Neng Ning Nung Nang Meneng Hening Hanung Menang, Nyepi di Tahun Politik

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 07 Maret 2019 | 17:23 WIB
Neng Ning Nung Nang Meneng Hening Hanung Menang, Nyepi di Tahun Politik
Tawur Agung Kesanga di Yogyakarta. (Suara.com/Sri Handayani)

Suara.com - 2019, tahun politik untuk menentukan presiden dan wakil presiden, serta wakil rakyat. Dalam Nyepi, Umat Hindu berdoa agar semua lancar tanpa hambatan. Kontributor Suara.com di Yogyakarta, Sri Handayani menyaksikan doa itu.

Seorang anak perempuan berkebaya putih duduk sembari menangkupkan kedua tangannya di depan kening. Mulutnya tertutup rapat, begitu pula matanya.

Di sampingnya, sang ibu memakai kebaya merah dengan posisi serupa. Mereka adalah dua dari sekitar 10 ribu umat Hindu di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang ikut dalam acara Tawur Agung Kesanga 1941 saka, kemarin di Candi Prambanan. Mereka bersembahyang dengan khidmat menyambut hari suci Nyepi yang jatuh pada hari ini, Kamis (7/3/2019).

Ketua Umum Pengurus Harian Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Wisnu Bawa Tenaya, mengatakan hari ini merupakan puncak rangkaian Hari Suci Nyepi 1941 Saka yang bertepatan dengan tahun politik menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Pada hari suci Nyepi, umat Hindu Indonesia menjalankan empat ritual yang disebut Catur Brata Penyepian.

“Puncak Nyepi adalah amati. Maka dari itu, pada Nyepi kali ini, melalui Catur Brata Penyepian, kita sukseskan Pemilu 2019,” kata Wisnu.

Dalam Catur Brata Penyepian, terdapat empat macam ritual yang harus dilakukan oleh Umat Hindu. Pertama, amati geni. Selama masa Nyepi, umat Hindu dilarang menyalakan. Tak hanya api ada di alam semesta, mereka juga diharapkan dalam mengurangi api amarah dari dalam dirinya.

Tawur Agung Kesanga di Yogyakarta. (Suara.com/Sri Handayani)
Tawur Agung Kesanga di Yogyakarta. (Suara.com/Sri Handayani)

Menurut Wisnu, ritual ini mengistirahatkan mata fisik dari aktivitas sehari-hari. Di saat yang bersamaan, mata hati manusia terbuka luas. Mereka diharapkan dapat melihat dengan lebih jelas kondisi nyata yang sedang dialami oleh bangsa dan negara Indonesia.

Kedua, amati lelanguan. Jika di hari biasa manusia bebas berpesta pora, pada saat Nyepi, umat Hindu diminta untuk menahan keinginan tersebut. Hal ini pun diharapkan akan meningkatkan kepekaan nurani untuk melihat kondisi masyarakat dan alam sekitar.

Ritual ketiga yaitu amati pekaryan atau tidak bekerja. Umat Hindu berpuasa selama 24 jam selama masa Nyepi. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan kepekaan sosial terhadap lingkungan. Ritual keempat yaitu amati lelungan. Umat Hindu dilarang menuruti keinginannya bepergian selama masa Nyepi. Mereka diminta diam di tempat untuk melakukan introspeksi.

baca juga

“Neng ning nung nang. Meneng hening hanung menang. Dan persepsi agar ke depan kita lebih baik,” kata Wisnu.

Melalui keempat ajaran tersebut, Wisnu mengajak umat Hindu untuk terus menajamkan cita-cita. Namun, hal itu tak lepas dari cita-cita negara untuk merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Ia juga mengingatkan umat Hindu untuk mengingat ajaran tri kaya parisudha, yaitu untuk berpikir, berucap, dan bertindak.

“Jangan terbalik-balik, ngomong dulu baru bertindak, sehingga menjadi konflik,” ujar dia.

