Sekjen PBNU Sarankan Fadli Zon Minta Maaf soal Puisi Kontroversial

Liberty Jemadu
Sekjen PBNU Sarankan Fadli Zon Minta Maaf soal Puisi Kontroversial
Wakil Ketua DPR Fadli Zon. (Suara.com/Stephanus Aranditio)

Sekjen PBNU: Kami menilai puisi itu sarat dengan muatan ketidaksopanan dan menyinggung keluarga besar Nahdlatul Ulama.

Suara.com - Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Helmy Faishal Zaini menyarankan Fadli Zon agar meminta maaf soal puisi berjudul Doa yang Tertukar yang diduga menyindir ulama karismatis KH Maimoen Zubair.

"Ya, sebagai yang masih muda sebaiknya yang bersangkutan meminta maaf dan segera sowan kepada Mbah Moen," kata Helmy kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Dia meyakini Kiai Maimoen sudah memaafkan tanpa dimintai maaf tapi etika dan adab mengajarkan untuk meminta maaf apalagi kepada yang lebih sepuh dan alim.

Menurut dia, Fadli yang menulis puisi tersebut menyinggung perasaan keluarga besar Nahdlatul Ulama. Puisi tersebut jika dilihat dari konteks rangkaian peristiwa tentu sangat berkaitan dengan apa yang terjadi di Sarang, Rembang.

Helmy menilai bahwa tindakan Fadli Zon yang membuat puisi kontroversial tersebut sangat tidak pantas.

"Kami menilai puisi itu sarat dengan muatan ketidaksopanan dan menyinggung keluarga besar Nahdlatul Ulama," kata dia, "Sebab Mbah Moen adalah kiai sepuh dan ulama karismatik yang sangat kami hormati di lingkungan Nahdlatul Ulama. Kita harus menghormati beliau." [Antara]

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS