Pesona Masjid Kauman Semarang, Prabowo Ditolak Salat Jumat di Sini

Pebriansyah Ariefana | Chyntia Sami Bhayangkara
Pesona Masjid Kauman Semarang, Prabowo Ditolak Salat Jumat di Sini
Masjid Kauman Semarang. (Suara.com/Adam Iyasa)

Prabowo Subianto dilarang Salat Jumat di masjid bersejarah ini

Suara.com - Ketua Masjid Agung Semarang Hanief Ismail menolak rencana capres nomor urut 02 Prabowo Subianto untuk melakukan salat jumat di Masjid yang juga dikenal dengan sebutan Masjid Kauman Surabaya. Penolakan itu dilakukan lantaran Prabowo hendak mempolitisasi salat. Prabowo diketahui menyebar pamphlet berisi ajakan untuk melakukan salat jumat bersama dirinya di Masjid Agung Semarang.

Pihak takmir Masjid Agung Semarang pun melaporkan insiden ini ke Bawaslu Kota Semarang. Pihak Bawaslu pun menegaskan akan melakukan pengawasan terhadap Prabowo yang melakukan agenda kampanye di Kota Semarang.

Masjid Kauman Semarang. (Suara.com/Adam Iyasa)
Masjid Kauman Semarang. (Suara.com/Adam Iyasa)

Masjid Agung Semarang merupakan masjid tertua di Kota Semarang. Masjid ini menyimpan sejarah panjang hingga menjadi saksi kemerdekaan Indonesia. Seperti apa sejarah Masjid Agung Semarang?

Berikut ulasannya untuk anda.

Berdiri Sejak  1170 Hijriah

Masjid Agung Semarang atau dikenal Masjid Kauman Semarang merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Semarang. Bagaimana tidak, masjid ini dibangun pada 1170 Hijriah atau bertepatan dengan tahun 1749 Masehi.

Masjid Kauman Semarang. (Suara.com/Adam Iyasa)
Masjid Kauman Semarang. (Suara.com/Adam Iyasa)

Tahun pembangunan masjid terungkap dari inskripsi yang tertera didepan masjid. Dalam inskripsi itu tertulis dalam Bahasa Jawa yang artinya “Tanda peringatan ketika kanjeng Tuan Nicoolass Hartingh, Gubernur serta Direktur tanah Jawa pada saat Kanjeng Kyai Adipati Suramanggala membangun hingga jadinya masjid ini pada tahun 1170 hijriah”.

Masjid ini sempat mengalami kerusakan parah akibat kebakaran pada tahun 1741. Kemudian masjid ini pun dipugar dengan menambahkan desain dari arsitektur Belanda bernama Gakampiyan pada 1889 sampai 1904.

Masjid Kauman Semarang. (Suara.com/Adam Iyasa)
Masjid Kauman Semarang. (Suara.com/Adam Iyasa)

Satu-satunya Masjid Umumkan Kemerdekaan Indonesia

Tak hanya dikenal sebagai masjid tertua nan bersejarah, ternyata Masjid Agung Semarang juga menjadi saksi kemerdekaan Indonesia. Masjid Agung Semarang menjadi satu-satunya masjid di Indonesia yang mengumumkan kemerdekaan Indonesia sesaat telah proklamasi dilakukan.

Kurang lebih satu jam setelah proklamasi dikumandangkan oeh Soekarno dan Moh Hatta di Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta, pengumuman kemerdekaan Indonesia dikumandangkan di masjid ini.

Sosok dr. Agus, seorang Jemaah aktif di masjid ini yang berjasa besar dalam menyiarkan kemerdekaan Indonesia di Tanah Semarang. Ia mengumumkan kemerdekaan Indonesia di hadapan Jemaah yang hadir sesaat sebelum salat jumat digelar.

Masjid Kauman Semarang. (Suara.com/Adam Iyasa)
Masjid Kauman Semarang. (Suara.com/Adam Iyasa)

Karnaval Dugderan Tiap Ramadhan

Masjid Agung Semarang juga memiliki tradisi unik yang terus dilestarikan setiap tahunnya. Tradisi itu disebut Degderan yang biasa digelar setiap awal Ramadhan.

Biasanya masyarakat Semarang datang berbondong-bondong ke Masjid Agung Semarang untuk menyaksikan perhelatan Karnaval Degderan. Tradisi ini ditandai dengan pemukulan bedug, menyalakan meriam hingga diaraknya Warak Ngendhog dan kembang manggar menuju ke Masjid Agung Semarang.

Karnaval Dugderan sudah dimulai sejak 1983 pada era kepemimpinan Wali Kota Semaran Imam Soeparto Tjakrakoeda. Suara pukulan bedug hingga dentingan suara meriam menjadi khas tradisi ini hingga disebut Dugderan.

Kontributor : Adam Iyasa

Komentar

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS