KOPI SUARA: Cerita Jurnalis Kecele Heboh Mayat Janin di Stasiun

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Selasa, 02 April 2019 | 10:59 WIB
KOPI SUARA: Cerita Jurnalis Kecele Heboh Mayat Janin di Stasiun
Ilustrasi penemuan mayat. (Dok Polisi)

Suara.com -
Senin pagi (11/3/2019) lalu, berhembus kabar di grup WhatsApp wartawan tentang ditemukannya janin manusia di mushala Stasiun Garum, Blitar, disertai unggahan foto janin beralas tisu yang memerah oleh rembesan darah.

Suara.com pun segera meluncur dan mendapati belasan wartawan dan anggota Polsek Garum dan Reskrim Polres Blitar telah berkumpul di lokasi.

Nampak Kapolsek Garum AKP Rusmin sedang berbincang dengan sejumlah wartawan di salah satu sudut halaman parkir stasiun. Sementara Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Sodik Efendi terlihat masuk ke ruang kepala stasiun.

Setelah bertanya ke sana-ke mari, didapatlah kronologi bagaimana janin yang diduga janin manusia itu ditemukan pertama kali oleh petugas kebersihan stasiun sekitar pukul 04.30 WIB.

Sederet pertanyaan mengantri jawaban. Mungkinkah seorang penumpang kereta keguguran di mushala? Atau seseorang yang bukan penumpang sengaja menggugurkan kandungannya di dalam stasiun?

"Kereta pertama yang berhenti di stasiun ini adalah KA Penataran, sekitar pukul 4.55 Wib. Tidak mungkin ini berhubungan dengan penumpang," jelas Sodik dengan salah satu tangannya memegang manifes penumpang KA Penataran dari Blitar ke Surabaya pagi itu.

Suara.com menanyakan mungkinkah penumpang yang menunggu kedatangan KA Penataran di Stasiun Garum dan keguguran saat sedang menunggu?

"Pintu stasiun ini dibuka hanya beberapa menit sebelum kereta pertama tiba, dan itu setelah pukul 04.30 Wib," ujarnya sembari mengingatkan bahwa ada beberapa ekor kucing yang tinggal di lingkungan stasiun.

Beberapa wartawan yang masih bertahan di warung kopi di stasiun Garum pun belum puas dengan jawaban yang ada.

Mereka, termasuk Suara.com, memperbincangkan berbagai kemungkinan terkait siapa kira-kira yang menggugurkan atau keguguran di mushala itu.

Seorang wartawan muda yang mulai frustrasi dengan pertanyaan-pertanyaan tak terjawab memotret seekor kucing yang kebetulan lewat dan mengunggah foto kucing tersebut ke grup WhatsApp disertai keterangan, "inilah pelakunya."

Hari berganti hari, pertanyaan-pertanyaan tak terjawab itu pun menguap, hingga muncul pesan di grup WhatsApp, Senin petang (1/4/2019), dari Kasubag Humas Polres Blitar Iptu M Burhanuddin:

"Kesimpulan hasil pemeriksaan Medis dan Otopsi janin di RS Bhayangkara Kediri bahwa Janin tersebut bukan Janin Manusia".

"Drama" di Stasiun Garum hari itu tiba-tiba seperti berubah menjadi kisah menggelikan.

Tapi dari sudut pandang lain tidaklah demikian.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kakek Tewas Misterius di Rumah Petak, Badannya Bengkok Tak Bisa Diluruskan

Kakek Tewas Misterius di Rumah Petak, Badannya Bengkok Tak Bisa Diluruskan

News | Sabtu, 30 Maret 2019 | 16:41 WIB

Tewas Kondisi Bugil, Biarawati Melinda Diduga Diperkosa Lalu Dibunuh

Tewas Kondisi Bugil, Biarawati Melinda Diduga Diperkosa Lalu Dibunuh

News | Selasa, 26 Maret 2019 | 15:20 WIB

Terungkap, Ini Penyebab Mayat Pendaki Gunung Everest Mulai Bermunculan

Terungkap, Ini Penyebab Mayat Pendaki Gunung Everest Mulai Bermunculan

Lifestyle | Senin, 25 Maret 2019 | 07:30 WIB

Tak Pulang Seminggu, Sariyun Ditemukan Meninggal di Sawah

Tak Pulang Seminggu, Sariyun Ditemukan Meninggal di Sawah

Jatim | Senin, 18 Maret 2019 | 16:09 WIB

Geger Mayat Janin Manusia Ditemukan di Musala Stasiun

Geger Mayat Janin Manusia Ditemukan di Musala Stasiun

News | Senin, 11 Maret 2019 | 13:07 WIB

Terkini

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:41 WIB

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:38 WIB

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 23:33 WIB

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:34 WIB

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 22:00 WIB

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:50 WIB

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:38 WIB

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:31 WIB

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:20 WIB

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 21:01 WIB