BPN Desak Bawaslu Tindak Cepat Kasus Bowo Sidik

Chandra Iswinarno, Fakhri Fuadi Muflih

Rabu, 10 April 2019 | 17:19 WIB
BPN Desak Bawaslu Tindak Cepat Kasus Bowo Sidik
Jubir BPN Prabowo - Sandiaga Habiburokhman memberikan keterangan di Seknas BPN Prabowo - Sandi, Rabu (10/4/2019). [Suara.com/Fakhri Fuadi]

Suara.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo - Sandi meminta agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) cepat menindak Bowo Sidik.

Mantan Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Golkar itu dikaitkan dengan temuan 400 ribu amplop oleh KPK yang diduga akan digunakan untuk 'serangan fajar' Pileg mendatang.

Hal tersebut diungkap Jubir BPN Habiburokhman di Seknas Prabowo - Sandi. Menurut Habiburokhman, alat bukti serangan fajar yang dikaitkan dengan Bowo Sidik sudah jelas sejak pekan lalu. Ia juga meminta agar Bawaslu jangan pasif dalam menindaklanjuti.

"Makanya kita mendorong Bawaslu untuk tidak pasif. Kenapa? Karena ini sejak minggu lalu sudah disebutkan ada politik uang, ada serangan fajar, ada amplop 400 ribu, ada amplop berstempel katanya jam jempol. Harusnya itu sudah ditindaklanjuti sejak minggu lalu," ujar Habiburokhman di Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2019).

Habiburokhman mengatakan Bowo Sidik seharusnya dicabut statusnya sebagai Caleg Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah.

Pernyataan Habiburokhman tersebut berdasar Pasal 28 UU Pemilu yang mengatakan apabila ada caleg yang melakukan politik uang secara terstruktur dan sistematis maka bisa didiskualifikasi.

"Pasal 28 UU Pemilu mengatur apabila paslon melakukan politik uang secara struktur dan sistematis itu bisa dibatalkan sebagai paslon dikualifikasikan," kata Habiburohman.

Jumlah 400 ribu amplop disebut Habiburokhman sebagai jumlah yang tak wajar karena menargetkan 400 ribu pemilih untuk satu caleg. Sementara menurut Habiburokhman, normalnya satu caleg hanya menargetkan suara sampai 50 ribu.

Ia menduga amplop tersebut memiliki indikasi untuk digunakan pada agenda Pilpres juga. Sebab, diketahui Habiburokhman, Bowo Sidik mempersiapkan 400 ribu amplop itu berdasarkan perintah Nusron Wahid yang merupakan anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

baca juga

"Bahwa beliau diperintahkan oleh Nusron Wahid yang kita tahu mungkin bisa dicek apakah Nusron Wahid itu TKN. 400 ribu amplop itu berartikan menargetkan 400 ribu suara, itu bisa tiga atau empat kali lipat suara caleg saja," pungkas Habiburokhman.

Sebelumnya, Mantan Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso ternyata membutuhkan waktu satu bulan untuk mengisi ratusan juta ke dalam amplop yang jumlahnya mencapai 400 ribu buah.

Amplop tersebut diduga disiapkan sebagai 'serangan fajar' kepada masyarakat Jawa Tengah pada pencoblosan pemilihan legislatif pada 17 April 2019 mendatang.

Fakta itu terkuak, kala penyidik KPK telah menetapkan Bowo sebagai tersangka kasus suap terkait kerja sama pengangkutan pelayaran.

"Informasi selama proses penyidikan ini berjalan diduga proses memasukkan uang pada 400 ribu amplop itu membutuhkan waktu sekitar 1 bulan itu dari informasi yang kami dapatkan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (3/4/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BPN Sebut Perizinan Kampanye di GBK Sempat Bermasalah

BPN Sebut Perizinan Kampanye di GBK Sempat Bermasalah

News | Rabu, 10 April 2019 | 13:19 WIB

Bawaslu Buka Kemungkinan Panggil Luhut Soal Pemberian Amplop ke Kiai Zubair

Bawaslu Buka Kemungkinan Panggil Luhut Soal Pemberian Amplop ke Kiai Zubair

News | Rabu, 10 April 2019 | 11:41 WIB

Kominfo: Buzzer Politik di Medsos Urusan Bawaslu

Kominfo: Buzzer Politik di Medsos Urusan Bawaslu

Tekno | Rabu, 10 April 2019 | 05:05 WIB

Soal 400 Ribu Amplop Serangan Fajar, Golkar: Bukan Kebijakan Resmi Partai

Soal 400 Ribu Amplop Serangan Fajar, Golkar: Bukan Kebijakan Resmi Partai

News | Selasa, 09 April 2019 | 22:13 WIB

Nusron Wahid: Saya Tak Suruh Bowo Sidik Siapkan 400 Ribu Amplop Isi Duit

Nusron Wahid: Saya Tak Suruh Bowo Sidik Siapkan 400 Ribu Amplop Isi Duit

News | Selasa, 09 April 2019 | 21:31 WIB

Terkini

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

Mahasiswa Trisakti Melawan! Tuntut MBG Dihentikan Sementara dan Evaluasi Total

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:11 WIB

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

Polda Metro Jaya Ungkap Alasan Jemput Paksa Roy Suryo dan dr Tifa

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 18:02 WIB

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

Pro Kontra MBG: Mahasiswa Jakarta Demo Minta Setop, Warga Jambi Minta Lanjut

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:59 WIB

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

Jejak Frans Antony 'Bendahara' Fredy Pratama: Pernah Bersembunyi di Kawasan Elite Phatthanakan

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:51 WIB

Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Ditahan Terkait Sindikat Emas Ilegal & TPPU

Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Ditahan Terkait Sindikat Emas Ilegal & TPPU

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:50 WIB

Disebut Meninggal karena Kurang Minum, Migrant Watch Soroti Bekas Sayatan di Jenazah PMI NTT

Disebut Meninggal karena Kurang Minum, Migrant Watch Soroti Bekas Sayatan di Jenazah PMI NTT

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:37 WIB

Demo Mahasiswa Kepung DPR Hari Ini, Protes BBM Naik hingga MBG: Skripsi Saja Ada Direvisi!

Demo Mahasiswa Kepung DPR Hari Ini, Protes BBM Naik hingga MBG: Skripsi Saja Ada Direvisi!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:36 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Promo Spesial Puma Speedcat Ballet dengan Bonus Gift Card Rp250 Ribu

BRI Consumer Expo 2026 Hadirkan Promo Spesial Puma Speedcat Ballet dengan Bonus Gift Card Rp250 Ribu

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

KPK Lelang Barang Rampasan Koruptor, iPhone XS Rp 231 Ribu Laku Rp 34 Juta

KPK Lelang Barang Rampasan Koruptor, iPhone XS Rp 231 Ribu Laku Rp 34 Juta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:14 WIB

AMMSI Dukung MBG Ditiadakan Saat Libur Sekolah, Tegaskan Tolak Praktik 'Jual Beli Titik' Dapur Liar

AMMSI Dukung MBG Ditiadakan Saat Libur Sekolah, Tegaskan Tolak Praktik 'Jual Beli Titik' Dapur Liar

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:11 WIB