Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan

M Nurhadi

Jum'at, 27 Februari 2026 | 23:13 WIB
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
Ilustrasi Bendera Iran dan AS [Suara.com]
baca 10 detik
  • Negosiasi intens antara Washington dan Teheran di Jenewa pada Kamis (26/2/2026) berakhir tanpa kesepakatan substantif mengenai nuklir dan sanksi.
  • Menteri Iran memperingatkan potensi perang menghancurkan di kawasan jika konflik bersenjata terjadi, meski dialog akan berlanjut teknis di Wina.
  • Presiden Trump menetapkan tenggat waktu 10 hingga 15 hari bagi Iran untuk setuju, sambil memperluas sanksi ekonomi dan mengancam tindakan militer.

Suara.com - Ketegangan antara Washington dan Teheran mencapai titik didih baru setelah putaran negosiasi yang disebut sebagai salah satu yang "paling intens" di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan pada Kamis (26/2/2026).

Kegagalan ini terjadi di tengah ancaman militer yang kian nyata dan sengketa mendalam atas ambisi nuklir Iran.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa keterlibatan diplomatik dengan Amerika Serikat telah mencapai tahap yang sangat mendalam, namun masih jauh dari kata sepakat.

Meskipun ada "pemahaman bersama" untuk melanjutkan dialog, situasi di lapangan justru menunjukkan penguatan militer AS di kawasan Timur Tengah.

Ancaman Perang

Araghchi melontarkan peringatan keras bahwa setiap percikan konflik bersenjata antara kedua negara kemungkinan besar akan memicu "perang yang menghancurkan" di seluruh kawasan.

Mengingat pangkalan militer Amerika tersebar di berbagai titik di Timur Tengah, Iran mengklaim telah bersiap untuk dua opsi sekaligus: perdamaian atau peperangan.

Ada dua isu krusial yang menjadi batu sandungan utama dalam negosiasi ini:

  1. Kemampuan Nuklir: AS menuntut jaminan konklusif dan inspeksi ketat agar Teheran tidak mengembangkan senjata nuklir. Sebaliknya, Iran menegaskan bahwa pengayaan uranium akan terus berlanjut sesuai kebutuhan domestik dan menolak mengeluarkan material apa pun dari wilayahnya.
  2. Sanksi Ekonomi: Teheran mendesak penghapusan sanksi yang mencekik ekonomi mereka. Namun, Washington justru memperluas sanksi terhadap entitas yang terkait dengan Iran dan "armada bayangan" (shadow fleets) sebagai bentuk tekanan fiskal.

Presiden AS Donald Trump, dalam pidato State of the Union baru-baru ini, menuduh Iran sedang berupaya membangun rudal yang mampu menjangkau daratan Amerika.

baca juga

Trump kembali menegaskan kesiapannya untuk mengambil tindakan militer jika tuntutan AS tidak dipenuhi, merujuk pada serangan udara terhadap tiga situs nuklir Iran tahun lalu sebagai peringatan nyata.

Meski demikian, hingga kini tuduhan Trump sama sekali tidak memiliki bukti konkrit.

Di sisi lain, isu kemanusiaan turut memperkeruh suasana. Trump menuduh rezim Teheran telah mengeksekusi sedikitnya 32.000 demonstran dalam kerusuhan domestik.  Meski angka ini dibantah oleh pejabat Iran.

Tenggat Waktu 15 Hari: Apa Selanjutnya?

Dilansir via Time, tim delegasi AS yang dipimpin oleh Utusan Khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, masih menutup rapat hasil detail pembicaraan tersebut.

Namun, bayang-bayang tekanan waktu sangat terasa. Pada 19 Februari lalu, Trump secara eksplisit memberikan tenggat waktu 10 hingga 15 hari bagi Iran untuk mencapai kesepakatan, atau "hal-hal yang sangat buruk" akan terjadi.

Langkah Berikutnya:

  1. Masing-masing pihak akan kembali ke ibu kota negara untuk melakukan konsultasi internal.
  2. Diskusi pada "tingkat teknis" yang melibatkan para ahli operasional dijadwalkan berlangsung pekan depan di Wina, Austria.
  3. Oman tetap bertindak sebagai mediator utama untuk menjembatani komunikasi kedua belah pihak di tengah waktu yang kian sempit.

Kegagalan negosiasi ini sendiri jadi antiklimaks setelah sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan bahwa Teheran dan Washington “semakin mendekati kesepakatan”.

DISCLAIMER: Laporan ini disusun berdasarkan dinamika negosiasi internasional di Jenewa per Februari 2026. Situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran bersifat sangat volatil dengan risiko eskalasi militer yang dapat berubah dalam hitungan jam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas

AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 22:59 WIB

Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor

Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 16:28 WIB

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:04 WIB

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:53 WIB

Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD

Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:42 WIB

Luis Enrique Akui PSG Dibuat Menderita Meski Lolos ke 16 Besar Liga Champions

Luis Enrique Akui PSG Dibuat Menderita Meski Lolos ke 16 Besar Liga Champions

Bola | Kamis, 26 Februari 2026 | 15:01 WIB

Terkini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Jelang Lawan Arema FC, Pelatih Bali United Keluhkan Masalah Ini

Bali | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:48 WIB

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

5 Moisturizer untuk Kencangkan Kulit Kendur Wanita Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:45 WIB

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Laut Bercerita dan Ingatan yang Belum Selesai

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Misi Balas Dendam! 23 Pemain Terbaik Madura United Siap Bungkam Tren Positif PSM Makassar

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:29 WIB

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

×