Puskesmas Diretas, BPN: Pelakunya Mungkin Tak Suka Pemerintah Sekarang

Agung Sandy Lesmana

Selasa, 05 Maret 2019 | 22:40 WIB
Puskesmas Diretas, BPN: Pelakunya Mungkin Tak Suka Pemerintah Sekarang
Teks berjalan elektronik di Puskesmas Srondol Kota Semarang, Jawa Tengah diretas, baru-baru ini. [Suara.com/@workpedia]

Suara.com - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno Jawa Tengah, Sriyanto Saputro membantah menjadi otak di balik aksi peretasan pada tulisan berjalan atau running text di Puskesmas Srondol. Dia mengklaim tak baru mengetahui ada aksi peretasan tersebut.

"Kami sendiri tidak tahu, BPN juga tidak pernah menginstruksikan aksi itu," kata Sriyanto, saat dikonfirmasi, Selasa (5/3/2019).

Terkait hal itu, Sriyanto justru menyayangkan adanya peretasan di fasilitas umum tersebut. Menurut Sriyanto, justru sistem keamanan di fasilitas milik pemerintahan itu perlu dipertanyakan.

"Fasilitas umum itu dibiayai negara, termasuk dengan antisipasi peretasan. Kalau sistem keamanan lemah, jangan-jangan seperti di Jakarta video tron ada video porno bisa terulang," ujar Sriyanto.

Di sisi lain, fenomena peretasan tulisan berjalan di fasilitas pemerintahan, menurut Sriyanto, dimungkinkan pelakunya sudah tidak betah dengan pemerintah sekarang.

"Mungkin ekspresi iseng dari masyarakat yang melihat ketidaknetralan ASN, lalu melakukan peretasan. Bisa jadi dia (pelaku) penggemar Pak Prabowo juga," katanya.

Sebelumnya, tulisan berjalan atau running text Puskesmas Srondol Kota Semarang di hack oleh orang tak bertanggungjawab. Dalam tulisan yang dihack itu, berbunyi ajakan kampanye untuk memilih paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga.

Pada running text yang terpasang di atas pintu masuk Puskesmas, berbunyi sebagai berikut : 'hacked by: Sir.Kz0L|-L4EFY-| Ha Ha in Your System :v Pilih No. 2 PRABOWO SUBIANTO-SANDIAGA UNO'. Selain ajakan memilih capres nomor urut 02, teks tersebut berlanjut dengan ajakan untuk meng-unsubscribe YouTuber Atta Halilintar.

Karena hoboh pengunjung yang melihat, maka papan running text itu lalu dicopot oleh pihak Puskesmas pada Senin (4/3/2019) sekitar pukul 08.30 WIB.

baca juga

Kontributor : Adam Iyasa

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HNW: Jalan 191 Ribu Kilometer Digarap Era Soekarno, Jokowi Cuma Lanjutkan

HNW: Jalan 191 Ribu Kilometer Digarap Era Soekarno, Jokowi Cuma Lanjutkan

News | Selasa, 19 Februari 2019 | 19:15 WIB

Disebut Partisan, Hanafi Rais Ogah Tanggapi Survei Debat Rilisan LSI

Disebut Partisan, Hanafi Rais Ogah Tanggapi Survei Debat Rilisan LSI

News | Kamis, 31 Januari 2019 | 18:05 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×