Pesan Galau Guru Honorer Sebelum Ditemukan Tewas dalam Koper

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Jum'at, 05 April 2019 | 15:04 WIB
Pesan Galau Guru Honorer Sebelum Ditemukan Tewas dalam Koper
unggahan terakhir Budi Hartanto (Instagram)

Suara.com - Budi Hartanto (28) ditemukan tewas mengenaskan dalam koper yang dibuang di kawasan Blitar, Jawa Timur. Sebelum ditemukan tak bernyawa tanpa kepala, Budi sempat mengunggah pesan galau melalui akun media sosial.

Seperti dilihat Suara.com dalam akun Instagram pribadinya @budi_hrr, guru honorer di SD Banjarmlati III Kediri itu terakhir kali mengunggah sebuah foto berisi pesan galau pada 26 Maret 2019. 

"Terlalu fokus ke kamu," tulis Budi seperti dikutip Suara.com, Jumat (5/4/2019).

Dalam unggahan terakhirnya itu, Budi tampak sedang duduk di sebuah tempat. Pandangannya menatap ke arah lain sembari tersenyum manis.

Unggahan berisi pesan galau ternyata bukan sekali itu saja ia unggah. Pada 13 Maret 2019, Budi juga mengunggah sebuah foto ia sedang duduk sendiri menanti sesuatu.

"Kamu yang aku tunggu," kata Budi.

Pesan serupa juga ia unggah pada 10 Maret 2019. Budi mengenakan kaos berwarna putih tampak berpose di samping mobil berwarna putih. "Sendiri bukan berarti tak laku," ungkap Budi.

Beberapa unggahan foto Budi di akun media sosial miliknya pun kini dibanjiri ucapan belasungkawa. Banyak warganet yang berbondong-bondong melihat unggahan Budi dan menyampaikan duka atas kematian Budi yang sangat tragis.

"Selamat jalan brow tenang di sana. RIP," kata @ocimmoron.

"Surga tempatmu cekguku @budi_hrr" ujar @safirashafa18.

"Ikut mendoakan agar Mas Budi diampuni semua dosa dan diterima semua amal ibadahnya. Walau tidak mengenal Mas Budi, saya turut bersimpatik dengan kejadian ini, moga pelaku segera tertangkap dan diberi hukuman seberat-beratnya aamiin," ungkap @official_donny_hutama.

"Selamat jalan mas," tutur @ervinkevinfadilah.

Untuk diketahui, Warga Karanggopndang, Udanawu, Kabupaten Blitar digegerkan dengan penemuan mahyat laki-laki tanpa kepala dan sehelai kain pun disimpak=n dalam koper. Dari hasil identifikasi, korban diketahui bernama Budi Hartanto yang merupakan guru honorer di SD Banjarmlati III Kediri dan juga seorang guru tari.

Dari hasil pemeriksaan, tubuh korban dipenuhi luka sayatan. Dugaan sementara, korban dibunuh lantaran adanya motif asmara.

Hingga kini pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan juga mencari keberadaan kepalda korban yang dibuang terpisah dengan koper.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Misteri Mayat Dalam Koper, Polisi Dalami Kisah Asmara Budi Hartanto

Misteri Mayat Dalam Koper, Polisi Dalami Kisah Asmara Budi Hartanto

Jatim | Jum'at, 05 April 2019 | 12:38 WIB

Mayat Dalam Koper Tak Berkepala, Telanjang dan Banyak Sayatan

Mayat Dalam Koper Tak Berkepala, Telanjang dan Banyak Sayatan

Jatim | Kamis, 04 April 2019 | 15:13 WIB

4 Fakta Pembunuhan Guru Honorer dalam Koper yang Ditemukan Tanpa Kepala

4 Fakta Pembunuhan Guru Honorer dalam Koper yang Ditemukan Tanpa Kepala

News | Kamis, 04 April 2019 | 15:08 WIB

Terkini

Jaksa Ungkap Surat Tuntutan Nadiem Makarim Setebal 1.597 Halaman

Jaksa Ungkap Surat Tuntutan Nadiem Makarim Setebal 1.597 Halaman

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:14 WIB

Diselipkan Dalam Gulungan Karpet, Polisi Bongkar Penyelundupan 760 Botol Merkuri ke Filipina

Diselipkan Dalam Gulungan Karpet, Polisi Bongkar Penyelundupan 760 Botol Merkuri ke Filipina

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:08 WIB

Netizen Tagih Maaf Personal Juri LCC Kalbar, Pimpinan MPR: Institusi Sudah Mewakili

Netizen Tagih Maaf Personal Juri LCC Kalbar, Pimpinan MPR: Institusi Sudah Mewakili

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:05 WIB

Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak

Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:05 WIB

Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual

Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:02 WIB

MPR Pastikan Lomba Ulang LCC Kalbar Gunakan Juri Independen dari Akademisi

MPR Pastikan Lomba Ulang LCC Kalbar Gunakan Juri Independen dari Akademisi

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Singgung Kasus Tom Lembong hingga Nadiem, Mahfud Ungkap Bahaya Intervensi Politik di Hukum RI

Singgung Kasus Tom Lembong hingga Nadiem, Mahfud Ungkap Bahaya Intervensi Politik di Hukum RI

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:57 WIB

Bantah Ada Keberpihakan, Sekjen MPR Sebut Kisruh LCC Kalbar Murni Kendala Sound

Bantah Ada Keberpihakan, Sekjen MPR Sebut Kisruh LCC Kalbar Murni Kendala Sound

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:51 WIB

Ungkap Kejanggalan di Kasus Chromebook Nadiem, Mahfud: Nampak Dipaksakan dan Ada yang Ditarget

Ungkap Kejanggalan di Kasus Chromebook Nadiem, Mahfud: Nampak Dipaksakan dan Ada yang Ditarget

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:45 WIB

Sita Rp39 Triliun Uang Koruptor di Rekening Tak Jelas, Prabowo: Mungkin Istri Muda Tidak Tahu

Sita Rp39 Triliun Uang Koruptor di Rekening Tak Jelas, Prabowo: Mungkin Istri Muda Tidak Tahu

News | Rabu, 13 Mei 2026 | 16:43 WIB