AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 27 Februari 2026 | 22:59 WIB
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
Ilustarsi tentara AS [Brookings.edu]
  • Departemen Luar Negeri AS mengizinkan pegawai non-esensial meninggalkan Israel karena risiko keamanan meningkat akibat ancaman serangan militer ke Iran.
  • Staf AS di Israel diinstruksikan membatasi perjalanan ke lokasi berisiko tinggi, seperti Yerusalem Kota Tua dan Tepi Barat, terhitung Jumat (27/2/2026).
  • Keputusan evakuasi ini mencerminkan ketegangan kawasan, meskipun Trump mengklaim tetap memprioritaskan solusi diplomatik terhadap program nuklir Iran.

Suara.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat secara resmi memberikan izin bagi pegawai non-esensial di Kedutaan Besar AS di Israel untuk meninggalkan negara tersebut.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya risiko keamanan yang dipicu oleh pertimbangan Presiden Donald Trump untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran guna menghentikan program nuklir negara tersebut.

Keputusan evakuasi sukarela ini menandakan eskalasi serius di kawasan Timur Tengah.

Melalui pembaruan saran perjalanan yang dirilis pada Jumat (27/2/2026), pihak kedutaan menekankan bahwa situasi saat ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi warga negara dan staf pemerintah Amerika Serikat yang berada di wilayah tersebut.

"Orang-orang mungkin ingin mempertimbangkan untuk meninggalkan Israel selagi penerbangan komersial masih tersedia.," tulis pihak kedutaan dalam rilis resminya.

Kebijakan ini menyusul langkah serupa yang diambil di Beirut, Lebanon, di mana awal pekan ini Kedutaan Besar AS telah lebih dulu menarik keluar staf non-esensial mereka karena alasan keamanan yang sama.

Selain izin kepulangan, otoritas Amerika Serikat juga memperketat ruang gerak bagi staf pemerintah dan anggota keluarga mereka yang masih bertahan di Israel.

Mereka diinstruksikan untuk menahan diri dari bepergian ke wilayah-wilayah tertentu yang dinilai memiliki risiko tinggi terhadap insiden keamanan mendadak.

Wilayah yang masuk dalam zona merah pembatasan ini mencakup Kota Tua Yerusalem dan wilayah Tepi Barat. Larangan perjalanan ini bersifat mendesak dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan lebih lanjut, bergantung pada dinamika di lapangan.

Hal ini mencerminkan kekhawatiran Washington akan adanya serangan balasan atau kerusuhan sipil yang mungkin pecah jika serangan terhadap Iran benar-benar dieksekusi.

Situasi ini berkembang seiring dengan diskusi intensif di Gedung Putih mengenai opsi serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Langkah ini diambil hanya berselang kurang dari setahun setelah Donald Trump secara terbuka mengklaim bahwa program nuklir Iran telah berhasil "dihancurkan" melalui serangan udara di tiga lokasi strategis pada Juni tahun lalu.

Meskipun Trump berambisi untuk menuntaskan masalah nuklir ini secara permanen, internal pemerintahan Amerika Serikat dilaporkan mengalami gesekan.

Para pejabat di Pentagon mengungkapkan kekhawatiran bahwa operasi militer yang berkepanjangan dapat menguras stok persenjataan dan logistik militer Amerika.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan; melemahnya persediaan militer AS di Timur Tengah dikhawatirkan akan membuka celah bagi kekuatan global lain, khususnya potensi agresi China terhadap Taiwan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor

Rupiah Loyo ke Level Rp 16.787/USD di Tengah Aksi Jaga Investor

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 16:28 WIB

Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD

Rupiah Makin Lemas Lawan Dolar, Takluk ke Level Rp 16.781/USD

Bisnis | Jum'at, 27 Februari 2026 | 09:42 WIB

Luis Enrique Akui PSG Dibuat Menderita Meski Lolos ke 16 Besar Liga Champions

Luis Enrique Akui PSG Dibuat Menderita Meski Lolos ke 16 Besar Liga Champions

Bola | Kamis, 26 Februari 2026 | 15:01 WIB

Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi

Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 14:06 WIB

Peringatan Keras PDIP Soal Perjanjian Tarif AS: Hati-hati, Jangan Ulangi Sejarah Freeport!

Peringatan Keras PDIP Soal Perjanjian Tarif AS: Hati-hati, Jangan Ulangi Sejarah Freeport!

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 13:21 WIB

Pemerintah AS Investigasi Kesepakatan Indonesia Terkait Tarif Baru 15 Persen

Pemerintah AS Investigasi Kesepakatan Indonesia Terkait Tarif Baru 15 Persen

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 12:36 WIB

Terkini

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:33 WIB

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:21 WIB

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!

News | Rabu, 15 April 2026 | 08:00 WIB

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:58 WIB

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

China Bantah Tuduhan Suplai Senjata ke Iran: Laporan Itu Dibuat-Buat!

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:55 WIB

Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel

Kerugian Iran Tembus Rp4.300 Triliun, Garda Revolusi Siapkan Serangan Balasan ke AS-Israel

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:43 WIB

Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama

Sekjen PBB: Sudah Saatnya Israel dan Lebanon Bekerja Sama

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:31 WIB

Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto

Dari Paris, Prabowo Kirim Ucapan Ulang Tahun ke Titiek Soeharto

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:11 WIB

Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?

Bayar atau Babak Belur: Mengapa Premanisme Tanah Abang Tak Pernah Benar-Benar Hilang?

News | Rabu, 15 April 2026 | 07:00 WIB

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

Izin ke Amerika Serikat, Negara Tetangga Ingin Beli Lebih Banyak Minyak dari Rusia

News | Rabu, 15 April 2026 | 06:50 WIB