Jadi Kader PSI, Mantan Staf Ahok Ungkap Alasan Partainya Dikenal Suka Ribut

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Jum'at, 05 April 2019 | 19:44 WIB
Jadi Kader PSI, Mantan Staf Ahok Ungkap Alasan Partainya Dikenal Suka Ribut
Michael Sianipar - (Twitter/@michaelsianipar)

Suara.com - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta Michael Sianipar mengungkapkan alasan partainya terkenal sebagai partai yang suka cari ribut. Hal itu ia sampaikan dalam program Asumsi Bersuara bersama Rayestu, yang videonya diunggah di kanal YouTube Asumsi, Jumat (5/4/2019).

Rayestu menyebut PSI beberapa kali terkesan memancing keributan dari berbagai pihak. Ia pun menanyakan pada Michael, apakah itu merupakan bagian dari strategi untuk meraih perolehan suara yang tinggi di Pemilu 2019 pada 17 April nanti.

"Kemarin cari ribut sama kubu Islam Politiklah ya, yang anti-perda syariah, terus anti-poligamilah, segala macam," ujar Rayestu. "Terus kemarin bahkan udah mulai berantem sama PDI-P, yang kayak, 'Partai nasional nih kurang nasionalis,' atau gimana gitu. Itu bagian dari strategi atau gimana sih?"

Michael Sianipar kemudian menerangkan bahwa 'cari ribut' ini bukanlah strategi yang sengaja dilakukan oleh PSI. Ia menjelaskan bahwa yang sebenarnya dilakukan PSI adalah menonjolkan identitas, yang membuatnya berbeda dari partai-partai lain.

"Yang pasti, ribut-ribut itu bukan strategi politik kita, jadi kita bukan sengaja cari ribut," jawab Michael Sianipar. "Yang kita lakukan dengan sengaja adalah kita mau membedakan diri. Karena banyak orang, apalagi, anak muda, kan suka berpikiran soal identitas."

"Nah PSI juga sama. Jadi saat PSI ditanya orang, 'Memang bedanya PSI dan partai lain apa?' Itu kita harus bisa jawab dengan jelas, dengan tegas," lanjut mantan staf pribadi eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok ini.

Ia kemudian meluruskan bahwa PSI bukan sengaja cari ribut, melainkan memiliki dua prinsip utama yang memang berbenturan dengan beberapa peraturan yang disetujui afiliasi politik lain.

"Tentu kita bilang bahwa PSI berdiri karena ada dua prinsip utama kita. Pertama, kita anti-korupsi. Yang kedua, kita anti-intoleransi," ujar Michael Sianipar.

"Artinya apa? Anti-intoleransi berarti kita enggak mau ada perda-perda syariah. Jadi bukan karena kita mau ribut sama partai-partai yang mungkin lebih kanan, gitu ya," tambahnya. "Karena memang buat kita identitas PSI adalah, kita memperjuangkan nilai-nilai toleransi. Jadi buat kita enggak boleh ada perda syariah, yang mengatur berdasarkan agama seseorang."

baca juga

Sementara terkait keributan dengan partai-partai nasionalis, Michael Sianipar menggarisbawahi, korupsi yang dilakukan oleh sejumlah kader partai lain membuktikan mereka tidak benar-benar menjunjung tinggi nasionalisme.

Di sisi lain, Michael Sianipar sangat yakin, meskipun belum ada yang memiliki kedudukan di pemerintahan, politisi PSI tidak akan terlibat kasus korupsi karena sistem berpartai mereka.

"Contohnya, seleksi caleg. PSI adalah satu-satunya partai yang melakukan seleksi caleg benar-benar secara terbuka, orang bisa daftar, bikin essay, diwawancara di depan pansel, dan pansel kita untuk DPR itu tokoh-tokoh seperti Prof Mahfud, dan tokoh-tokoh yang kita tidak ragukan lagilah kemampuannya dalam penilaian," jelas Michael Sianipar.

Pria 28 tahun ini menambahkan, seleksi caleg PSI di DKI Jakarta juga dilakukan dengan uji publik, kampanye mini, polling internal, dan sebagainya, untuk memastikan bahwa caleg PSI benar-benar yang terbaik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pesan Jokowi ke Kader PSI: Jangan Dikit-Dikit ke Solo

Pesan Jokowi ke Kader PSI: Jangan Dikit-Dikit ke Solo

News | Minggu, 02 Agustus 2026 | 10:59 WIB

Tak Hanya Politis, Ini Alasan di Balik Kunjungan Jokowi ke Bumi NTT

Tak Hanya Politis, Ini Alasan di Balik Kunjungan Jokowi ke Bumi NTT

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 20:01 WIB

Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris

Jokowi Kunjungi NTT Besok, PSI Singgung Soal Legacy Indonesia Sentris

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 16:42 WIB

Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?

Duel Simbolik Kaesang di Dapil Neraka: Mampukah Efek Jokowi Runtuhkan Dominasi Puan dan PDIP?

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 07:55 WIB

Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar

Jokowi Bakal Sapa Kupang, Jalan Santai hingga Karnaval Budaya Siap Digelar

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 20:38 WIB

Dinasti Jokowi Belum Habis! Kaesang Berpeluang Melenggang ke Senayan Lewat 'Kandang Banteng'

Dinasti Jokowi Belum Habis! Kaesang Berpeluang Melenggang ke Senayan Lewat 'Kandang Banteng'

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 16:43 WIB

Hasto Respons Santai Kabar Kaesang Nyaleg di Jateng, Singgung Pentingnya Ideologi

Hasto Respons Santai Kabar Kaesang Nyaleg di Jateng, Singgung Pentingnya Ideologi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:21 WIB

Bukan Ancaman, Gerindra Sebut Kaesang Nyaleg di Jateng V Bikin Demokrasi Semarak

Bukan Ancaman, Gerindra Sebut Kaesang Nyaleg di Jateng V Bikin Demokrasi Semarak

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 14:17 WIB

Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang

Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:34 WIB

Sebut Pramono 'Asbun', Waketum PSI: Prabowo dan Surya Paloh Bukti Sukses Keluar dari Partai Lama

Sebut Pramono 'Asbun', Waketum PSI: Prabowo dan Surya Paloh Bukti Sukses Keluar dari Partai Lama

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 13:40 WIB

Terkini

Promo Belanja di Yomart, Ada Diskon Spesial dari BRI

Promo Belanja di Yomart, Ada Diskon Spesial dari BRI

Bri | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:45 WIB

Investasi Bertebar Promo Hanya di BRImo

Investasi Bertebar Promo Hanya di BRImo

Bri | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:37 WIB

5 Trik Pakai Sunscreen Sesuai Arahan Dokter agar Flek Hitam Pudar dan Wajah Glowing

5 Trik Pakai Sunscreen Sesuai Arahan Dokter agar Flek Hitam Pudar dan Wajah Glowing

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:35 WIB

5 Zodiak yang Paling Suka Ghosting dan Tiba-Tiba Hilang Tanpa Kabar

5 Zodiak yang Paling Suka Ghosting dan Tiba-Tiba Hilang Tanpa Kabar

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:35 WIB

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Di Depan Penyakit, Tak Ada Nasionalisme yang Lebih Penting dari Kesembuhan

Your Say | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

Eks Ketua Yayasan Sekolah Swasta di Jakarta Selatan Buka Suara Soal Temuan 995 Pucuk Senjata Api

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:09 WIB

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

Zulhas Goda Kepala BGN Sudaryono: Belum Sebulan Menjabat Sudah Turun Berapa Kilo?

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Ratusan Dapur MBG Tangerang Belum Layak Sanitasi, BGN Ancam Tutup Permanen

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Tangis Bayi yang Mendadak Senyap: Tragedi di Kamar Kos Mahasiswi Kedokteran Hewan Surabaya

Jatim | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:00 WIB

×