Soal Keislaman Prabowo, Fahri Hamzah: Jangan Bahas Keislaman di Publik

Pebriansyah Ariefana | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Kamis, 04 April 2019 | 12:10 WIB
Soal Keislaman Prabowo, Fahri Hamzah: Jangan Bahas Keislaman di Publik
Fakhri Hamzah. (Suara.com/Ria Rizki)

Suara.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyayangkan dengan perseteruan antara Yusril Ihza Mahendra dengan Habib Rizieq Shihab soal obrolan keislaman Prabowo yang tidak jelas. Menurutnya nilai keIslaman seseorang tidak bisa kemudian menjadi pembahasan publik.

Fahri menilai kalau di balik perseteruan itu ada rasa kekecewaan yang muncul dari Yusril, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB). Memahami kekecewaan yang dialami Yusril, bukan berarti kemudian malah membicarakan soal ke-Islam-an seseorang.

“Soal pribadinya itu adalah menurut saya ya, pak Yusril memang kecewa, banyak sekali kekecewaan. Tapi sudahlah, itu masalah pribadi. Jangan dibawa ke persoalan pemilihan calon presiden,” kata Fahri di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Rabu (4/4/2019).

Fahri juga menilai kalau perseteruan diantara Yusril dengan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut hanyalah persoalan pribadi yang tidak perlu dibesar-besarkan. Terkait dengan masalah yang tengah diributkan keduanya, yakni soal keislaman Prabowo yang disebut tidak jelas, Fahri beranggapan kalau keIslaman seseorang tidak boleh dinilai secara kasat mata saja.

“Kita nggak boleh menilai keIslaman orang itu dari jauh. Keislaman orang itu kan urusan dia sendiri. Kita ngeliatnya dari jauh begini, ternyata dia punya ibadah tengah malam, dia ternyata puasa, kan kita nggak tahu. Itu urusan orang aja. Jadi nggak usah lah membahas soal (itu) (ke) publik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Partai Bulan Bintang (PBB) mengungkap transkrip percakapan WhatsApp antara Yusril Ihza Mahendra dengan pihak yang diklaim sebagai Habib Rizieq Syihab. Dalam isi percakapan itu, Habib Rizieq disebut meragukan keislaman capres Prabowo Subianto. Sukmo menegaskan Yusril tak berbohong terkait pengakuannya soal Habib Rizieq yang meragukan keislaman Prabowo. Justru, menurut Sukmo, yang menuduh Yusril berbohonglah pihak yang sebenarnya menyebarkan kebohongan.

PBB melihat ada yang janggal dari pernyataan sanggahan Habib Rizieq terhadap pernyataan Yusril Ihza Mahendra mengenai kutipan Keislaman Prabowo tidak jelas. Elite partai ini menduga ada faktor Firza Husein dalam pernyataan Habib Rizieq.

Video sanggahan Habib Rizieq itu diunggah di Youtube Front TV pada 1 April 2019. Dalam video itu, Habib Rizieq menyanggah pernyataan Yusril dalam video yang dipublikasikan pada November 2018 mengenai keislaman Prabowo.

Dalam video pada November silam, Yusril menyatakan bahwa Habib Rizieq sendiri mengakui bahwa keislaman Prabowo tidak jelas. Jarak waktu antara dua video ini disoal oleh PBB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sandiaga Hari Ini Kampanye di Jatim dan Malam Hari ke Pasar di Balikpapan

Sandiaga Hari Ini Kampanye di Jatim dan Malam Hari ke Pasar di Balikpapan

News | Kamis, 04 April 2019 | 11:08 WIB

Cuitan TNI AU Ini Sindir Jomblo, Ditujukan ke Prabowo?

Cuitan TNI AU Ini Sindir Jomblo, Ditujukan ke Prabowo?

News | Kamis, 04 April 2019 | 10:29 WIB

Cuit Pesawat Prabowo Dihadang, Andi Arief Diskakmat Warganet Diduga TNI AU

Cuit Pesawat Prabowo Dihadang, Andi Arief Diskakmat Warganet Diduga TNI AU

News | Kamis, 04 April 2019 | 10:14 WIB

Prabowo Batal ke Aceh Hari Ini, BPN Minta Maaf

Prabowo Batal ke Aceh Hari Ini, BPN Minta Maaf

News | Kamis, 04 April 2019 | 09:15 WIB

Makin Panas! Rizieq Shihab Bantah Seluruh Pengakuan Yusril Soal Prabowo

Makin Panas! Rizieq Shihab Bantah Seluruh Pengakuan Yusril Soal Prabowo

News | Kamis, 04 April 2019 | 07:52 WIB

Terkini

Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004

Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:31 WIB

Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

Bukan Sekadar Pameran E-Voting, Wamendagri Minta Fasilitas Simulasi Pemilu Jadi Pusat Kebijakan

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:28 WIB

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:08 WIB

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 19:04 WIB

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:59 WIB

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:46 WIB

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:43 WIB

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:35 WIB

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:14 WIB

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal

News | Kamis, 07 Mei 2026 | 18:13 WIB