Kisah Penyintas: Vivi Normasari, Korban Pengeboman JW Marriot 2003

Jum'at, 15 Februari 2019 | 08:24 WIB
Kisah Penyintas: Vivi Normasari, Korban Pengeboman JW Marriot 2003
Vivi Normasari, penyintas tragedi bom JW Marriott 2003 [Suara.com/Ummi Hadyah Saleh].
Ali Imron, mantan narapidana Bom Bali I saat meminta maaf kepada keluarga korban. (Suara.com/Ummi)
Ali Imron, mantan narapidana Bom Bali I saat meminta maaf kepada keluarga korban. (Suara.com/Ummi)

Bisa Survive

Vivi Normasari mengungkapkan, bahwa setelah kejadian pengeboman yang menimpanya pada 2003 itu, dirinya menjadi seseorang yang memiliki sifat pemarah. Bahkan dirinya tidak sanggup kembali bekerja dengan kondisi fisik akibat menjadi korban pengeboman JW Marriot.

Butuh waktu lama, sampai akhirnya ia bisa berada dalam kondisi survive dan lebih tenang.

"Sampai saya konseling dengan psikolog dan psikiater, akhirnya mereka menyampaikan bahwa semuanya harus dihadapi, harus ikut dengan program mereka, di mana kita harus bisa berdiri di lokasi pada saat kejadian. Makanya saya ke Marriot, survive merangkak dari (Mal) Ambassador sampai saya berada di titik di mana saya berada, dan itu memang membuat agak sedikit tenang," kata Vivi Normasari.

Setelah berada dalam kondisi yang tenang, Vivi Normasari akhirnya memutuskan memenuhi ajakan untuk menghadiri perayaan mengenang peristiwa kejadian bom di JW Marriot. Di acara itu, ia bertemu dengan para korban yang lukanya atau kondisinya lebih parah dari dirinya.

"Luka mereka lebih parah dari saya, luka bakar mereka terlihat sekali dan mereka santai. Maksud saya bukan santai, namun mereka ikhlas menerima keadaan mereka akhirnya saya berpikir mengapa saya tidak (ikhlas) seperti mereka," ucapnya.

Caci-Maki kepada Mantan Teroris dan Akhirnya Bisa Ikhlas

Vivi Normasari mengaku saat ini sudah merasa ikhlas meski kedua tangannya cacat permanen akibat peristiwa bom JW Marriot. Kemudian dirinya juga merasakan trauma psikis rasa malu selama bertahun-tahun.

Ia menceritakan dirinya sangat dendam dengan Ali Fauzi, otak Bom Bali dan adik dari teroris Amrozi saat pertama kali bertemu. Bahkan saat bertemu, Vivi Normasari berniat menyiram muka Ali Fauzi dengan garam dan cuka.

Baca Juga: Anang Hermansyah Akhirnya Sepakat Batalkan RUU Permusikan

"Mungkin tidak ada di sini (Ali Fauzi), (haru) pertama kali saya bertemu dengan Bang Ali itu saya nangis. Saya ingin sekali melihat muka beliau dan saya kasih garam, saya kasih cuka supaya dia merasakan bagaimana perihnya saya dan teman-teman," ucap Vivi Normasari.

Namun pada pertemuan dengan Ali ketika itu, saat Vivi Normasari mengeluarkan sumpah serapahnya kepada Ali Fauzi, Ali menangis.

Ia heran mantan teroris bisa menangis. Namun ketika itu, ia melihat ketulusan Ali Fauzi untuk hijrah dan perlahan bisa menerima kondisi dirinya.

"Tapi pada saat itu saya caci-maki, beliau diam malah menangis, terus saya bilang kenapa teroris bisa nangis? Akhirnya saya trenyuh bahwa oh ternyata apa yang disampaikan beliau, ketulusan beliau untuk hijrah, untuk tobat, saya dan teman-teman akhirnya bisa menerima," ucap Vivi Normasari terus berlinang air mata.

Vivi Normasari juga mengaku bersyukur, bisa dipertemukan dengan mantan teroris Ali Imron yang hadir di acara itu. Ia juga berpesan agar Ali Imron tetap setia dan cinta NKRI.

"Dan bersyukur sekali, hari ini saya bisa bertemu dengan Pak Ali Imron (menangis), Bapak dapat salam dari teman-teman penyintas bahwa mereka berpesan kepada Bapak: Semoga bapak semakin mencintai NKRI dan setiap hela napas bapak (sembari menangis, dan penonton bertepuk tangan), adalah untuk menjaga NKRI ini untuk tidak ada pembom lainnya di negeri kita," ungkapnya penuh perasaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI