4 Fakta Mengejutkan di Balik Ramalan Kiamat Ponorogo, sampai Gagal Kawin

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 14 Maret 2019 | 07:15 WIB
4 Fakta Mengejutkan di Balik Ramalan Kiamat Ponorogo, sampai Gagal Kawin
Warga Ponorogo mendadak pindah ke Malang karena isu akan kiamat di daerahnya. (BeritaJatim)

Suara.com - Fakta menyedihkan di balik ramalan kiamat Ponorogo, Jawa Timur. Warga mendadak pindah ke Malang karena isu akan kiamat di Desa Watu Bonang, Kecamatan Badegan, Ponorogo. Bahkan ada yang gagal kawin.

Pemerintah Desa Watu Bonang mencatat ada 16 kepala keluarga yang pindah ke Malang, Jawa Timur. Kebanyakan dari mereka membawa seluruh sanak keluarga. Jadi ada yang rumahnya dikosongkan, bahkan sampai dijual.

Dari 16 KK itu, semuanya ada 52 jiwa, dengan rincian 23 perempuan dan 29 laki-laki. Secara administrasi, mereka masih menjadi penduduk Desa Watu Bonang, karena tidak ada yang mengurus surat pindah.

Ditanya masalah yang melatarbelakangi, Kepala Dusun Krajan, Sogi memastikan tidak ada masalah dengan tetangga. Dia justru menyebut mayoritas warga yang pergi ke Malang tersebut, secara sosial berperilaku baik. Mereka pun memiliki ilmu agama yang cukup mumpuni. Sebelumnya, Sogi sempat mengemukakan bahwa ke-16 keluarga tersebut sudah mulai pergi sekitar sebulan lalu dari desa tersebut.

Berikut Fakta menyedihkan di balik ramalan kiamat di Ponorogo:

1. Warga Jual Rumah karena Percaya Kiamat akan datang

Ilustrasi rumah kertas. [shutterstock]
Ilustrasi rumah kertas. [shutterstock]

Tidak semua warga Ponorogo yang pergi ke Malang tersebut menjual rumah mereka. Hanya ada tiga keluarga yang menjual untuk biaya pergi ke Malang.

Dari informasi yang didapat, menurut Sogi, kebanyakan warga yang ke Malang hanya bilang hendak menuntut ilmu di salah satu pondok pesantren di daerah Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

2. Warga Jual Tanah

baca juga
Sawah di Karawang, Jawa Barat. (Dok: Kementan)
Ilustrasi lahan. (Dok: Kementan)

Sebanyak 52 warga atau 16 kepala keluarga di Desa Watubonang, Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, melakukan eksodus ke daerah Malang, gara-gara terindoktrinasi mengenai kiamat sudah dekat.

Bahkan, puluhan warga tersebut telah menjual rumah dan tanah, serta harta bendanya guna memperdalam ilmu sekte di Malang yang juga menubuatkan kiamat nantinya kali pertama melanda Desa Watubonang.

Hal tersebut terungkap setelah warganet bernama Rizki Ahmad Ridho mengunggah tulisan mengenai hal tersebut di laman komunitas Info Cegatan Warga Ponorogo (ICWP).

3. Warga Percaya Ramalan Kiamat karena Fatwa

Ilustrasi Bumi ditabrak oleh objek antariksa. [Shutterstock]
Ilustrasi Bumi ditabrak oleh objek antariksa. [Shutterstock]

Fatwa kiamat bakal terjadi pada bulan Ramadan tahun 2019 beredar dan meresahkan warga Malang, Jawa Timur.

Apalagi, fatwa kiamat itu juga yang menyebabkan 52 warga desa di Ponorogo berbondong-bondong melarikan diri ke Malang. Berdasarkan informasi yang terhimpun, fatwa kiamat itu dikeluarkan pondok pesantren di Kasembon, Kabupaten Malang.

Polres Batu akhirnya mengelar pertemuan yang melibatkan Muspika Kasembon, MUI, KUA, dan MWC Nahdlatul Ulama Kasembon untuk membahas keabsahan fatwa tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap fatwa kiamat itu disebarluaskan dari Pondok Pesantren berinisial MFM yang diasuh oleh Kiai MR di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon. Fatwa itu berisi mengenai peringatan bakal terjadi kiamat dan bencana pada bulan Ramadan nanti. Fatwa itu disebarluaskan melalui aplikasi obrolan WhatsApp.

Dalam pesan berantai itu juga disebutkan, karena akan terjadi kiamat, maka santri/ jemaah diminta menjual aset-aset yang dimiliki untuk bekal akhirat, dibawa dan disetorkan ke pondok. Kapolres Batu Ajun Komisaris Besar Budi Hermanto membenarkan ada peredaran pesan berantai tersebut. Namun ia mengatakan, pesan tersebut adalah hoaks.

4. Gagal Nikah

Ilustrasi pernikahan. (Unsplash/Thomas AE)
Ilustrasi pernikahan. (Unsplash/Thomas AE)

Desa Watu Bonang, Ponorogo, Jawa Timur tak hanya ditinggalkan warga akibat beredarnya isu kiamat. Bahkan, nyaringnya isu akhir zaman di desa itu pun membuat perempuan Katyiem (45) terpaksa sendirian setelah ditinggal pergi sang menantu ke Malang karena khawatir akibat isu kiamat di tempat tingganya.

Menantu tersebut meninggalkan putri kandung Katiyem tanpa alasan yang jelas, pukul 22.00, Senin lalu (4/3/2019). Putrinya hanya ditinggali pesan bahwa suaminya itu pergi ke Malang. Menyusul rombongan lain yang sudah berangkat terlebih dahulu.

Katiyem turut bersedih mengingat umur pernikahan anaknya baru delapan bulan. Pun belum dikaruniai buah hati. Si menantu berangkat saat hujan lebat dan hanya membawa pakaian. Tidak bawa apa-apa, cuma pakaian yang dikenakan dan mungkin sejumlah uang.

Beruntung, menantunya itu tak ikut menjual harta benda di rumahnya sebelum pergi. Berbeda dengan warga lain yang telah berangkat lebih dulu. Tiga keluarga yang telah berangkat satu bulan lalu menjual tanah dan rumah beserta isinya. Hasil penjualan digunakan utuk bekal menuntut ilmu di Malang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Mau Kiamat, Warga Ponorogo Lari ke Malang sampai Jual Rumah

Isu Mau Kiamat, Warga Ponorogo Lari ke Malang sampai Jual Rumah

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 13:14 WIB

Terungkap! Bagaimana Efek Letusan Gunung Berapi Timbulkan Kiamat

Terungkap! Bagaimana Efek Letusan Gunung Berapi Timbulkan Kiamat

Tekno | Jum'at, 22 Februari 2019 | 07:50 WIB

Penelitian Ini Bisa Bantu Anda Mengetahui Kapan Dunia Berakhir

Penelitian Ini Bisa Bantu Anda Mengetahui Kapan Dunia Berakhir

Tekno | Senin, 04 Februari 2019 | 17:40 WIB

Dituntut Selalu Menang, Kevin: Kalau Kalah seperti Kiamat

Dituntut Selalu Menang, Kevin: Kalau Kalah seperti Kiamat

Sport | Jum'at, 25 Januari 2019 | 21:23 WIB

Jam Kiamat di 2019: Dunia Masih di Tepi Jurang Akhir Zaman

Jam Kiamat di 2019: Dunia Masih di Tepi Jurang Akhir Zaman

Tekno | Jum'at, 25 Januari 2019 | 07:15 WIB

Terkini

Gaji PPPK Aman! Mendagri Tito Pastikan Tak Ada Honorer Dirumahkan

Gaji PPPK Aman! Mendagri Tito Pastikan Tak Ada Honorer Dirumahkan

Sulsel | Sabtu, 19 September 2026 | 09:24 WIB

AiMOGA Robotics Gandeng Perguruan Tinggi Indonesia Kembangkan Robotika dan Kecerdasan Buatan

AiMOGA Robotics Gandeng Perguruan Tinggi Indonesia Kembangkan Robotika dan Kecerdasan Buatan

Otomotif | Sabtu, 19 September 2026 | 09:15 WIB

Syarat dan Cara Membuat Kartu Identitas Anak Terbaru, Bisa Diurus dari Rumah Saja!

Syarat dan Cara Membuat Kartu Identitas Anak Terbaru, Bisa Diurus dari Rumah Saja!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 09:13 WIB

Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumatera, Pengaruhi Kualitas Udara Riau

Ribuan Titik Panas Masih Terdeteksi di Sumatera, Pengaruhi Kualitas Udara Riau

Riau | Sabtu, 19 September 2026 | 09:05 WIB

Prabowo: Sistem Ekonomi Kita Tidak Berjalan Sesuai Cita-cita

Prabowo: Sistem Ekonomi Kita Tidak Berjalan Sesuai Cita-cita

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 09:05 WIB

Lee Je Hoon Diincar Bintangi Film Horor Thriller Baru, Ominous Dream

Lee Je Hoon Diincar Bintangi Film Horor Thriller Baru, Ominous Dream

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 09:00 WIB

Mewah! Jepang Pakai Kapal Pesiar Untuk Hunian Atlet Asian Games 2026

Mewah! Jepang Pakai Kapal Pesiar Untuk Hunian Atlet Asian Games 2026

Foto | Sabtu, 19 September 2026 | 09:00 WIB

Automechanika Jadi Titik Temu Industri Otomotif Global di Indonesia

Automechanika Jadi Titik Temu Industri Otomotif Global di Indonesia

Otomotif | Sabtu, 19 September 2026 | 08:50 WIB

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Komisi HAM Surati Kapolda Riau soal Dugaan Kekerasan Polisi ke Warga di Bengkalis

Riau | Sabtu, 19 September 2026 | 08:47 WIB

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

Prabowo: Saya Dikasih Pesan Dilarang Joget dan Jangan Ngomong Lu-Gue!

News | Sabtu, 19 September 2026 | 08:34 WIB

×