FACE OF JAKARTA: Peruntungan Para Penggali Kubur Mister X

Pebriansyah Ariefana, Fakhri Fuadi Muflih

Jum'at, 29 Maret 2019 | 16:10 WIB
FACE OF JAKARTA: Peruntungan Para Penggali Kubur Mister X
Penggali kubur TPU Tegal Alur. (Suara.com/Fakhri)
Penggali kubur TPU Tegal Alur. (Suara.com/Fakhri)
Penggali kubur TPU Tegal Alur. (Suara.com/Fakhri)

Selama tujuh tahun Agus mencoba mencari kabar dari istrinya itu. Ratusan kali ditelepon tak diangkat, ditanya mertua dan kerabatnya tak ada yang tahu dimana dan kabar istri tercintanya.

Pernah Agus menemukan harapan karena berhasil mendapatkan nomor telepon istrinya. Saat itu menurut Agus tahun 2016. Agus mencoba menghubungi dan berhasil tersambung, namun bukan istrinya yang mengangkat tapi seorang lelaki. Tapi lelaki itu mengaku mengenal istri Agus.

Lantas Agus meminta untuk menitipkan pesan pada lelaki itu agar istrinya segera menghubunginya. Tapi setelah tiga tahun masih tidak ada kabar. Waktu terus berlalu bagi Agus bersama dengan anak lelakinya. Januari lalu, Agus juga gagal menyekolahkan anaknya karena masalah data penduduk.

Penggali kubur TPU Tegal Alur. (Suara.com/Fakhri)
Penggali kubur TPU Tegal Alur. (Suara.com/Fakhri)

Akhirnya Agus mengaku sudah pasrah. Ia hanya berharap istrinya pulang untuk segera mengambil anaknya itu karena kondisi Agus saat ini menurutnya untuk membiayai dirinya sendiri saja sudah sulit.

"Sekarang mah saya pengennya istri saya ngurusin anak saya saja. Mau dia nikah lagi juga gak apa," kata Agus.

Tak lama, dari tempat Agus terlihat tiga anak kecil sedang berjalan ke arah Agus. Ternyata salah satunya adalah anak Agus. Mereka bertiga hendak berenang di salah satu waduk di dekat TPU Tegal Alur.

Kuburan tanpa nama di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)
Kuburan tanpa nama di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)

Tak lama di waduk itu berkumpul anak lainnya dari wilayah sekitar TPU. Mereka langsung buka baju, telanjang bulat, melompat ke waduk dari bangunan di tengah waduk.

Mereka saling berteriak kegirangan, berenang, menyelam, meluapkan kegirangan mereka sore itu. Padahal tempat mereka hanya berjarak 50 meter dari deretan batu nisan TPU Tegal Alur. Salah satu tempat pemakaman terbesar di Jakarta itu ternyata tak hanya menampung kesedihan. Banyak juga rasa suka yang terpancarkan dari tempat biasanya orang berpisah untuk selamanya.

Kuburan tanpa nama di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)
Kuburan tanpa nama di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)

Zakaria, pria 45 tahun pemilik warung yang berlokasi di tempat di sebelah pintu keluar TPU mengatakan TPU Tegal Alur sekarang seperti taman. Zakaria yang sudah sejak kecil tinggal di sekitar TPU menyebut sudah perubahan wilayah sekitar tempat itu sudah sangat drastis.

baca juga

Ia sempat merasakan ketika pemakaman itu masih berupa hutan dan tak ada lampu. Suasana mencekam dan horror masih menyelimuti daerah ia tinggal.

Tapi sekarang, di sore hari tempat itu menjadi tempat banyak orang melepas lelah, menghirup udara segar, tua-muda berjogging, anak-anak berenang di waduk, dan banyak orang menggantungkan hidupnya dengan mencari nafkah seperti Zakaria sendiri.

Kuburan tanpa nama di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)
Kuburan tanpa nama di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat. (Suara.com/Fakhri)

"Sekarang mah gak ada seremnya disini, udah jadi taman," kata Zakaria sambil bermain dengan putrinya.

Terlebih saat hari raya seperti Idul Fitri, menurut Zakaria hari itu seperti akan ada banyak pundi-pundi rezeki yang mendatangi TPU Tegal Alur karena banyak sekali orang yang berziarah ke makam.

Orang-orang berjualan mulai dari bunga, air mawar sampai minuman untuk menyambut peziarah. Warung dan rumah makan sekitar TPU juga ramai dikunjungi. Zakaria mewakili perasaan warga lainnya yang ikut berbahagia dengan kondisi TPU Tegal Alur hari ini.

Setiap harinya pemakaman itu dipenuhi dua perasaan yang berbeda, suka dan duka. Rasanya seperti setiap galian makam memberikan kesedihan yang dalam dan cahaya harapan bagi orang sekitar TPU Tegal Alur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

FACE OF JAKARTA: Jejak Kuburan Tanpa Nama dan Penggali Kubur Mister X

FACE OF JAKARTA: Jejak Kuburan Tanpa Nama dan Penggali Kubur Mister X

News | Jum'at, 29 Maret 2019 | 12:19 WIB

FACE of JAKARTA: Hikayat Proyeksionis Terakhir Bioskop Senen

FACE of JAKARTA: Hikayat Proyeksionis Terakhir Bioskop Senen

News | Sabtu, 16 Maret 2019 | 07:10 WIB

Usai Dibunuh Cowok Panggilan, Ponsel Sisca Disembunyikan di Kuburan

Usai Dibunuh Cowok Panggilan, Ponsel Sisca Disembunyikan di Kuburan

News | Kamis, 20 Desember 2018 | 16:18 WIB

Turis Rusia Tidur di Kuburan Probolinggo, Uang Habis sampai Diare

Turis Rusia Tidur di Kuburan Probolinggo, Uang Habis sampai Diare

Lifestyle | Senin, 19 November 2018 | 21:00 WIB

Jemput di Kuburan, Petani Perkosa Gadis Bocah di Kebun Jeruk

Jemput di Kuburan, Petani Perkosa Gadis Bocah di Kebun Jeruk

News | Selasa, 06 November 2018 | 14:19 WIB

Warga Bawa Keranda Mayat Protes Sekolah Dibangun di Atas Kuburan

Warga Bawa Keranda Mayat Protes Sekolah Dibangun di Atas Kuburan

News | Kamis, 25 Oktober 2018 | 11:57 WIB

Terkini

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Ditanya Kegiatan Setelah Dicopot dari Menkeu, Purbaya: Mau Mancing Sambil Ngelamun 'Kenapa Dipecat?'

Video | Selasa, 15 September 2026 | 22:15 WIB

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

FIA Rallycross World Cup 2026 Mendarat di Jakarta, Pebalap Indonesia Dapat Kesempatan Unjuk Gigi

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 21:51 WIB

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

Guru Diminta Cicipi MBG, Benarkah Bisa Mencegah Keracunan?

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:45 WIB

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

Darurat ISPA di Kalimantan: 460 Ribu Kasus Terjadi, Pemerintah Jangan Cuma Bagi-bagi Masker!

News | Selasa, 15 September 2026 | 21:43 WIB

×