Pemerhati Lingkungan Klaim Jokowi Sukses Turunkan Angka Kebakaran Hutan

Dwi Bowo Raharjo | Stephanus Aranditio | Suara.com

Selasa, 12 Februari 2019 | 16:57 WIB
Pemerhati Lingkungan Klaim Jokowi Sukses Turunkan Angka Kebakaran Hutan
Ilustrasi Kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (14/9).

Suara.com - Pemerhati Lingkungan Hidup, Wimar Witoelar, mengklaim pemerintahan di era Joko Widodo atau Jokowi sudah berhasil menurunkan angka kebakaran hutan. Namun ia menyebut banyak masyarakat yang belum mengerti capaian ini.

Menurt Wimar, saat ia berpergian ke luar negeri banyak orang asing yang mempertanyakan kebakaran hutan yang masif di Indonesia. Kini, pertanyaan-pertanyaan itu sudah jarang ditemui selama pemerintahan Jokowi.

"Ada juga prescon informal itu riuh sekali sebagian mempertanyakan kenapa sih Indonesia kebakaran hutan terus, dan sebagian malah memuji. saya biarkan orangnya ribut dan mereka-mereka menyimpulkan bahwa kebakaran hutan itu sering terjadi sebelum pemerintah Jokowi jadi Presiden," kata Wimar saat menghadiri diskusi 'Langkah Berani Pulihkan Lingkungan' di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Selain itu Wimar mengklaim banyak masyarakat yang tidak tahu dengan capaian Jokowi saat ini, ia khawatir di tahun politik ini semakin banyak orang yang tak tahu tentang kebenaran yang terjadi.

"Setelah Jokowi jadi Presiden sampai sekarang kebakaran hutan tuh menurun dan banyak orang yang tidak tahu dan kita khawatir jaman kampanye ini yang tidak tahu dibikin tambah tidak tahu," jelasnya.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kebakaran hutan turun drasti sejak tahun 2015.

Pada tahun 2015, kebakaran hutan mencapai 2.610.000 hektar, sedangkan tahun 2016 turun drastis menjadi 438.363 hektar, tahun 2017 menjadi 165.528, dan 2018 sebesar 510.564 hektar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Harga BBM Naik, Jokowi Bandingkan di Jawa Lebih Sering Demo Ketimbang Papua

Harga BBM Naik, Jokowi Bandingkan di Jawa Lebih Sering Demo Ketimbang Papua

Bisnis | Selasa, 12 Februari 2019 | 16:14 WIB

Jokowi Minta Mendikbud Perbanyak Guru Terampil, Ketimbang Guru Normatif

Jokowi Minta Mendikbud Perbanyak Guru Terampil, Ketimbang Guru Normatif

News | Selasa, 12 Februari 2019 | 16:03 WIB

Fadli Zon Sindir Jokowi di Kisah Petruk Dadi Ratu, Selalu Membuat kekacauan

Fadli Zon Sindir Jokowi di Kisah Petruk Dadi Ratu, Selalu Membuat kekacauan

News | Selasa, 12 Februari 2019 | 16:01 WIB

Dukung Jokowi - Maruf Amin, PSI: Muchdi PR Bermasalah

Dukung Jokowi - Maruf Amin, PSI: Muchdi PR Bermasalah

News | Selasa, 12 Februari 2019 | 15:44 WIB

PSI Sebut Dukungan Muchdi PR Tak Akan Mendongkrak Elektabilitas Jokowi

PSI Sebut Dukungan Muchdi PR Tak Akan Mendongkrak Elektabilitas Jokowi

News | Selasa, 12 Februari 2019 | 15:11 WIB

Terkini

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

Krisis Pengawas, DIY Hanya Miliki 24 Penilik untuk Ribuan PAUD Non-Formal

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:38 WIB

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

50 Santriwati Dicabuli, Komnas HAM Desak Polisi Jerat Kiai di Pati Pakai UU TPKS

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:34 WIB

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

Kader PSI Bro Ron Jadi Korban Pemukulan, Ahmad Ali: Siapapun Pelakunya Harus Bertanggung Jawab

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:26 WIB

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

Respons Kapolri Soal Reformasi Polri, Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi di Depan Prabowo

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:24 WIB

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

Misteri Isi 10 Buku Reformasi Polri, Prabowo Setuju Kompolnas Diperkuat dan Jabatan Dibatasi

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:09 WIB

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 20:04 WIB

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:59 WIB

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:55 WIB

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:48 WIB

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 19:42 WIB