TKN: Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Dipolitisasi Sebelum Ditangkap Polisi

Jum'at, 01 Maret 2019 | 11:59 WIB
TKN: Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet Dipolitisasi Sebelum Ditangkap Polisi
Suasana sidang perdana kasus penyebaran berita bohong atau hoaks yang menjerat terdakwa Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (28/2).[Suara.com/Arief Hermawan P]

Suara.com - Kasus hoaks Ratna Sarumpaet dipolitisasi sebelum Ratna ditangkap, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo atau Jokowi - Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily menilai kasus hoaks Ratna Sarumpaet sudah berjalan sesuai dengan proses hukum.

Justru Ace menilai kalau hoaks Ratna Sarumpaet tidak diungkap pihak kepolisian, justru malah akan dijadikan alat politisasi. Sebelumnya saat menjalani sidang pembacaan dakwaan, Ratna Sarumpaet mengaku telah bersalah namun meminta kasusnya tidak dipolitisasi.

Menyikapi hal tersebut, Ace menilai justru sebelum terungkap, kasus pengeroyokan Ratna Sarumpaet malah terkesan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu.

"Itu sebetulnya tidak berdiri sendiri ada upaya untuk mempolitisasi kasus Ratna Sarumpet sebelum kasusnya terungkap oleh kepolisian," kata Ace di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jumat (1/3/2019).

Justru Ace merasa lega kalau upaya kebohongan Ratna kemudian bisa dipecahkan oleh pihak kepolisian sampai mendorong Ratna Sarumpaet untuk melakukan konferensi pers menyatakan kebohongannya kepada publik. Pasalnya, jika pihak kepolisian tidak segera bertindak secara cepat, justru penyebaran hoax Ratna malah akan terus bergulir.

"Justru menurut saya kalau kasus ini tidak terungkap oleh proses hukum pasti akan terjadi politisasi terhadap kekerasan dan itu berbahaya sekali bagi demokrasi kita menjelang pilpres," pungkasnya.

Untuk diketahui, terdakwa hoaks Ratna Sarumpaet curiga ada unsur politik dalam kasusnya. Ratna Sarumpaet merasa ada unsur politik saat penangkapannya di Bandara Soekarno - Hatta, Kamis (4/10/2018) malam tahun lalu.

Ratna Sarumpaet menjalani sidang perdana kasus penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (28/2/2019). Dalam sidang itu, Ratna Sarumpaet ingin hakim memutus kasusnya tanpa ada tekanan politik.

"Saya salah, tapi yang terjadi pada peristiwa penjemputan ada ketegangan yang menyadarkan saya bahwa ini politik. Maka dari itu saya ajak marilah kita jadi hero untuk bangsa ini, bukan untuk saya," kata Ratna Sarumpaet.

Baca Juga: Polisi Bantah Ada Unsur Politis di Balik Penangkapan Ratna Sarumpaet

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI