.100 meter selama 111 detik. Rata-rata kecepatan guguran awan panas 10 meter per detik.

Guguran awan panas tersebut menyebabkan beberapa daerah di sisi timur Gunung Merapi mengalami hujan abu tipis yaitu di sekitar Kota Boyolali, Kecamatan Musuk, Mriyan, Mojosongo, Teras, Cepogo, Simo, Kabupaten Boyolali, dan Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten.

Meskipun Gunung Merapi mengeluarkan tiga kali awan panas dan mengakibatkan hujan abu tipis, namun BPPTKG tidak mengubah status gunung yang hingga kini tetap dinyatakan pada level II atau waspada.

"Status Gunung Merapi tidak kami naikkan karena guguran relatif masih kecil dan ancaman terhadap penduduk belum ada. Kami akan menaikkan status jika sudah ada ancaman terhadap penduduk dengan terlebih dulu menganalisa berbagai parameter pengamatan lain seperti deformasi, intesitas kejadian, hingga jarak luncur guguran," katanya.

Sedangkan untuk potensi kembali terjadinya awan panas, BPPTKG menyebut tidak bisa memperkirakan karena awan panas tergantung dari berbagai faktor.

"Namun, saat ini kami sudah memiliki parameter yang bisa menjadi acuan untuk identifikasi. Tadi malam memang tidak bisa langsung disimpulkan sebagai awan panas karena belum ada kejadian awan panas dengan kondisi magma seperti saat ini dan medan luncur seperti saat ini," katanya.

Awan panas yang baru saja terjadi pun tidak bisa dibandingkan atau disandingkan dengan awan panas yang muncul pada tahun-tahun sebelumnya. Ia pun mengimbau masyarakat untuk tenang namun waspada dan memperhatikan arahan dari petugas berwenang terkait kondisi Gunung Merapi.

"Jarak aman pun masih ditetapkan tiga kilometer dari puncak. Pada jarak tersebut tidak diperbolehkan ada kegiatan apapun, katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok

Sebut Pemantauan di Gunung Merapi Paling Lengkap, Pakar Bandingkan dengan di Daerah Pelosok

News | Jum'at, 11 September 2026 | 19:00 WIB

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada

News | Minggu, 06 September 2026 | 23:11 WIB

5 Gunung Aktif di Indonesia Kompak Erupsi, PVMBG Keluarkan Zona Merah

5 Gunung Aktif di Indonesia Kompak Erupsi, PVMBG Keluarkan Zona Merah

News | Minggu, 06 September 2026 | 14:16 WIB

Gunung Merapi Ungup-ungup Terbakar, Api Mendekati Jalur Kawah Ijen

Gunung Merapi Ungup-ungup Terbakar, Api Mendekati Jalur Kawah Ijen

Foto | Jum'at, 04 September 2026 | 19:30 WIB

Ramai Postingan Kurir "Ngelas", Ternyata Ini Maksud Sebenarnya

Ramai Postingan Kurir "Ngelas", Ternyata Ini Maksud Sebenarnya

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 20:38 WIB

Gunung Apa yang Paling Mematikan di Indonesia?

Gunung Apa yang Paling Mematikan di Indonesia?

Lifestyle | Senin, 06 Juli 2026 | 10:10 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Lawan Krisis Iklim, Pemuda Lereng Merapi Boyolali Sulap Peternakan Domba Jadi Nol Limbah

Lawan Krisis Iklim, Pemuda Lereng Merapi Boyolali Sulap Peternakan Domba Jadi Nol Limbah

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:50 WIB

Balai TNGM Catat 60 Pendaki Ilegal Gunung Merapi dalam Setahun, Haus Validasi-FOMO Jadi Pemicu

Balai TNGM Catat 60 Pendaki Ilegal Gunung Merapi dalam Setahun, Haus Validasi-FOMO Jadi Pemicu

News | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:00 WIB

Dunia Sindhunata dalam Mata Air Bulan: Sebuah Perjumpaan Iman dan Budaya

Dunia Sindhunata dalam Mata Air Bulan: Sebuah Perjumpaan Iman dan Budaya

Your Say | Rabu, 08 April 2026 | 19:00 WIB

Terkini

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10.000 Kilometer

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie, Makan 1 Biji Perlu Lari 10.000 Kilometer

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:25 WIB

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Sinopsis Revenge, Drama China Terbaru Lu Yu Xiao dan Zhang Ling He di WeTV

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:20 WIB

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Manfaat Ekosistem Gambut dan Peran Karbon untuk Satwa dan Manusia

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:19 WIB

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

Selain Ucap Goblok pada HUT PAN, Prabowo Juga Sebut Surah Al-Baqarah Ayat 191, Apa Maknanya?

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:17 WIB

Pemula Wajib Tahu! 4 Cara Pilih Raket Badminton Biar Gak Salah Beli

Pemula Wajib Tahu! 4 Cara Pilih Raket Badminton Biar Gak Salah Beli

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:15 WIB

5 Perbedaan Garment Steamer Gantung vs Setrika Uap Biasa, Ini Kelebihan Keduanya

5 Perbedaan Garment Steamer Gantung vs Setrika Uap Biasa, Ini Kelebihan Keduanya

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 12:05 WIB

Sentil Sindiran Prabowo ke Pakar, Pengamat: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Saling Merendahkan

Sentil Sindiran Prabowo ke Pakar, Pengamat: Kebijakan Harus Berbasis Data, Bukan Saling Merendahkan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 12:03 WIB

Manga Geopolitik Funso Deshitara Hatta Made Resmi Dapat Adaptasi Anime TV

Manga Geopolitik Funso Deshitara Hatta Made Resmi Dapat Adaptasi Anime TV

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 12:00 WIB

Pelaku Penendang Perempuan di Senayan City Ditangkap, DPR: Jangan Ada Keistimewaan!

Pelaku Penendang Perempuan di Senayan City Ditangkap, DPR: Jangan Ada Keistimewaan!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 11:55 WIB

Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Gubernur Sulsel Bawa Pulang Insentif Miliaran Rupiah

Borong Dua Penghargaan Kemendagri, Gubernur Sulsel Bawa Pulang Insentif Miliaran Rupiah

Sulsel | Sabtu, 19 September 2026 | 11:54 WIB

×