Ajakan Polisi Jaga Persatuan Berbuah Sindiran BPN Prabowo - Sandiaga

Bangun Santoso | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Selasa, 12 Februari 2019 | 12:27 WIB
Ajakan Polisi Jaga Persatuan Berbuah Sindiran BPN Prabowo - Sandiaga
Wakil Ketua Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Hidayat Nur Wahid. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Ketua Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandiaga, Hidayat Nur Wahid menyindir aparat kepolisian yang dinilai tidak lagi adil dalam menegakkan aturan. Hidayat menuding kini keadilan hukum terkesan tajam ke pendukung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Sindiran Hidayat dilontarkan melalui akun Twitternya @hnurwahid. Awalnya akun resmi Humas Polri @DivHumas_Polri. Humas Polri mengunggah cuitan ajakan kepada masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

Yuk kita jaga persatuan dan kesatuan NKRI. Mari ciptakan Pileg dan Pilpres Aman, Damai, Sejuk,” tulis akun resmi Humas Polri sebagaimana dikutip Suara.com, Selasa (12/2/2019).

Cuitan Humas Polri itu dibalas Hidayat dengan tudingan keadilan yang sudah tidak merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam cuitannya, Hidayat menuding seharusnya ajakan simpatik menjadi perintah harian yang dicontohkan dari tubuh aparatur kepolisian sendiri. Tidak mengajak warga menjaga Pilpres namun aparat kepolisian sendiri tidak benar-benar menjaganya.

Cuitan Hidayat Nur Wahid. (Twitter)
Cuitan Hidayat Nur Wahid. (Twitter)

Ajakan simpatik yg seharusnya jadi perintah harian. Dimulai dari Polri sendiri. Antara laindg hadirkan laku Polisi sbg se-benar2nya pengayom semua rakyat di NKRI dengan laksanakan dan tegakkan keadilan hukum, tidak terkesan tumpul ke pendukung 01 tapi tajam betul ke pendukung 02,” tulis Hidayat.

Hingga Selasa (12/2/2019) siang, cuitan Hidayat banyak dikomentari oleh warganet. Sejumlah warganet menilai Hidayat terlalu berlebihan dalam menyikapi masalah hukum yang ada jelang Pilpres 2019.

Maaf tadz, bukannya semua pendukung 02 yg diproses hukum itu karena terbukti melanggar hukum. Apa kalau mereka melanggar hukum terus mau dibiarkan? Andai kita sama2 berpikir positif Insyaallah akan lebih damai, tadz,” tulis @sawer_kang.

Kok curhat di medsos @hnurwahid kan punya kolega di DPR, panggil dong Kapolri ke DPR, konfrontir info yg anda peroleh dan itu menjadi kewajiban anggota DPR sebagai alat control pemerintah, gunakan itu sebaik2nya, jangan malah ngumbar di medsos kalau tidak ada keadilan,” balas @kangopek.

Sebelumnya, Hidayat juga menyindir aparat penegak hukum telah melakukan upaya ketidakadilan. Sebab, polisi telah menjatuhkan status tersangka terhadap Ketua Umum Persaudaraan Alumni atau PA 212 Slamet Maarif atas kasus kampanye di acara tablig akbar di Solo.

"Cepatnya proses penetapan tersangka terhadap ustaz Slamet Maarif, makin menambah bukti hukum yang tajam ke bukan kawan, tapi tumpul ke kawan," kata Hidayat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mien Uno Marah Soal #SandiwaraUno, Kini Muncul #SandiwaraAnakMami

Mien Uno Marah Soal #SandiwaraUno, Kini Muncul #SandiwaraAnakMami

News | Selasa, 12 Februari 2019 | 11:32 WIB

Daftar Para Pebisnis Tambang yang Berada Dekat dengan Jokowi dan Prabowo

Daftar Para Pebisnis Tambang yang Berada Dekat dengan Jokowi dan Prabowo

Bisnis | Selasa, 12 Februari 2019 | 09:56 WIB

Pergerakan Senyap Kaum Sufi di Belakang Jokowi dan Prabowo

Pergerakan Senyap Kaum Sufi di Belakang Jokowi dan Prabowo

Liks | Selasa, 12 Februari 2019 | 07:46 WIB

Mardani Ali Sera Kaitkan Maraknya Bencana Alam dengan Hukum Tak Adil

Mardani Ali Sera Kaitkan Maraknya Bencana Alam dengan Hukum Tak Adil

News | Senin, 11 Februari 2019 | 22:15 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB