Israel Gelar Pemilu Hari Ini, Netanyahu Hadapi Lawan Terkuat

Bangun Santoso

Selasa, 09 April 2019 | 13:52 WIB
Israel Gelar Pemilu Hari Ini, Netanyahu Hadapi Lawan Terkuat
Seorang perempuan Israel bersiap memberikan suaranya pada pemilu yang digelar hari ini, Selasa (9/4/2019). (AFP)

Suara.com - Rakyat Israel pada Selasa (9/4/2019) hari ini, memberi suara mereka dalam pemilu yang bisa memberi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu rekor masa jabatan kelima atau menyaksikan ia terpuruk melawan mantan jenderal yang menjanjikan pemerintah yang bersih dan kerekatan sosial.

Tempat pemungutan suara dibuka mulai pukul 07.00 waktu setempat (11.00 WIB) di seluruh negeri tersebut dan ditutup pada pukul 22.00 (Rabu, 02.00 WIB).

Tapi kemenangan mungkin belum bisa diputuskan dalam waktu dekat. Tak ada partai yang pernah langsung meraih mayoritas besar di Parlemen dengan 120 kursi, yang berarti berhari-hari atau bahkan berpekan-pekan perundingan pembentukan koalisi akan berlangsung.

Netanyahu, yang dijuluki "King Bibi", telah mengumpulkan kubu sayap-kiri --yang bersikap keras terhadap rakyat Palestina-- dan mengendalikan kebijakan luar negeri Israel yang mencapai keemasan lewat hubungannya dengan Pemerintah Presiden AS Donald Trump.

Tapi harapan pemimpin Likud yang berusia 69 tahun tersebut untuk mengalahkan pendiri Israel, David Ben-Gurion, sebagai perdana menteri yang lama menjabat pada Juli telah ditantang oleh dakwaan suap yang menunggu. Netanyahu telah membantah bahwa ia melakukan kesalahan.

Para pengeritik memperingatkan mengenai "kelelahan Bibi" dan menyatakan pemilihan anggota Parlemen mesti membawa wajah baru ke jabatan tinggi.

Orang yang menguntit Netanyahu dalam pemungutan suara ialah Benny Gantz, mantan kepala staf Angkatan Bersenjata dan pendatang baru di kancah politik tengah. Gantz (59) --yang diusung oleh dua mantan jenderal di Partai Biru dan Putih-- telah berusaha mendesak citra Netanyahu sebagai orang yang tak tertandingi di kancah keamanan nasional.

"Ini adalah pilihan antara pemerintah kuat sayap-kanan di bawah Netanyahu atau pemerintah sayap-kiri yang lemah di bawah Gantz," demikian satu pernyataan Partai Likud seperti dilansir Reuters.

Sebagai tanggapan, Gantz mengatakan kepada Reuters, "Netanyahu bukan nabi, dan juga bukan legenda yang tak tergantikan. Rakyat Israel sudah lama merindukan sesuatu yang lain."

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ratusan Tahanan Palestina di Penjara Israel Umumkan Aksi Mogok Makan

Ratusan Tahanan Palestina di Penjara Israel Umumkan Aksi Mogok Makan

News | Selasa, 09 April 2019 | 12:39 WIB

Netanyahu Berjanji akan Caplok Daerah Tepi Barat Jika Menang Pemilu

Netanyahu Berjanji akan Caplok Daerah Tepi Barat Jika Menang Pemilu

News | Senin, 08 April 2019 | 10:07 WIB

Alasan Trump Akui Kekuasaan Israel Atas Dataran Tinggi Golan

Alasan Trump Akui Kekuasaan Israel Atas Dataran Tinggi Golan

News | Senin, 08 April 2019 | 08:57 WIB

Akibat Terima Undangan PM Israel, Neymar Dikecam Netizen

Akibat Terima Undangan PM Israel, Neymar Dikecam Netizen

Bola | Jum'at, 05 April 2019 | 07:30 WIB

Terkini

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB