Tanggapi #KalahkanCapresPelanggarHAM, Fahri: Waktu Jokowi Sudah Habis

Bangun Santoso, Novian Ardiansyah

Kamis, 14 Maret 2019 | 11:42 WIB
Tanggapi #KalahkanCapresPelanggarHAM, Fahri: Waktu Jokowi Sudah Habis
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Selasa (29/1/2019). (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi tidak bisa menyelesaikan tuntutan para keluarga korban aktivis yang diculik pada 1998.

Padahal, kata dia, Jokowi memiliki kesempatan untuk memenuhi tuntutyan itu dalam satu periode kepemimpinannya. Hanya saja, kesempatan itu tidak digunakan Jokowi dengan baik dalam upaya menuntaskan segala masalah pelanggaran HAM masa lalu.

Hal itu diungkapkan Fahri Hamzah melalui akun Twitternya @Fahrihamzah menanggapi cuitan dari akun @ulinyusron yang menyatakan, 'Bu Fatah semoga tetap sabar. Kita akan tuntaskan kasus penculikan ini sesuai rekomendasi DPR'.

"Waktu kalian sudah habis.. Dikasi kekuasaan 5 tahun dipakai main2 lalu sekarang bikin janji palsu...#GantianDong," cuit Fahri seperti dikutip Suara.com, Kamis (14/3/2019).

Diketahui, Budiarti Fatah ibunda dari Leonardus Nugroho Iskandar atau dikenal dengan panggilan Gilang, korban penculikan 1998 bersama keluarga korban lainnya mendeklarasikan diri mendukung capres petahana Jokowi. Mereka juga menyatakan antipati terhadap rival Jokowi di Pilpres 2019, Prabowo Subianto.

Mereka menyerukan larangan dan ajakan untuk mengalahkan Prabowo dengan kaos bertuliskan #KalahkanCapresPelanggarHAM.

"Kebetulan ada pemilihan presiden karena pak Jokowi Wali Kota Surakarta dan saya masyarakat Solo, saya aktif ketemu dan merasakan kasih sayang (Jokowi). Saya berharap jangan sampai dalam pemililah presiden yang memimpin (pelaku) pelanggaran HAM, karena sebelum jadi presiden saja sudah semena-mena pada rakyat kecil seperti kepada anak saya. Dan saya berdoa jangan sampai pak Prabowo itu jadi pemimpin di negara ini," ujar Budiarti di Hotel Grand Cemara, Jakarta Pusat, Rabu (13/3/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

TKN Jawab Tudingan BPN Soal Hoaks Lobi Pembebasan Siti Aisyah

TKN Jawab Tudingan BPN Soal Hoaks Lobi Pembebasan Siti Aisyah

News | Kamis, 14 Maret 2019 | 10:31 WIB

Alasan Ponpes Lirboyo Terbitkan Maklumat Pilih Jokowi

Alasan Ponpes Lirboyo Terbitkan Maklumat Pilih Jokowi

News | Kamis, 14 Maret 2019 | 09:46 WIB

4 Sikap Keluarga Korban Penculikan 1998 Tolak Prabowo - Tantang Wiranto

4 Sikap Keluarga Korban Penculikan 1998 Tolak Prabowo - Tantang Wiranto

News | Kamis, 14 Maret 2019 | 06:50 WIB

Ke Muara Baru, Jokowi Swafoto dan Beli Dua Ikan Kakap Merah Rp 500 Ribu

Ke Muara Baru, Jokowi Swafoto dan Beli Dua Ikan Kakap Merah Rp 500 Ribu

News | Rabu, 13 Maret 2019 | 22:23 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×