Ia juga mengingatkan para pemimpin untuk menerapkan salagrama. Para pemimpin diharapkan tidak menggunakan kekerasan, tidak dengki, tidak iri hati, tidak mencuri atau korupsi, dan tidak mabuk jabatan.

Tawur Agung Kesanga di Yogyakarta. (Suara.com/Sri Handayani)
Tawur Agung Kesanga di Yogyakarta. (Suara.com/Sri Handayani)

Pesan politik juga disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyambut Hari Suci Nyepi 1941 Saka. Dalam acara Tawur Agung Kesanga yang diselenggarakan di Prambanan, Rabu (6/3/2019), ia mengapresiasi tema pemilu yang diangkat panitia. Melalui mulat sarira atau introspeksi diri, umat Hindu dianggap sangat peka dengan kondisi bangsa yang menghadapi banyak ujian di tahun politik.

“Kepekaan itu digaungkan secara masif dalam perayaan hari suci Nyepi tahun ini dengan tema sentral Melalui Catur Berata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Khidmatnya Tawur Agung Kesanga, Ritual Umat Hindu Balas Jasa Alam Semesta

Khidmatnya Tawur Agung Kesanga, Ritual Umat Hindu Balas Jasa Alam Semesta

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 17:06 WIB

949 Narapidana Beragama Hindu Dapat Remisi Hari Raya Nyepi

949 Narapidana Beragama Hindu Dapat Remisi Hari Raya Nyepi

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 14:02 WIB

Bela Indonesia di Hari Raya Nyepi, Ketut Rindu Berat Akan Hal Ini

Bela Indonesia di Hari Raya Nyepi, Ketut Rindu Berat Akan Hal Ini

Sport | Kamis, 07 Maret 2019 | 13:37 WIB

Rayakan Nyepi di All England, Ketut: Bela Negara Sama dengan Beribadah

Rayakan Nyepi di All England, Ketut: Bela Negara Sama dengan Beribadah

Sport | Kamis, 07 Maret 2019 | 12:20 WIB

Hari Raya Nyepi, Ini 4 Filosofi di Balik Ritual Nyepi

Hari Raya Nyepi, Ini 4 Filosofi di Balik Ritual Nyepi

Lifestyle | Kamis, 07 Maret 2019 | 07:05 WIB

Terkini

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Novel Lahbako: Tanah, Tembakau, dan Kampung Halaman yang Menagih Kepulangan

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 10:00 WIB

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

KDMP Berpeluang Ekspor, Tapi Belum Jadi Prioritas

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:58 WIB

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Siswa Pekanbaru Mulai Belajar di Sekolah, Wali Kota: Jika Sesak Napas Jangan Dipaksakan

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 09:56 WIB

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Rupiah Akhirnya Perkasa Pagi Ini ke Level Rp17.852

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:53 WIB

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Profil dan Pekerjaan Dennis Talakua, Resmi Lamar Marion Jola setelah 5 Tahun Pacaran

Entertainment | Rabu, 23 September 2026 | 09:47 WIB

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Razia Gabungan di Lapas Cikarang: 15 Senjata Tajam Hingga Baut Disita dari Sel

Bekaci | Rabu, 23 September 2026 | 09:46 WIB

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Lion Parcel Ekspansi ke Malaysia, Bidik Peluang Bisnis Logistik Lintas Negara

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 09:44 WIB

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Disambut Histeris Keluarga, Momen Korban KM Virgo Transport 8 Pulang Rumah di Cianjur

Jabar | Rabu, 23 September 2026 | 09:43 WIB

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

Banyak Prajurit Tangani Bencana, Upacara Puncak HUT TNI Batal Digelar di Monas

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:41 WIB

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Di Tengah Gaung Erau dan IKN, Guru Kukar Didorong Adaptif Terhadap Teknologi

Kaltim | Rabu, 23 September 2026 | 09:37 WIB

×