Dampak Banjir Bandang Sentani, Pelaksanaan UN SMA Diundur

Chandra Iswinarno
Dampak Banjir Bandang Sentani, Pelaksanaan UN SMA Diundur
Kompleks persekolahan Advent di Doyo Baru dipenuhi lumpur pasca banjir bandang yang melanda Kabupaten Jayapura, Papua. [Jubi.co.id]

Pengunduran jadwal penyelenggaraan UN tersebut dilakukan setelah rapat koordinasi kepala sekolah.

Suara.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk SMA di Kota Sentani dan Doyo Baru yang berada di daerah terdampak banjir bandang di Kabupaten Jayapura, Papua diundur.

Pengunduran jadwal penyelenggaraan UN tersebut dilakukan setelah rapat koordinasi kepala sekolah.

"Hasil rapat kordinasi kepala sekolah tanggal 19 Maret, pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang seharusnya mulai dilakukan pada tanggal 18 dipindahkan ke jadwal USBN susulan," kata Kepala Sekolah SMA Advent Doyo Baru Harold Oijaitou seperti dilansir Jubi.co.id - jaringan Suara.com, Rabu (20/3/2019).

Dalam pertemuan para kepala sekolah dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura diputuskan beberapa sekolah yang bisa melaksanakan ujian sesuai jadwal, dapat melaksanakan tanpa harus menunggu jadwal susulan.

Sementara itu, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dijadwalkan pada 25 Maret 2019 untuk SMA dan 1 April 2019 untuk SMK, jika masih belum dapat digelar sesuai jadwal, maka akan dilaksanakan pada jadwal UNBK susulan.

Peserta UNBK ini harus didaftarkan kembali sesuai dengan jumlah yang terdaftar pada UNBK utama.

"Semua sekolah yang terdampak banjir kemarin diminta mendata peserta didik masing-masing, termasuk yang meninggal dunia untuk dilaporkan pada dinas pendidikan," lanjutnya.

Beberapa sekolah di Kota Sentani hingga Doyo Baru dilaporkan terdampak banjir bandang. Dampak tersebut dirasakan di SMA Advent Doyo Baru yang bangunannya rusak dan terrendam banjir. Sedangkan, SMAN 1 Sentani terrendam banjir dan dipenuhi lumpur.

"Memang kelas X dan XI diliburkan minggu ini karena semua ruang kelas rencananya digunakan untuk ujian. Tapi karena kondisi banjir ini, ujian akan mengikuti jadwal susulan,” ujar Jenny Mangeka, guru SMAN 1, Sentani.

Untuk diketahui Banjir Bandang pada akhir pekan lalu melanda Kabupaten Jayapura yang mengakibatkan puluhan warga tewas dan puluhan lainnya hilang. Hingga saat ini, ribuan warga masih berada di pengungsian.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS