Kritik Said Didu karena Rendahkan Masyarakat Papua, Arie Kriting Diblokir

Rendy Adrikni Sadikin, Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana

Senin, 08 April 2019 | 11:38 WIB
Kritik Said Didu karena Rendahkan Masyarakat Papua, Arie Kriting Diblokir
Said Didu di Mata Najwa (Youtube)

Suara.com - Akun jejaring sosial Twitter komedian Arie Kriting diblokir anggota Dewan Pakar Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, Muhammad Said Didu.

Hal tersebut menyusul ramainya kritik warganet terhadap Said Didu, setelah pernyataannya dalam tayangan Mata Najwa dianggap merendahkan masyarakat Papua.

"Kenapa saya di-block? Apakah salah menganjurkan kepada seseorang untuk minta maaf dan mengingatkan bahwa pemikiran rasis itu keliru? Bagian mana ya dari perkataan saya yang keliru? Pak Said Didu sebaiknya mengakui perkataannya keliru, demi pengakuan atas kesetaraan manusia," cuit Arie Kriting, Minggu (7/4/2019).

Pria asal Kendari ini juga menyertakan tangkapan layar yang menunjukkan bahwa akun Twitter @saididu telah memblokir akunnya. Seluruh cuitan Said Didu yang pernah di-quote Arie Kriting juga tak bisa terbaca lagi di Twitter sang komedian.

Sebelumnya, pada Jumat (5/4/2019) Arie Kriting mengunggah potongan video dari program Mata Najwa. Dalam video itu, Said Didu mengatakan, "Jangan masukkan teknologi tinggi ke Papua, yang masyarakatnya belum sampai."

Banyak warganet, terutama dari Papua, kemudian tak terima atas pernyataan Said Didu. Mereka pun menyebutkan sejumlah warga Papua yang telah sukses berkecimpung dalam bidang teknologi.

Said Didu lalu menyadari, banyak orang sedang meributkan ucapannya di Mata Najwa. Ia lantas menjelaskan maksudnya dan meminta maaf karena telah menimbulkan kesalahpahaman.

"Ada yang menggoreng pernyataan saya pada acara @MataNajwa yang seakan merendahkan saudara saya di Papua. Padahal maksudnya bahwa penggunaan teknologi harus disesuaikan dengan potensi daerah - artinya harus tepat guna sesaui SDA dan kemampuan SDM. Saya mohon maaf jika ada kesalahpahamn tentang hal tersebut," tulis Said Didu.

Meski tak di-mention, Arie Kriting langsung membalas cuitan Said Didu dan mengungkapkan bahwa dirinya tak bermaksud membesar-besarkan pernyataan Said Didu.

baca juga

"Mohon maaf Pak. Saya pribadi tidak bermaksud menggoreng. Saya tidak terima. Statement bapak memang merendahkan. Masalah penguasaan teknologi tidak ada hubungannya dengan etnis mana pun. Orang Papua banyak yang maju dan siap memanfaatkan teknologi apapun. Hormat," kicaunya.

Setelah itu, Said Didu menjelaskan kembali maksudnya dan mengaku mengenal banyak orang Papua yang hebat, termasuk yang bekerja di Freeport. Ia juga meminta agar pernyataannya tidak dipelintir.

"Yang saya maksudkan adalah, jangan sampai memasukkan teknologi tinggi di suatu daerah, tapi menggusur tenaga kerja di daerah tersebut serta menyedot SDA di daerah tersebut dan tidak dinikmati oleh masyarakat setempat," terangnya.

Beberapa saat kemudian, Arie Kriting mendesak Said Didu untuk meminta maaf kepada masyarakat Papua, tetapi tidak dibalas, hingga akhirnya ia mengungkapkan bahwa akunnya telah diblokir Mantan Sekretaris Jenderal Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

MBG untuk Cegah Stunting: Dapur Menumpuk di Jawa, Papua Tetap Tertinggal?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 18:30 WIB

Retak di Bawah Kubah Senayan: Ijazah Gibran Menguji Koalisi Prabowo

Retak di Bawah Kubah Senayan: Ijazah Gibran Menguji Koalisi Prabowo

News | Senin, 02 November 2026 | 12:41 WIB

Karhutla Papua Selatan Mulai Menyusut, BNPB Catat 253 Hektare Lahan Masih Terbakar

Karhutla Papua Selatan Mulai Menyusut, BNPB Catat 253 Hektare Lahan Masih Terbakar

News | Senin, 02 November 2026 | 10:38 WIB

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

Susu Bubuk Ada Bintik Hitam, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Pakar Teknologi Pangan

Susu Bubuk Ada Bintik Hitam, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Pakar Teknologi Pangan

Health | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Mendag Buka Peluang Papua Jadi Hub Ekspor RI ke Pasifik

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:02 WIB

OMC Tekan Hotspot Karhutla Papua Selatan dari 1.169 Jadi 65 Titik

OMC Tekan Hotspot Karhutla Papua Selatan dari 1.169 Jadi 65 Titik

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 14:42 WIB

Indonesia Tak Cukup Mencetak Insinyur, Kita Harus Membangun Industrinya

Indonesia Tak Cukup Mencetak Insinyur, Kita Harus Membangun Industrinya

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI

Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 13:18 WIB

Terkini

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Dari Lereng Muria, Tradisi Guyang Cekathak Jadi Simbol Perhomatan pada Alam

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Kenapa BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif? Ini Penyebab Utamanya Menurut Aturan Terbaru!

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:15 WIB

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sengketa Tanah Sejak 2018 Memanas di Palembang, Ketua RT dan RW Dibacok Saat Pengukuran Lahan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 19:14 WIB

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Dapur-dapur MBG Kerek Penjualan Daihatsu Gran Max hingga 20 Persen

Otomotif | Senin, 02 November 2026 | 19:10 WIB

Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya

Harimau Muncul di Bangkinang, BBKSDA Riau Larang Warga Masuk Kebun Raya

Riau | Senin, 02 November 2026 | 19:09 WIB

GEO Singkatan dari Apa? Ini Pengertian dan Perbedaannya dengan SEO

GEO Singkatan dari Apa? Ini Pengertian dan Perbedaannya dengan SEO

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 19:09 WIB

Mengupas Status Anime Boruto: Cerita Canon atau Sekadar Garapan Ikemoto?

Mengupas Status Anime Boruto: Cerita Canon atau Sekadar Garapan Ikemoto?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:05 WIB

Mati Suri Demokrasi Akar Rumput: Potret Pilu Suara Rakyat yang Dibeli Murah

Mati Suri Demokrasi Akar Rumput: Potret Pilu Suara Rakyat yang Dibeli Murah

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:05 WIB

4 Bahaya Menggunakan Stop Kontak T untuk Kulkas dan Rice Cooker Secara Bersamaan

4 Bahaya Menggunakan Stop Kontak T untuk Kulkas dan Rice Cooker Secara Bersamaan

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 19:05 WIB

Berkaca dari Isu Raffi Ahmad, Kenapa Kita Susah Menegur Orang Baik?

Berkaca dari Isu Raffi Ahmad, Kenapa Kita Susah Menegur Orang Baik?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 19:02 WIB

×